Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
8


__ADS_3

Kania memejamkan mata nya, dia mengantuk dan cukup lelah, 1 minggu ini dia kekurangan istirahat, bahkan pulang dari kampus ini dia harus ke kantor terlebih dahulu, mengontrol semua nya selagi sang tuan belum kembali.


Kepala nya cukup terasa sakit, mungkin karna dia yang terlalu memaksa otak nya untuk bekerja keras akhir akhir ini.


Kania memijat pelipis nya, dan mencoba untuk masuk ke alam bawah sadar, but...


Brugh


Bragh


Brugh


Kania terbangun dan berdiri, Kania hendak memarahi siapa pun yang menggangu istirahat nya, dan saat dia membuka pintu loteng, di sana ada Angga dan ke 3 teman tak berguna nya.


"Sayang" Angga.


Kania melihat ke 3 teman Angga memukuli Galen di sana.


"Bergenti" Kania.


"Tapi sayang" Angga.


"Aku bilang berhenti" Kania mulai mengeluarkan tatapan tajam yang ia miliki, terpaksa Angga meminta teman teman nya berhenti memukuli Galen.


Galen merasa lega dan terduduk lemah di lantai, wajah nya cukup memar, dan ujung bibirnya pun berdarah.


"Ada apa sayang?, kenapa kau membela si culun ini?" Tanya Angga pada Kania.


"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau memukuli dia?" Tunjuk Kania pada Galen.


"Dia melarang ku untuk menemui mu sayang, dia sudah berani memi...."


"Aku yang meminta nya".


Angga dan teman teman nya terkejut, kenapa Kania melakukan nya?.


"Ya baiklah, tapi aku tau perintah itu tak berlaku untuk ku kan?" Angga mencoba untuk tidak menjatuhkan harga diri nya.


"Itu juga termasuk untuk mu Angga, aku sedang beristirahat di dalam, itu lah mengapa aku meminta hal itu".


Angga menahan rasa kesal nya, kenapa Kania terus saja mempermainkan nya?.


Angga tiba tiba menggenggam erat tangan Kania hingga membuat Kania sendiri melenguh karna sakit.

__ADS_1


"Auhh apa yang kau lakukan?, lepaskan tangan ku Angga, itu sakit😧" Kania mencoba melepaskan tangan Angga dari nya.


Galen yang melihat terkejut dan langsung berdiri.


"Ada apa dengan mu?, Aku ini pacar mu Kania, kenapa kau lebih memilih bersama pria culun itu di bandingkan dengan ku?" Angga semakin marah dan semakin menguatkan genggaman nya.


Dengan sekuat tenaga, dan dengan tenaga sisa nya, Galen melepaskan genggaman Angga dari tangan Kania, dan itu berhasil.


"Jangan sakiti nona, berbicara lah dengan baik baik" Galen langsung berdiri di depan Kania, berusaha melindungi Kania.


Brugh


"Menjauhlah kau culun, kau kira kau siapa?, jangan sok hebat di depan ku, jika aku mau aku bisa saja membunuh mu sekarang" Angga mengancam Galen yang terduduk di lantai. Angga tadi sempat mendorong kuat Galen hinga tubuh nya terbentur pada tembok dan kembali jatuh ke lantai.


"Apa yang kau lakukan Angga?, Berhenti lah" sekarang Kania yang marah.


"Hah, sekarang kau malah membela si culun itu?, Kenapa selalu dia?, KENAPA HARUS DIA??!!!, Apa hebat nya dia?, JAWAB AKU KANIA??!!!!" Angga mengangkat suara nya di depan Kania.


"IYA!!!, Iya dia lebih baik dari pada kau, dan aku akan lebih memilih dia dari pada kau, sudah puas?" Semua yang berada di sana terkejut mendengar itu, Galen, Angga, dan teman teman Angga tak menyangka jawaban seperti itu akan keluar dari mulut seorang Kania, dewi kampus yang arogan dan tak punya hati.


"Apa alasan nya?" Angga geram tapi dia tetap menahan nya.


"Dia tidak kasar seperti mu, dia tak pernah menggenggam tangan ku sekuat kau melakukan nya, dia lebih baik dari pada kau Tuan Angga" Kania menunjuk Galen yang terduduk di lantai.


"Hah, lebih baik dari pada aku?, Aku bisa memberikan semua yang kau ingin kan, tapi apakah dia bisa?" Tunjuk Angga pada Galen.


"Kebahagiaan tak di ukur dengan kekayaan Angga, dan mulai sekarang aku ingin kita putus" lagi dan lagi, Kania berhasil membuat semua nya melongo.


"Apa yang kau katakan?, Kau tak serius dengan ucapan mu aku tau itu".


"100 persen aku yakin atas apa yang aku katakan" Angga tak bisa lagi menahan amarah nya, sungguh amarah nya sudah memuncak, dia sudah geram dengan semua ini.


plak


Semua nya terkejut saat Angga mengangkat tangan nya, bahkan Kania pun ikut terkejut, dia memejamkan mata nya, tapi aneh, kenapa Kania tak merasakan apa pun?, Sedikit demi sedikit Kania membuka mata nya, lalu menjelalakan mata nya saat mengetahui jawaban atas pertanyaan nya tadi.


"GALON!!?😨" Kania langsung membantu Galen yang terduduk di lantai.


"(Si*l)" Angga benci pada diri nya sendiri yang tak bisa mengontrol tindakan nya, jika saja Galen tak menghalangi, pasti Kania yang ada di posisi Galen saat ini. Angga tak suka saat Kania mendekati pria lain, tapi apa yang bisa dia perbuat?, Dia akan membuat Kania lebih marah pada nya. Angga memutuskan untuk pergi dari sana, meninggalkan Kania dan Galen beruda.


"Kau tak apa?, Itu pasti sakit" Kania cemas dan merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Galen.


"Tidak apa nona, aku baik baik saja, tenang saja🙂" Walaw muka nya sudah lebam di mana pun, tapi Galen tetap tersenyum pada Kania.

__ADS_1


"Ayo ke uks, aku akan mengobati luka nya" Kania membantu Galen berdiri.


"Tak perlu nona, sungguh aku tak apa".


"Sudah diam saja, menurut saja seperti biasa" Kania membopong tubuh Galen, menuruni tangga dan menyusuri lorong kampus.


Semua mahasiswa dan mahasiswi di sana terkejut atas apa yang di lakukan oleh Kania, bukan hanya mahasiswa dan siswi di sana yang terkejut, bahkan Galen sendiri pun tak menyangka kalau seorang dewi kampus bisa seperti ini, bahkan wajah nya terlihat sangat khawatir saat ini.


"(Apakah dia benar benar khawatir pada ku?)" Galen bertanya pada diri nya sendiri saat melihat ekspresi khawatir milik Kania.


Kania terus berjalan tanpa memperdulikan semua orang yang melihat ke arah nya.


Saat mereka beruda sudah sampai di uks, Kania membantu Galen duduk di ranjang uks dengan perlahan, dan segera mengambil kotak obat.


"Nona, ada yang bisa kami bantu?" 2 orang mahasiswa PMR mendatangi Kania.


"Ya, tolong aku mengobati dia" Kania menunjuk Galen yang duduk di ranjang.


Ke 2 pria itu menoleh dan menatap Galen tak suka, "Baiklah nona, kami akan mengobati nya" ke 2 Mahasiswa itu mengambil kotak obat dan mulai mengobati Galen.


Kania memainkan hp nya, beberapa kali Galen mengeluarkan suara nya karna rasa sakit yang di timbulkan, dan setiap Galen bersuara, Kania akan langsung menoleh dan melihat ke arah Galen.


Saat Kania melihat ke arah Galen, yang dia dapatkan adalah ke 2 mahasiswa itu menekan luka Galen, membuat luka Galen malah terasa lebih sakit.


"Berdiri kalian" Kania mengeluarkan sifat dingin nya lagi.


Kedua mahasiswa itu berdiri dan membalikan badan menghadap Kania.


"Keluar".


"Baiklah nona" ke 2 mahasiswa itu keluar dan meninggalkan kotak p3k di sana.


Kania berjalan mendekat dan duduk di kursi yang berada di depan Galen, Kania mengambil kapas dan memberikan obat pada setiap luka di wajah Galen.


TBC


Like


Comment


Vote


Rate

__ADS_1


__ADS_2