Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
Flashback 1


__ADS_3

18 tahun lalu ada 3 kluarga besar bersatu, kluarga dari Dwiputra, Dawson dan Surendra, mereka semua berada di hutan saat itu, mereka memutuskan untuk refreshing bersama anak anak mereka, dan memperkuat hubungan mereka, dan semua nya berawal dari sana.


###


Kania saat ini masih berusia 5 tahun, Kania menjadi anak tersayang karna dialah satu satu nya putri di antara penerus yang lain, Kania memiliki kakak, kakak angkat yang sudah di anggap nya seperti kakak nya sendiri.


Juliano yang berumur 9 tahun, Farel berumur 7 tahun dan Galen yang masih berumur 6 tahun, Galen hanya lahir 5 bulan lebih dulu dari pada Kania.


"Anak anak makanan nya sudah siap, berhentilah bermain dan ayo kita makan" teriak sang ibu.


Ke 4 malaikat kecil itu berhenti bermain dan pergi ke arah meja makan, mereka semua duduk manis di atas kursi, dan bersiap menyantap makanan.


"Etsss, nggak boleh, kan kata ibu kita harus cuci tangan dulu sebelum makan" Juliano mengingat kan para adik nya.


"Ehh iya😅😅" Kania langsung menyodorkan tangan nya di depan Juliano, dengan senang hati Juliano menyemprotkan hand sanitizer pada telapak tangan Kania, setelah nya ke dua adik nya juga ikut menyodorkan tangan mereka pada Juliano.


"Duhh Juliano ku pinter banget sih, jadi gemes😋" Lana mencubit pipi Juliano dengan sayang.


"Awww adyuhhh swa....kwit😗" Juliano mencoba melepaskan cubitan itu.


"Ahh iya, maaf sayang😅😅".


"Mama nggak boleh gitu, masa kak Juli di siksa" Farel kecil angkat suara.


"Ehh nama kakak itu Juliano bukan Juli, Juli itu nama cewek, hump😤" Semua orang di sana tertawa melihat tinggkah sang malaikat kecil.


BTW mereka lagi ada di halaman belakang, para orang tua berbagi tugas, ada yang memanggang daging, ada yang menyiapkan manisan, dan menata meja.


"BBQ nya sudah siap" Karina datang dengan membawa 1 piring daging di tangan nya.


"Wahh😮😮" ke 4 malaikat kecil itu bersorak bahagia melihat makanan yang di bawa para orang tua.


"Apakah para malaikat kecil sudah lapar setelah bermain?😄" Yuda berseru.


"Iya ayah, Kania dah laper banget, cacing di perut Kania demo gara gara belum di kasih makan😙" Kania kecil membuat semua di sana merasa gemas.


Dengan tak erotis nya Galen meletakan telapak tangan nya pada wajah Kania dan sedikit mendorong nya.


"Aduh aduh aduh😥" Kania.


"Jangan menunjukan keimutan mu itu, kau membuat orang tua kita menjadi gemas😤😤😤" Galen melepaskan tangan nya.


"Memang nya kenapa?, cieee kak galon cemburu hahaha🤣🤣🤣" semua nya ikut tertawa karna Kania.


"Ishh, mama, lihat Kania manggil aku kek gitu😢" Galen mengadu pada sang ibu.


"Bagus dong, kau tau, nama panggilan di berikan sebagai ungkapan rasa sayang dari orang yang memberi panggilan😊" Risa duduk di sebelah sang anak.


"Tapi itu tak terdengar seperti itu ma, itu terdengar seperti ejekan😢".


Risa tersenyum kepada sang anak, "orang yang tak menyayangi kita, mereka juga tak akan perduli untuk memberikan nama panggilan pada kita".


"Walaw pun nama panggilan itu terdengar mengejek?".


Risa melemparkan senyuman pada sang anak, Kania turun dari kursi nya dan berjalan mendekat ke arah Galen.

__ADS_1


"Yang di bilang bunda Rara bener kak, Kania itu sayang sama kakak, karna itu Kania kasih nama begitu😊" Kania kecil menggengam tangan Galen yang ukuran nya sedikit lebih besar dari pada tangan Kania sendiri.


"Kau serius?😢" Kania kecil mengangguk.


Galen turun dan memeluk Kania, "Galen juga sayang Kania".


"Awww😚😚😋" para orang tua yang melihat berseru gemas karna tingkah ke dua anak kecil itu.


Tapi entah kenapa, Farel merasa aneh di hati nya, "(Aku tidak suka Kania di sentuh orang lain kecuali Farel😤, hump)".


Ctak


Farel membantik sendok makan nya dengan piring, membuat semua mata tertuju pada Farel.


"Emm itu, Farel udah lapar, apakah kita bisa mulai makan?" Sang ibu mengelus rambut Farel dengan sayang.


"Baiklah pangeran kecil ku😊".


"Ayo ayo mari makan😆" Ayah Farel membuka suara.


Semua nampak bahagia di meja makan, bersanda tawa bersama tanpa ada jarak yang dapat memisahkan mereka, tapi siapa yang akan tau jika kebahagiaan itu sewaktu waktu akan musnah?.


Farel terus menatap Kania, Farel lebig sering menatap Kania dari pada makanan nya sendiri.


"Sayang ayo makan makanan mu, kenapa malah bengong?" Lana membuyarkan lamunan Farel.


"Iya bunda😊" Farel menurut dan mulai menghabiskan makanan nya, tapi pandangan nya berkali kali menatap Kania.


Mereka tinggal di vila besar itu selama 1 minggu lama nya, anak anak itu senang di sana, tak ada keramaian kota yang akan menggangu pendengaran mereka, tak ada asap yang akan menggangu indra penciuman mereka, dan ada kesunyian yang paling di sukai Kania, setiap malam Kania kecil akan menatap langit berbintang entah di luar atau di balkon kamar nya.


Kania saat ini duduk di ayunan halaman belakang, sambil terus menatap langit malam yang indah.


"Lalu kenapa kakak malah ikut duduk di sebelah Kania?".


"😁😁😁hehehe, mau jagain Kania biar nggak ada nyamuk yang deketin".


"Uwuu makasih kakak😙" Kania memeluk lengan Juliano yang duduk di sebelah nya.


"Kamu lagi ngapain di sini?" Juliano.


"Coba deh kakak liat ke atas, langit nya tuh indah banget" tunjuk Kania ke arah langit malam.


"Iya sih indah, tapi kan liat nya bisa dari kamar".


"hehehe😁".


Kesunyian melanda setelah nya, Kania mengangkat suara nya.


"Tuhan itu memang penyayang ya kak".


"Kenapa?".


"Tuhan enggak ngebiarin bulan sendirian untuk menerangi malam, tuhan udah nyiapin banyak bintang yang bakal bantu bulan buat bersinar, biar kita manusia enggak buta dan masih bisa melihat walaw malam datang".


"Wahhh😮 adik bontot kakak udah besar yaa, kalimat nya udah bijak 😊" Juliano mengelus rambut lembut Kania.

__ADS_1


"😊😊😊".


"Tapi Kania tau nggak?, Kakak ada denger, kata nya bintang itu nggak ada, dan yang bersinar itu satelit".


"Owh ya?, Kakak denger dari mana?".


"Entah lah, kakak pun lupa".


Kania terdiam, "Ada apa?, Kenapa Kania jadi diam?, Apakah kakak sudah nyakitin hati Kania?".


"Tidak kak, Kania cuma mikir doang, bentar" Kania memasang pose berfikir nya yang sukses membuat Juliano gemas.


"Lama banget".


"Bentar🤔".


Juliano tertawa kecil melihat betapa imut nya Kania.


"Kania dah dapet jawaban nya".


"Apa?".


"Bintang itu ada kak, kakak tau kan film princes, film jaman dulu?, Malam mereka ada bintang walaw pada jaman itu tak ada teknologi kek sekarang".


"Emm🤔, iya juga ya, hem😊 bagus deh kalo gitu, jadi adik manis kakak enggak sedih😊".


"😊😊" Kania menyandarkan kepala nya pada pundak Juliano, Juliano menerima bahkan dia mengelus rambut Kania dengan sayang, setelah nya Kania tertidur di pundak Juliano.


Semua mencari ke dua anak itu di dalam rumah tapi tak menemukan kedua nya, akhirnya Karina melihat ke dua malaikat itu sedang duduk di ayunan, mereka berjalan mendekat.


"Kenapa ka..."


"Hutsss" Juliano memberikan isyarat pada yang lain jika Kania saat ini sedang tidur.


"Ya sudah biar ayah yang bawa Kania masuk" Yuda berbisik dan mulai menggendong sang putri dengan pelan agar sang anak tak terbangun.


Farel mengenggam erat baju nya kesal, dia kesal saat melihat Kania yang tidur di pundak Juliano, "(Seharunya aku yang di sana, bukan kak Juliano😡)".


Semua nya pergi dari sana berjalan masuk ke dalam vila, ayah Juliano bertanya pada sang anak, "Kau lelah?".


"Tidak ayah, aku suka menemani Kania😊".


"Bagus, terus jaga adik adik mu dengan baik oke?😊".


"Iya ayah😊" sang ayah menggandeng tangan anak nya.


TBC


Jangan lupa kek biasa


Like


Comment


Vote

__ADS_1


Rate


Share


__ADS_2