
"😏Hem, tenang saja, aku tak tertarik untuk membelah bumi, aku hanya tertarik pada mu Kania😏" kalimat itu membuat Kania merasa jijik dan kesal sekaligus.
......................
"🎤Kembali lah pada pasangan kalian" Farel yang tak ingin melepaskan Kania, dengan paksa Galen menarik Kania dari Farel.
"Bagus😏, tindakan yang berani".
"Tentu saja" Galen bangga pada diri nya sendiri tanpa tau bahwa rencana sudah di susun untuk melenyapakan nya.
Tiba tiba Kania merenyit, dan membuat Galen cemas.
"Ada apa?" Galen Panik saat Kania semakin terlihat aneh.
"Entah lah, tapi aku merasa😫..." Kania menarik kepala Galen mendekat ke pada nya dan berbisik, "...Panas😫".
"😶" Galen yang mengerti hanya bisa menjelalakan mata nya, menyembunyikan ekspresi terkejut di balik topeng nya.
...----------------...
"Bersabarlah nona, kita akan sampai😧" Galen mempercepat laju mobil nya.
"Ahhhh panas Galen😫" Kania menggeliat di dalam mobil, duduk di samping Galen.
"Iya nona, sabar, tahan sebentar lagi😧" Galen tak bisa mempercepat mobil nya lagi, sementara Kania semakin kehilangan kontrol.
"Hentikan mobil nya, menyamping😫" dengan susah payah Kania mengucapkan nya.
"Tapi nona😧".
"Lakukan saja😫" Kania masih menggeliat di sana.
Galen menuruti permintaan Kania, Galen menyampingkan mobil nya pada jalanan yang sepi, mobil berhenti dan...
cup
Kania menyerang Galen dengan tiba tiba, membuat Galen terkejut dan mendorong tubuh Kania.
"Apa yang kau lakukan nona?, Sadarlah, aku akan membawa mu pulang".
"Masalah besar akan terjadi jika aku pulang😫, aku tak bisa menahan nya lagi, ahhh😫, help me plis".
Galen tak bisa melihat Kania kesakitan seperti ini, Galen tak tega melihat nya, tapi, di sisi lain, Galen tak ingin merusak Kania.
...----------------...
Galen terbangun karna tajamnya sengatan sinar matahari.
"Eumhh😧😪".
Dengan perlahan Galen membuka mata nya, dan memperbaiki posisi duduk nya, saat Galen memutar kepala nya, Galen tak melihat Kania di sana.
__ADS_1
"Hah?, Kania kemana?, Pergi ke mana dia?", Galen memutar mutar badan nya, melihat ke luar lewat kaca mobil, tapi tetap dia tak menemukan sosok Kania.
...----------------...
Galen selalu datang ke kampus hanya berniat untuk bertemu Kania, tapi sudah 2 hari ini Kania tak masuk, bahkan Galen juga sudah mencari di hutan tempat Kania membangun rumah sederhana, tapi tetap saja, Galen tak menemukan Kania, Galen hanya perlu bicara, Galen takut jika Kania tak bisa menerima nya dan mengalami depresi.
"ARGHHH!!!😫" Galen berteriak, meluapkan semua rasa kekesalan dalam hati.
"Kau di mana Kania?, Tolong temui aku, kenapa kau bersembunyi?" Galen berada di atap saat ini.
Kania menghilang tiba tiba, sudah 3 hari Galen tak melihat nya atau mendengar kabar tentang Kania, tak ada 1 kabar pun yang Galen dengar beberapa hari ini, Galen hanya meminta jika Kania baik baik saja saat ini, hanya itu yang Galen minta.
Galen melangkah pergi dari atap, dia sudah tak memiliki mood untuk masuk ke kelas, Galen ingin pulang saja, dan memikirkan lagi bagaimana diri nya bisa menemukan Kania.
Saat Galen berada di bawah, dia mendengar beberapa mahasiswa bergosip.
"Ku dengar besok Kania akan mengurus pemberhentian nya dari kampus" 1.
"Kenapa?, Kok tiba tiba?" 2.
"Entah lah, mungkin dia sudah bosan" 1.
"Anak orang kaya kan bebas" 3.
"Iya" 1, 2.
Galen yang mendengar nya sontak terbelalak, sebegitunya Kania ingin menghindar?, Tapi kenapa?, Apa alasan Kania menghindari nya?.
...----------------...
"Baiklah, trima kasih pak" Mawar menunduk memberi hormat dan menjabat tangan dekan tersebut.
"Sama sama nona, kalau nona Kania tertarik untuk kembali berkuliah, pintu universitas ini akan selalu terbuka lebar" Dekan.
"Ya" jawaban singkat itu membuat Dekan merasa canggung, Mawar langsung mengundurkan diri dan pergi.
Kania dan Mawar keluar dari ruang Dekan, tapi saat mereka keluar, mereka di kejutkan dengan suara gaduh para wanita yang menjerit histeris, bahkan suara itu semakin mendekat. Mawar dan Kania ingin tau ada apa dan langsung menoleh ke arah sumber suara.
Saat Mawar dan Kania mengalihkan pandangan nya, tak lama dari itu muncul seorang pria dari balik dinding, pria itu berjalan dengan kaki panjang nya menuju ke arah Kania, dan jangan lupakan semua wanita yang mengerumuni nya di sepanjang jalan.
"Galen?" bisik Kania.
"Iya, bukan kah itu Galen?".
Saat ini Galen berdiri tepat di depan Kania, tepat di hadapan Kania, membuat semua yang berada di sana terpelongo, dan bertanya tanya ada apa?, Ada hubungan apa Kania dengan pria itu?.
"Ada apa?" Kania bertanya tanpa rasa bersalah, bahkan Kania mengalihkan pandangan nya dari Galen.
"Bisa bisa nya kau bertanya ada apa?" Galen menatap dalam Kania.
Bisikan demi bisikan terdengar di sana, sedangkan Kania sendiri terkejut mendengar Galen tidak memanggil nya nona lagi, hari ini bukan hanya penampilan nya yang berubah, tapi kepribadian seorang Galeb berubah, entah apa yang membuat nya seperti ini, Bahkan Galen berhasil mendapatkan banyak fans wanita dalam waktu singkat.
__ADS_1
Galen menarik lengan Kania, dia membawa Kania pergi dari keramaian, melangkah cepat meninggalkan semua orang yang melihat dengan tanda tanya besar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bruk
"Aw😧".
Galen memojokan Kania di dinding dan mengukung tubuh Kania, tatapan kesal di tunjukan Galen pada Kania.
"Ada apa dengan mu?, Lepaskan, apa yang ingin kau coba tunjukan pada ku?" Kania ikut kesal.
"Seharus nya aku yang marah pada mu Kania..." Kania bingung ada apa ini?, Bagaimana Galen bisa berubah seperti ini?.
"Apa?, Ada apa dengan mu?".
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu pada mu, kenapa kau mencoba melarikan diri dari ku Kania?, Ada apa dengan mu?".
"Melarikan diri apa?, Jangan berfikir yang aneh" Kania mengalihkan pandangan nya, dia tak ingin menatap Galen yang seperti ini, dia tak ingin melihat nya.
"Jadi kenapa kau tak masuk 3 hari ini?, Kenapa kau meninggalkan aku sendiri di dalam mobil waktu itu?".
"Aku punya banyak pekerjaan yang harus aku lakukan".
"Kau berbohong, tatap aku jika memang itu benar" Kania menatap mata Galen dan mengulang kalimat nya.
"Aku memiliki banyak pekerjaan, itu lah mengapa aku tak masuk dan meninggalkan mu sendiri di sana".
"Tidak, aku tak percaya, terus kenapa kau berhenti dari kampus?".
"Aku sudah bilang aku punya banyak pekerjaan, aku tak punya banyak waktu untuk mengurus hal tak penting Galen, jadi pergi lah dari hadapan ku sekarang😤" Kania mendorong kuat tubuh Galen, dan akhirnya Kania berhasil lepas dari kungkungan Galen.
"Dan untuk malam itu, anggap semua nya tak pernah terjadi, setelah ini kita tak saling kenal, dan tolong pergi dari hidup ku, aku tak ingin melihat mu lagi" Kania mengatakan nya sambil membelakangi tubuh Galen.
Kania pergi dari sana, Galen yang mendengar penuturan Kania tak bisa menahan amarah.
Bug, bug
"ARGHHH!!!, SI*L!!!😠" Galen meluapkan semua amarah nya, menendang tembok di depan nya. Galen mengacak acak rambut nya kesal, Galen bergerak gelisah.
"ARGHH!!!, Si*l si*l si*l" berkali kali Galen mengumpat karna kesal.
"Apa yang kalian maksud?, Dan malam apa?, Jelaskan semua nya pada ku" seseorang datang menghapiri Galen di sana.
TBC
Like
Comment
Vote
__ADS_1
Rate