
Galen dan Kania berjalan mendekat ke mobil hitam yang di bawa Galen untuk menuju ke sini.
Yaa setelah sangat memaksa dan meminta, akhirnya Kania mau ikut pulang bersama Galen.
"Silahkan masuk nona" Galen membuka pintu mobil untuk Kania.
Kania tak mengatakan apa pun, hanya masuk ke dalam mobil dan Galen langsung membawa mobil itu pergi.
"Kau punya mobil?" Tanya Kania.
"Tidak nona, ini saya menyewa nya untuk sementara".
"Kau punya banyak uang ternyata".
"Saya bekerja sampingan nona".
"Kok bisa?, Kau selalu bersama ku, pekerjaan mu di mulai jam berapa?".
"Aku hanya bekerja lewat hp".
"Owhh"
Jedup
Cittt~
"Ada apa?😧" Galen mengerem.
"Seperti nya ban mobil nya pecah nona, akan saya periksa sebentar" Galen turun dari mobil untuk melihat kondisi mobil nya.
Saat melihat ban belakang, Galen terkejut.
"Pecah" Kania yang datang dari belakang Galen.
"Eh hehehe😅".
Kania menggaruk kepala nya yang tak gatal.
"Aku akan menelfon bengkel" Galen langsung menghidupkan hp nya, tapi Kania malah pergi.
Galen yang menyadari Kania pergi, langsung mengejar Kania, "Nona, nona mau ke mana?".
"Pulang".
"Jalan kaki?".
"Ya".
Galen mematikan ponsel nya, "Kenapa?".
Kania menatap Galen, "apa yang membuat mu cerewet?", Kania melanjutkan perjalanan nya.
"Bukan begitu nona, tapi ini jauh, jika di tempuh dengan jalan kaki, kapan kita sampai?".
__ADS_1
"Jika manusia terus mengeluh seperti mu maka pekerjaan apa pun tak mungkin selesai".
"🙄🙄(sok sekali, ayo kita lihat sejauh apa kau bisa berjalan)" ucap Galen dalam hati nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah 1 kilometer mereka berjalan, dan tak ada yang membuka pembicaraan di sepanjang perjalanan, hanya kesunyian di sepanjang perjalanan.
"Apa kau lelah nona?".
"Sudah lah jangan bertanya" Kania terus saja berjalan walaw dia sudab lelah.
"Nona aku mau pipis sebentar".
"😑, Cepat lah" Galen pergi masuk ke hutan, sedang kan Kania menunggu di samping jalanan.
5 menit lama nya Galen pergi, "aku kembali, apa nona rindu?😄".
"Jangan menghalu, ayo" Kania melanjutkan jalan nya, sedang kan Galen berjalan di samping Kania, berusaha mengiringi langkah Kania.
"Mau berpegangan?".
"😑Jangan sentuh, menjauh".
"Galak sekali".
"Diam Galon".
"Aku Galen nona, bukan Galon".
"Aku serius nona".
Kania menjelalakan mata nya pada Galen, "Hutss~", Kania mencoba mendengarkan, ada sesuatu di balik semak semak itu, semak semak itu bergerak.
Kania melangkah mendekat guna melihat apa yang di balik semak semak itu.
Srak
Kania melihat kelinci kecil yang terjebak di semak semak itu, kaki nya bahkan berdarah.
Kania berjongkok dan membantu si kelinci kecil itu membebaskan diri, kelinci itu bergerak resah, tak mau diam, Galen yang ingin tau berjalan mendekat dan melihat nya sendiri.
Semak semak berduri melilit kaki si kelinci kecil, membuat kaki nya mengeluarkan darah, Kania berusaha, bahkan jari nya sendiri terluka karna tertusuk oleh duri.
"Jangan diam saja, tarik kelinci nya, cepat!!!" Kania menahan semak berduri itu, dan Galen dengan cepat menarik keluar si kelinci kecil.
Kania berdiri dan mengambil alih si kelinci kecil dari tangan Galen, kelinci itu hanya diam tak berdaya.
"Seperti nya dia sudah lelah, aku akan membawa mu bersama ku ya🙂" Kania mengelus lembut kepala kelinci itu, kelinci itu pun diam dan merasa nyaman berada di pelukan Kania. Galen yang melihat hanya diam dan tersenyum
Ada 1 mobil yang datang menuju ke arah mereka, dengan cepat Galen memberhentikan mobil nya, beruntung nya mereka saat si pemilik mobil mau menampung mereka, Kania dan Galen masuk dan duduk di belakang, tidak cuma cuma, Galen memberikan sejumlah uang pada pemilik mobil.
Di dalam mobil Kania meletakan sang baby bunny di pangkuan nya, mengelus lembut tubuh kecil kelinci itu, Kania pun tersenyum tanpa dia sadari, dan sungguh Galen suka melihat nya, dia ingin menyimpan ini di memori nya.
__ADS_1
Kania melupakan luka di jari nya, rasa sakit nya terobati oleh si kelinci, tapi Galen tidak, dia tidak lupa akan luka itu.
"Pak, apa kau punya kotak p3k di sini?".
"Ya tuan saya punya, sebentar" si supir mengambil kotam p3k di bawah nya dan memberikan pada Galen, Galen mengambil nya.
"Apa yang kau lakukan?" Galen menarik tangan Kania yang terluka.
"Mengobati luka nona".
"Tak perlu" Kania menarik tangan nya hingga lepas dari Galen, tapi bukan Galen kalau menyerah, dia menarik tangan Kania lagi, dan mulai membersihkan luka di jari Kania.
"Lain kali jika ingin membantu, pastikan diri nona aman dulu".
"Jika aku menuruti mu, bisa ku pastikan keadaan kelinci ini akan semakin parah".
"Baiklah, terserah nona" Galen memplaster jari Kania yang terluka, Kania yang melihat nya tiba tiba memasang ekspresi sedih.
"Sudah selesai😄" Galen menatap Kania, Kania langsung menarik tangan dan kembali menjadi dingin, Galen bingung dengan perubahan Kania, "nona ada apa?, Apakah aku membuat kesalahan?".
"Tidak, aku hanya lelah" Kania berbohong.
Tanpa persetujuan dari Kania, Galen meletakan kepala Kania di pundak nya, Kania yang terkejut langsung memarahi Galen.
"Apa yang kau lakukan?😡".
"Nona bilang nona lelah, jadi aku memberikan pundak ku untuk nona, kemarilah☺️" dengan perlahan Galen meletakan kepala Kania pada pundak nya, Kania tak menolak, dia menurut, Kania memang cukup lelah.
Kania terus mengelus lembut si kelinci kecil, mata Kania pun sudah lelah dan ingin tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku sudah mengambil keputusan ibu, aku tak akan menyakiti nya, aku akan membiarkan perasaan ini yang menang, aku tak bisa melihat nya bersedih" Galen mengelus lembut kepala Kania yang tidur di pundak nya, ya Kania tidur begitu pun dengan baby bunny.
...----------------...
Hari di mulai seperti biasa, Kania juga melakukan aktifitas nya seperti biasanya, setelah semalaman di marahi sang tuan besar.
Tuan Yuda mengeluarkan semua urat nya semalam tapi Kania hanya fokus mengobati kelinci nya dengan baik dan hati hati, Yuda yang sudah lelah memarahi, berhenti dan masuk ke kamar nya. Kania membelikan kelinci itu kandang yang besar dan di letakan nya di kamar nya, di samping tempat tidur nya.
Jam pelajaran berganti, sebelum sang dosen pergantian datang, Kania harus lebih dulu keluar dari kelas itu, tapi tepat di depan pintu kelas, Kania berhadapan dengan sang dosen.
Kania diam, mendadak Kania mematung di depan pintu kelas, Kania sangat terkejut dengan apa yang di lihat nya saat ini.
"Mau kemana?" Pertanyaan itu membuat Kania tersadar dan kembali bertanya.
"Kenapa kau di sini?" Tatapan datar dan dingin di tunjukan oleh Kania, Kania berharap apa yang di lihat nya sekarang bukan lah kenyataan, Kania berharap ini hanya lah mimpi, jika ini benar mimpi, maka siapa pun tolong bangunkan Kania, Kania tak suka mimpi ini, mimpi yang terlalu buruk.
TBC
Like
Comment
__ADS_1
Vote
Rate