Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
25


__ADS_3

Hari ini ke2 kluarga akan berkumpul untuk makan malam, semua persiapan makan malam sudah di persiapkan di rumah Farel.


Jam menunjukan pukul 5, Yuda, Karina dan Kania sudah siap untuk pergi ke rumah Farel. Pesta kecil akan di sediakan, pesta untuk merayakan pertunangan Farel dan Kania.


...----------------...


"Selamat datang besan, akhirnya kalian datang juga, kami sudah menunggu lama di sini" tuan Davies.


"Yaa mau bagaimana lagi, kau seperti tidak tau saja bagaimana wanita".


"Sembarangan saja kau, bukan kah kami yang malah menunggu mu" nyonya Karina tentu tak setuju dengan itu.


"Sudah sudah, kita lanjutkan perdebatannya di dalam saja, ayo masuk, aku sudah mempersiapkan semua nya dengan baik" Davies membawa ke 3 tamu nya masuk.


Ke 3 orang tua itu berjalan di depan Kania dan Farel.


"Bagaimana hari mu?" Farel membuka obrolan.


"Seperti biasa" ya, cuek seperti biasa.


"Aku akan menepati janji ku, aku akan membantu kluarga mu, dan kau juga harus menepati janji mu oke?".


"Ya, (Bagaimana tidak, bukan kah kau lah yang menghancurkan prusahaan keluarga ku?)".


Mereka berada di ruang tamu saat ini.


"Farel, kau ajak saja Kania berkeliling, gunakan waktu dengan sebaik mungkin" Davies.


"Baik ayah, kami permisi" dengan sopan nya Farel menunduk dan di balas senyuman oleh ke 3 orang di sana.


Farel berjalan di sebelah Kania, Kania terus mengedarkan pandangan nya ke sana dan kemari, sedangkan Farel?, Pandangan nya tak bisa lepas dari Kania, bagaimana mau lepas jika Kania nya sendiri terlihat sangat mempesona?.


Farel mengarahkan Kania ke taman belakang rumah nya, saat pintu kaca itu di dorong ke samping, Kania dan Farel mulai melangkah dan menginjak rumput di sana, sejuk dan bersih.


Rerumputan nya sangat lebat, di sana juga ada pohon yang rindang, memiliki banyak daun sehingga ayunan singgel di sana tak kepanasan.


"Duduk lah, aku akan mendorong nya untuk mu" Kania duduk di ayunan itu, tali ayunan itu terlilit oleh bunga bunga yang indah, harum dan sepertinya ini bunga asli.


Farel mulai mendorong tubuh Kania perlahan, tubuh Kania terayun membuat Kania merasa nyaman, wajah nya menerpa udara di sana, matahari hampir tenggelam jadi memang menjadi sedikit gelap.


"Kau menyukai nya?" Farel.


"Ya".

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, karna ayunan ini sengaja ku buat hanya untuk mu🙂" Farel terus mendorong perlahan tubuh Kania.


Kania yang tak tau harus mengatakan apa, memilih diam dan bungkan saja.


"Setelah kita menikah maka semua milik ku akan menjadi milik mu, aku juga akan menuruti semua permintaan mu... asal kan itu bukan lah permintaan yang aneh, dan masih masuk akal" Kania mengurungkan niat nya untuk meminta sesuatu.


Matahari sudah tak tampak lagi dan itu bertanda jika malam sudah datang.


"Ayo kita masuk, tak baik di luar malam malam, kau bisa masuk angin nanti" Farel mengajak Kania untuk masuk kembali ke dalam rumah, karna udara malam itu lebih dingin.


Kania menurut saja, kemudian langkah yang di tujukan Farel sekarang akan menuju ke kamar nya, kamar yang berada di lantai 3 itu sangat lah besar dan luas, kamar dengan nuansa putih abu abu, dengan warna putih yang menjadi dominan nya.


"Biar ku tunjukan pada mu loteng di kamar ku" Farel meraih tangan Kania dan membawa nya ke tangga yang barusan saja dia tarik, "Naiklah dan lihat lah" Farel menyuruh Kania untuk melihat loteng nya.


Kania menaiki tangga itu, kepala Kania masuk ke lubang atap yang sengaja di buat untuk loteng seperti ini.


"Wahhh beautiful" tanpa sadar Kania mengucapkan 1 kalimat sanjungan yang membuat hati Farel sangat bahagia, tak pernah Kania memuji di depan telinga nya, dan sekarang?, Kalimat sanjungan itu malah di dengar dan di tujukan pada nya(?).


Saat ini Farel dan Kania sudah di dalam atap, dengan kepala yang sedikit menunduk, atap nya pendek, tapi tak masalah, jika ruang atap nya sebagus ini kemarahan pasti sirna.


"Maaf karna atap nya yang terlalu pendek" mata Kania membola saat gendang telinga nya mendapati suara Farel yang meminta maaf, apa maaf?, Kalimat yang tak pernah ia katakan pada siapa pun, dan dia mengatakan nya pada Kania?, Yang benar saja.


"Hm, tak apa".


"Duduk lah di sini" Farel mempersilahkan Kania duduk di dekat jendela loteng.


"Kau suka?".


"Ya, di sini sangat indah".


"Loteng ini akan menjadi milik mu saat kita menikah nanti" Farel menggenggam tangan Kania, yang memang berada di sebelah tangan nya.


Kania hanya membalas dengan senyuman untuk kaliamat yang 1 ini.


Tiba tiba ada pergerakan yang berhasil membuat Kania ketakutan, Farel mendekatkan wajah nya pada wajah Kania, sambil kepala nya sedikit ia miring kan, Kania tentu membola saat itu, kepala nya ia usahakan agar tak dekat dengan Farel, tapi usaha itu gagal, Farel tetap mendekat sampai pada akhirnya Kania menutup nata nya erat erat, berdoa jika ini hanya akan menjadi senyuhan antara 1 bibir dan bibir lain, tak lebih.


Farel membuka mulut nya agar dia bisa meraup bibir yang berada di hadapan nya, tapi...


Suara ketukan yang mengganggu.


"Farel, Kania, turun lah ini sudah waktu nya untuk makan malam".


"Iya pa" mereka sedikit menjerit 1 sama lain karna , Kania selamat kali ini.

__ADS_1


"(Trima kasih om, kali ini kau menyelamat ku, tapi tidak tau siapa yang akan menyelamatkan ku nanti?)".


"Ayo kita turun" Farel mengurulkan tangan nya, dan di terima oleh Kania, Farel membantu Kania berdiri juga turun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini semua nya sedang makan di ruang makan, Kania dan Farel duduk bersebelahan dan di hadapan mereka ada Yuda dan Karina.


"Kan enak liat nya gini, akur" sindir tuan Davies.


Kania tersenyum kecil membalas ucapan Davies.


"Ayah mungkin senang melihat nya, tapi jujur aku takut dengan itu".


"Bagaimana bisa singa yang ganas menjadi kelinci lucu?" Farel sengaja menggoda Kania yang duduk di sebelah nya.


Semua nya tertawa mendengar itu, sedangkan Kania semakin menundukan wajah nya, berpura pura bahwa dia tak mendengar apa pun.


"Sudah lah, kenapa kau malah menggoda menantu ayah?, Kau membuat nya merona, puf" Davies.


Farel menoleh dan melihat Kania yang menunduk, senyuman tulus terpancar kembali dari sudut bibir Farel.


"Kania seperti sekarang mungkin karna setatus kalian yang sudah menjadi sepasang kekasih" Karina.


"Ya, apalagi hubungan sebelum nya adalah kakak dan adik" Yuda.


Farel melirik Kania dan mengatakan sesuatu dengan nada yang tulus.


"Tak ada 1 orang pun yang tak menyukai perubahan yang baik🙂".


Sekejap semua nya terdiam, Kania menganggkat kepala nya dan melihat me arah Farel yang tersenyum ke arah nya.


Senyuman yang sangat nampak dari hati, senyuman yang memancarkan rasa kasih dan sayang, tapi hal itu tak bisa membuat Kania melupakan apa yang telah Farel lakukan.


Semua kembali menyantap makanan mereka masing masing.


TBC


Like


Comment


Vote

__ADS_1


Rate


Don't forget, pliz


__ADS_2