
Keesokan hari nya di kampus, seperti biasa Kania akan duduk di kursi paling belakang.
Kania merenyit saat mata nya tak menemukan sosok yang ia cari, "si galon ke mana?, Baru aja masuk dah nitip absen aja tuh anak, cih ternyata dia bandel juga, auk ah."
"Kania" panggil sang dosen, Kania hanya balik menatap sang dosen dengan tatapan malas.
"Mana tugas mu?, Hanya kau yang belum mengumpul catatan" tanya sang dosen, dan hal itu berhasil membuat kania sadar.
"(Si*l, kemarin aku sudah menyuruh galon untuk menyalin nya, dan dia malah tak masuk, ahhh si*l😡), aku tak mengerjakan nya" jawab Kania santai.
"Kalau begitu, dengan berat hati bapak menyuruh mu keluar dari kelas, karna anak yang...." Belum sempat sang dosen menyelesaikan kalimat nya Kania sudah keluar dari kelas, dosen yang melihat nya hanya bisa sabar saja.
"(Etika anak sekarang sudah sekarat)" monolog sang dosen.
Kania melangkah pergi ke atap, kemarahan memuncak yang tak lagi bisa di pendam, "si*lan, berani sekali dia menyuruh ku keluar kelas😡, dia fikir dia siapa?, Tak ada yang berhak memerintah ku😡, cih aku juga tak membutuhkan ilmu dari nya."
Saat Kania sudah sampai di atap, Kania langsung menutup pintu dan berjalan ke pembatas, "WAHHHHHHH!!!!!😮" Kania menjerit sebisa mungkin, melupkan semua nya amarah nya, setelah lelah kania duduk di lantai.
"Arghh si*l😠, siapa yang mempekerjakan dosen itu?, Berani sekali dia😠😠, dan galon, kemana dia? Seharus nya dia meminta izin pada ku jika dia tak mau masuk, setidak nya selesaikan tugas ku, arghh sial, menyebalkan."
Apakah sepenting itu galon di hidup sang dewi?, Bukan kah banyak pria yang mengantri untuk nya?, Kenapa harus galon? Yang bahkan selalu membuat nya naik pitam?.
"Galon kau lihat saja besok, aku akan memberikan mu pelajaran untuk semua yang ku alami, ku pasti kan kau akan menjadi peliharaan ku yang penurut😡."
Di sisi lain galon tengah mengobati luka lebam nya, di wajah bahkan tubuh nya, sesekali galon akan merenyit karna rasa sakit yang di rasa nya, luka dan rasa sakit ini akan selalu Galen ingat.
Skip
Rumah besar kluarga Adiputra. Semua nya berkumpul di meja makan, karna memang sudah waktu nya makan malam.
"Bagaimana di kampus?" Tanya sang nyonya besar.
"C" jawab cuek sang anak.
"Why?" Sang tuan besar bertanya.
"Dosen di sana memerintahkan ku untuk keluar" Kania menyendok soup di depan nya.
"Ayolah sayang jangan seperti itu, kau sendiri yang mau berkuliah, ingat?" Sang nyonya membujuk anak semata wayang nya itu.
"Hmm."
__ADS_1
"Minggu depan ayah ingin kau memimpin rapat pemegang saham karna ayah dan ibu mu ada urusan di luar negri, mungkin 1 minggu lama nya."
"Hm" setelah nya Kania berdiri dari duduk nya, "aku sudah selesai," baru saja Kania membalikan tubuh nya untuk pergi.
"Apa kau tak suka?" Tanya ibu Kania.
"Bukan kah sudah biasa, kenapa aku harus merasa seperti itu?" Setelah mengatakan itu Kania langsung melangkah pergi, ayah nya biasa saja melanjutkan makan nya, tapi nyonya Adiputra mencemaskan keadaan putri nya, mood makan nya tiba tiba menghilang.
...----------------...
Kania saat ini duduk di meja belajar nya, memainkan komputer nya, entah melakukan apa, sedangkan di luar kamar Kania sudah berdiri sang nyonya besar, antara ingin mengetuk dan tidak, nyonya besar Adiputra saat ini sedang di landa kebingungan, dan Kania?, Dia tau jika sang ibu saat ini sedang berdiri di kamar nya, dia hanya diam sengaja ingin melihat apakah ibu nya seberani itu atau lebih memilih diam membiarkan waktu yang bekerja.
Saat sang nyonya ingin mengetuk tiba tiba telfon nya berbunyi, sang nyonya langsung menganggkat panggilan itu.
"📞....."
"📞Apa?, Bagimana bisa?."
"📞....."
"📞Kalian itu aku bayar bukan nya tidak, hanya mengerjakan hal sepele seperti itu pun kalian tak bisa?."
"📞....."
"Cih."
...----------------...
Keesokan hari nya, Kania tetap hadir ke kampus dengan Angga yang akan menyambut nya, dan ke 3 teman pria nya akan berjalan di belakang pasangan itu.
"Sayang malam ini kita jalan jalan yuk?" Pinta Angga.
"Gue sibuk."
"Owhh ya udah kalo gitu, gpp kok🙂" Angga hanya tersenyum menahan rasa kesal di dada nya.
Angga dan ke 3 teman nya mengantar kan sang dewi ke kelas nya, setelahnya mereka pergi ke kelas mereka masing², sedangkan Kania, dia keluar menuju ke loker nya hendak mengambil headset yang ia letakan di sana.
Sungguh tak di duga, hendak hanya untuk mengambil headset malah mendengar gosip tentang nya.
"Cih, untuk apa cantik kalau tak punya etika."
__ADS_1
"(Satu)."
"Sama seperti buah, mulus di depan busuk di dalam."
"(Dua)."
"Kaya, cantik, tapi tak punya etika, sungguh di sayang kan."
"(Tiga)."
Kesabaran Kania habis, dan dia membalikkan tubuh nya, menghadap ke mahasiswi yang mencibirnya tadi.
Berjalan mendekat ke arah mereka, "aku akan mengabul kan keinginan kalian🙂," Kania mengangkat telfon nya, dan menelfon seseorang.
"Pak, saya mau minta sesuatu, tolong anda keluarkan mahasiswi yang bernama.... Intan.... Ara dan... Cinta, dan 1 hal lagi, pastikan mereka tak di terima di universitas mana pun, trima kasih pak🙂," Kania memutus telfon nya, ya Kania tadi sempat melihat name tag yang tersemat di dada mereka masing masing.
Mahasiswi yang bersangkutan dan sekaligus berada di hadapan Kania hanya bisa mematung dengan mulut yang terbuka.
Tamat sudah riwayat mereka, dan lebih miris nya mereka hanya lah lulusan SMA yang di mana mereka belum di siap kan untuk bekerja, apalagi saat mendengar jika mereka tidak akan di terima di universitas mana pun.
"Kalian puas?🙂" Kania melenggang pergi, jangan mencari masalah dengan nya, karna tanpa kau mencari masalah pun, masalah itu akan datang sendiri ke hidup mu tanpa kau minta.
Kania menyumbat pendengaran nya, beralih ke atap untuk merilekskan fikiran nya, menyusun jadwal yang akan dia lakukan, kampus, kantor, rumah, prusahaan dll, semuanya harus di susun dengan rapih.
Baru saja Kania ingin memejamkan mata nya, tapi kenapa selalu saja ada manusia yang ingin mengganggu hidup nya.
"ARGH... 😡, SIAPA ITU?😡" Kania menoleh ke arah pintu atap yang terbuka, lagi dan lagi di sana ada galon yang membawa tumpukan buku besar dan kecil.
"Ma... Maaf nona, aku tak tau, aku akan pergi🙇" ucap galon sambil membawa tumpukan buku nya.
Baru saja galon membalikan tubuh nya tapi Kania sudah mengehentikan nya.
"Berhenti, mau kemana kau?."
"Keluar nona."
"Siapa yang menyuruh mu?."
"Tak ada."
"Mendekat."
__ADS_1
Galon itu tipe penurut contohnya saja saat Kania mengatakan nya tanpa ragu galon berjalan mendekat.
TBC