
Mereka berdua sudah siap untuk datang ke pesta malam ini, Mawar yang menyaksikan semua nya tak tinggal diam, beberapa kalia Mawar akan mengambil beberapa foto bahkan fidio secara diam diam.
Galen, Kania dan Mawar sudah berdiri di parkiran bawah tanah, di sana sudah di siapkan 1 mobil sport milik Kania.
"Kau bisa membawa nya?" Tanya Kania.
"Siapa?, Aku?" Galen linglung.
Kania menggaruk kepala nya, menahan kekesalan karna kebodohan Galen, Mawar tersenyum.
"Bi... Bisa nona, saya bisa mengendarainya" Galen tak mau membuat Kania marah untuk kali ini.
Kania langsung melemparkan kunci mobil ke Galen, dan di tangkap mulus oleh Galen. Kania berjalan mendekat ke mobil dan langsung masuk.
Mobil itu melaju pergi dari sana, Mawar tersenyum senang melihat nona nya sedikit berubah.
"Cari tau siapa pria itu, aku ingin informasi yang sangat detail, cari sampai ke akar, mengerti?" Titah Mawar.
"Baik🙇".
...----------------...
Di dalam mobil hanya ada kesunyian, suara mesin yang mengisi kesunyian di antara mereka.
Kania menatap Galen yang duduk di sebelah nya, bahu lebar, tubuh tinggi dan terlihat sedikit atletis, di tambah dengan ke fokusan Galen dalam mengendarai mobil, membuat kadar ketampanan Galen bertambah di mata Kania.
"Ada apa nona?, Kenapa menatapku seperti itu?".
"Tidak" Kania mengalihkan pandangan nya ke arah lain, "Entah lah, tapi aku seperti pernah melihat wajah yang mirip dengan mu, tapi aku lupa di mana dan kapan" Kania kembali menatap Galen.
"Owhh(😓mampus, kan sudah aku bilang ini ide buruk😩)".
"Jangan panggil aku nona di sana".
"Jadi aku harus panggil apa?".
"Kania, panggil saja dengan nama ku".
"Baiklah nona🙂".
...----------------...
Akhirnya mereka sampai pada tempat tujuan. Mobil yang baru saja datang mengalihkan semua atensi para mahasiswa di sana.
Kania dan Galen keluar bersamaan membuat semua nya terkejut, pria maupun wanita merasa minder dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Semua nya hanya bisa menunjukan rasa kagum dan memuji, mereka tak bisa mengalihkan atensi mereka saat ini, hanya bisa terfokus pada objek yang sama.
Galen membuka lengan nya untuk menggandeng Kania, Kania menerima nya dan melangkah masuk bersama.
"Siapa lagi pria itu?" 1
"Mungkin hanya pria sewaan" 2
"Itu Angga barang kali" 3.
"Tidak mungkin, kau tidak tau bahwa mereka baru saja putus?" 2.
"Ha?, Wahh aku tak tau itu" 1.
"Kira kira siapa pria itu?" 3.
"Aku yakin pasti pria sewaan"2.
"Kalau memang benar, maka aku ingin menyewa nya juga😏" 4.
__ADS_1
...----------------...
"Kita ke aula saja" Kania
"Baiklah" Galen.
Mereka berjalan bergandengan menuju aula kampus.
"Jika ada yang bertanya pada ku, apa yang perlu aku jawab?" Galen.
"Jawab sesuka hati mu" Kania tak perduli.
Kania dan Galen sudah berada di pintu masuk aula, suara dentuman musik berhasil memekakan telinga. Semua mata tertuju pada mereka, semua mahasiswa ingin tau siapa pria misterius yang Kania bawa di pesta malam ini, para pria di sana berdecik tak suka, dan para wanita mengagumi sosok misterius itu.
Angga yang melihat itu tak bisa menahan diri, meminum wine yang ada di tangan nya hingga kandas, menggenggam erat gelas wine kosong.
"Apakah semua nya sudah siap?" Angga.
"Iya, tenang saja, kami sudah mengatur semua nya" teman Angga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka berdiri di salah satu meja kecil, semua meja di letakkan di pinggir lantai dance.
Angga mendekati Kania dan Galen.
"Wahh, siapa pria yang kau bawa ini Kania?" Angga.
"Apakah aku harus memberitau pada mu?, Mengingat bahwa kita tak lagi memiliki hubungan" kalimat itu berhasil membuat Galen menggeram kesal.
"Mungkin kau bisa berfikir seperti itu, tapi bagi ku..., hubungan kita belum berakhir, aku tak mengatakan 'ya' waktu itu".
"Bagaimana jika aku memberitau semua orang bahwa Angga Putra telah menyakiti dewi mereka, menurut mu apa yang akan terjadi?".
"Siapa yang berani menyakiti mu?" 1 pria lain nya bergabung bersama mereka.
"Owhh, tenyata tuan Angga yang sudah berani menyakiti putri Kania" Kania dan Galen berdiri diam.
grep
Farel mencekram kuat kerah baju Angga, mengangkat nya sedikit ke atas membuat Angga berjinjit.
Semua orang yang ada di sana mengalihkan atensi mereka pada pertengkaran para pria di sana, bahkan musik pun ikut berhenti.
"Kau tau apa yang akan ku lakukan pada orang yang menyakiti Kania?...., Aku tak akan segan segan menghilangkan nyawanya, dan kau, tunggu saja dengan tenang di dalam istana mu, kau akan lihat bagaimana semua nya hancur" Farel mendorong Angga hingga tersungkur di lantai.
Angga tentu tak akan terima dengan hal itu, Angga berdiri dan menyambar 1 gelas wine kosong.
"KAUU!!!😠😤😤" Angga hendak memecahkan kepala Farel dengan botol itu, tapi...
"Lepaskan aku si*lan😤" Angga mencoba melepaskan cengkraman kuat Galen, tapi tak bisa.
Galen langsung mengambil botol wine itu dan meletakan kembali ketempat nya.
"APA YANG KAU LAKUKAN BANGS*T!!!???😠😤😤".
"BERHENTI LAH!!!" Kini Kania yang berteriak.
"Apakah kalian tidak bisa menentukan tempat untuk bertengkar?, Kita sedang pesta di sini"
"Putar kembali musik nya" permintaan Kania di turuti, dan musik kembali menyala.
Galen kembali berdiri di samping Kania, melepaskan Angga yang tidak semarah tadi.
"Kalian bisa saling bunuh, tapi tidak di sini" Kania.
__ADS_1
"Baiklah, dengan senang hati😊" Farel.
"Cih" Angga.
"Jadi siapa pria yang ada di samping mu ini Kania?, Dia terlihat seperti bukan sembarang pria".
"Dia hanya teman ku, dan jangan coba coba untuk melakukan hal aneh lagi".
"(Lagi?, Apa maksud nya lagi?)" Galen bertanya tanya di hati nya.
"Owhh tentu aku tidak akan melukainya, tapi jika dia melakukan hal lebih, maka akan ku pastikan dia mendapatkan rumah masa depan nya😏".
#Catatan: Rumah masa depan -> kuburan#
Kania hanya bisa menahan kesal nya, meremat gelas wine nya dan hanya Galen yang melihat kekesalan itu.
"Apa yang dia punya hingga dia pantas berdiri di samping mu?".
"Aku belum pernah melihat dia, siapa dia?" Angga.
"Ku rasa tak terlalu penting bagi ku untuk menjawab pertanyaan kalian" Kania meneguk wine nya hingga tandas.
"🎤Semua nya, silahkan ajak pasangan kalian untuk berdansa".
"Apa kau mau berdansa dengan ku?" Farel mengulurkan tangan nya pada Kania.
"Maaf, tapi aku sudah punya pasangan di sini" dengan senang hati Kania menerima ajakan Galen untuk berdansa.
Rahang Farel mengeras karna menahan emosi nya, "Kania aku sudah cukup bersabar menghadapi sikap mu, aku sudah berusaha lembut, tapi kau?..."
"...Mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjut nya Kania😡".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kania dan Galen berdansa di sana, para wanita yang melihat nya berteriak histeris, sedangkan para pria menahan amarah mereka.
"Kau cukup pintar untuk tetap diam".
"Aku tak ingin bertindak di luar batas".
"Baguslah kalau kau sadar".
Mereka saling bertatapan, sekejap mereka terpanah pada sosok itu, sosok yang saat ini berdansa den berdiri didepan.
"🎤Bertukar" dengan sekejap para pasangan menukar pasangan mereka, betapa terkejutnya Kania saat mendapatkan Farel sebagai pengganti pasangan nya.
"Jaga sikap mu Kania".
"Kau perlu tau Farel bahwa kau dan aku tak memiliki hubungan".
"Sekarang mungkin tak ada, tapi aku bisa pastikan jika kedepan nya kita akan memiliki hubungan yang kuat".
"Jangan bermimpi untuk membelah dunia".
"😏Hem, tenang saja, aku tak tertarik untuk membelah dunia, aku hanya tertarik pada mu Kania😏" kalimat itu membuat Kania merasa jijik dan kesal sekaligus.
TBC
Like♥️
Comment 💬
Vote✨
Rate⭐
__ADS_1
Thanks 😘