Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
6


__ADS_3

Kania kembali melihat langit, "aku sudah sangat lama mencari tempat ini, tapi selalu saja gagal, dan akhirnya aku menemukan nya, jadi aku berterima kasih pada mu" Kania terenyum ke arah Galen.


Deg deg deg


Jantung Galen berdetak lebih kencang, ada apa dengan nya?, Apa karna Kania yang tersenyum pada nya?, Atau karna ucapan trima kasih itu?. Galen hanya diam menatap wajah Kania yang dari tadi berbinar.


Galen tersenyum dan ikut melihat langit malam yang di penuhi bintang, "aku tak pernah melihat nona sebahagia ini".


Kania terkejut, "tapi itu bagus, nona tampak lebih cantik saat ini☺️" Galen melemparkan senyuman nya pada Kania.


"Apa?" Jujur Kania terkejut dengan penuturan Galen.


"Ahh tidak nona" Galen mencoba mengelak, sedangkan Kania tersenyum dan menggelengkan kepala nya.


"Dengar, aku ingin kau menyimpan rahasia tempat ini, cukup aku dan kau yang tau".


"Ya nona".


"Ku rasa untuk hari ini sudah cukup, ayo pulang" Kania berdiri dan melangkah menuju mobil, Galen kembali mengemudi.


Jalanan yang tertutup oleh gelap nya malam, tak ada lampu jalan yang menerangi, mengingat jika tempat nya masih seperti hutan. 2 jam mereka habiskan untuk menempuh perjalanan, dan Kania malah tertidur di dalam mobil.


Wajah damai yang di tunjukan Kania saat tidur berhasil membuat jantung Galen berdebar sedikit lebih cepat.


"Apa ini Kania?, Hari ini kau menunjukan tawa, senyum yang selama ini kau sembunyikan, aku membenci senyum itu yang berhasil membuat hati ku perlahan luluh" Galen berbicara sendiri sambil terus mengendarai mobil yang saat ini sudah berada di keramaian kota.


"Nona, kemana aku harus mengantar mu?" Galen mencoba membangunkan Kania, dengan sekejap Kania terbangun dari tidur nya.


"Emhh😪" Kania mencoba mengumpulkan semua kesadaran nya, "arahkan saja ke rumah mu terlebih dahulu".


"Tidak perlu nona, aku bisa pulang naik bus".


"Menurut dan lakukan" ok Galen tak bisa apa apa, hanya melakukan apa yang di perintahkan, sedikit muak karna sikap Kania kembali lagi.


Galen kembali melajukan mobil nya, jujur Galen sudah sangat lelah hari ini, apalagi kedua tangan nya yang dari tadi tak berhenti bekerja.


...----------------...


Galen dan Kania selalu saja berdua membuat beberapa orang merasa risih dan bertanya tanya apa yang terjadi di antara mereka, tapi yaa begitulah, bukan Kania jika menjawab pertanyaan bodoh itu, Kania tak perduli dan mungkin tak akan pernah perduli.


"Galon lo ambil buku sama flashdisk di loker gue terus bawa ke taman, kita belajar di taman hari ini".

__ADS_1


"Baik nona".


Kania pergi duluan menuju taman sedangkan Galen harus mengambil apa yang di perintahkan.


"Apa dia fikir aku budak nya?, Aku bukan pelayan nya yang bisa dia suruh sesuka hati" Galen merasa sangat kesal karna terus menerus di perintah olsh Kania, Galen bukan lah budak atau pun pengawal sang tuan putri terus kenapa dia harus menurut?.


"(Jika aku tak menurut maka semua nya bakal gagal, dan gue nggak mau itu)" Galen kembali mencari flashdisk di loker Kania.


...----------------...


Saat ini Kania sudah ada di samping sekolah menuju taman, tapi ada yang mengalihkan perhatian Kania.


Miyawww miyaw


Kania mencari sumber suara, dan dia menemukan anak kucing yang terjepit pagar sekolah, Kania langsung mendekat.


"Uhh, Little kitty kenapa bisa terjempit?, Aku bantuin ya..." Kania mencoba membantu tanpa menyakiti si kucing kecil, Kania melakukan nya dengan perlahan, "sabar ya kitty, tahan ok?".


Galen datang dan melihat Kania yang sedang berjongkok di depan pagar, Galen mencoba melihat apa yang di lakukan Kania di sana. Galen terkejut saat mendapati Kania yang sedang membantu seekor kucing kecil


Raurrr ngerr~


"Auuu😧"


"Kau ini nakal sekali sih, aku mau membantu mu dan kau malah mencakar tangan ku🙂" Kania mencoba lagi, kali ini Kania mencoba dengan lebih pelan dan hati hati, Galen yang melihat nya merasa tersentuh.


"Ok berhasil😊" Kania menangkup kucing kecil itu, senyuman manis Kania terlukis di wajah nya, bahkan Galen pun ikut tersenyum, Galen kembali masuk ke kampus meninggalkan Kania di sana.


Kania melepaskan kucing kecil itu, "lain kali hati hati yaa, dada😄" Kucing itu pergi dari hadapan Kania, Kania berdiri dan pergi ke taman.


...----------------...


Sudah 5 menit Kania menunggu Galen, tapi tak ada tanda tanda kehadiran Galen.


"Kemana sih tu anak?😡, Di suruh gitu aja lama banget😡" Kania mulai kesal karna terus saja menunggu.


Akhirnya Galen datang dengan membawa leptop, buku dan flashdisk yang Kania minta.


"Lo ini yaa.... Berani banget buat gue nunggu, di suruh kek gitu doang lama banget😠".


"Maaf nona, tadi saya mampir ke toilet bentar".

__ADS_1


Kania sudah kelewat kesal dan langsung membuka leptop dan melanjutkan pekerjaan nya, Galen duduk di depan Kania dan melanjutkan catatan nya.


"Sekali lagi saya minta maaf nona🙇".


"Hm".


"(Cuek sekali)" grutu Galen dalam hati. Galen melihat tangan Kania yang luka karna cakaran kucing, "nona, itu tangan mu" tunjuk Galen pada tangan Kania.


Kania menoleh, menatap yang di tuju Galen, "owh, tak apa" Kania kembali tak perduli dan lebih memilih fokus pada leptop.


Galen berdiri dan berjalan mendekat ke arah Kania, Kania tak menyadari nya tapi saat Galen mulai menyentuh tangan Kania, Kania terkejut dan spontan menarik tangan nya.


"Apa yang kau lakukan?, Aku bilang tak apa" Kania memarahi Galen, tapi Galen tetap ingin mengobati tangan Kania.


Galen menarik pelan tangan Kania mendekat pada nya, "tidak baik jika luka di biarkan saja, luka itu harus di obati" dengan perlahan Galen mengobati dan mengambil plaster di kantung nya.


"Luka akan sembuh sendiri tanpa di obati sekali pun".


"Tapi luka yang di obati akan lebih cepat sembuh" dengan telaten Galen menempelkan plaster itu pada tangan Kania.


Galen selesai dengan kegiatan mengobati nya, Kania menarik tangan nya dan kembali mengutak atik leptop nya, Galen kembali ke posisi nya semula, mulai mengerjakan tugas nya.


"Trima kasih" Galen mendongakan kepala nya.


"Hah?" Tak ada balasan dari Kania, Galen tersenyum mendapati Kania yang seperti itu, Galen kembali menunduk dan mencatat, tapi Kania ikut tersenyum kecil menatap Galen di depan nya.


...----------------...


"😡😡😡Kau hanya lah pria culun yang tak akan pernah pantas, dan kau akan menerima hadiah yang setimpal untuk ini" ke 4 pria itu pergi dari sana.


Diam diam Angga dan teman teman nya mengintip Kania dan Galen yang sedang di taman, Kania dan Galen tak menyadari hal itu, sungguh mereka tak tau


TBC


Like♥️


Comment 💬


Vote✨


Rate⭐

__ADS_1


Thanks 😘


__ADS_2