
Farel tetap menahan lengan Kania walaw harus sedikit lebih kuat dan menyakiti Kania itu sendiri.
......................
"Jawab kakak Kania?" Farel menatap tajam Kania.
"Aku tak mengenal mu, Kania tak mempunyai seorang kakak pembunuh, seharusnya kau berterima kasih karna aku tak bilang pada tante dan yang lain, tapi itu tak akan lama kak, aku akan memberitau semua orang tentang apa yang ku lihat".
"Kau sudah berani mengancam kakak?, Apa yang membuat mu seberani ini Kania?" Farel mencekram tangan Kania lebih keras.
"Menurut kakak?, Apakah aku harus tetap diam saat orang yang ku sayangi di bunuh di depan ku?".
"Orang yang kau sayangi?, Terus kakak?, Apa kau tak menyayangi kakak?".
"Aku sangat menyayangi kak Farel yang dulu aku kenal, bukan Farel yang di depan ku, aku membenci mu kak, sangat membencimu hiks hiks hiks" Kania mulai terisak, kaki Kania kecil lemas dan duduk di lantai, hati Farel tersentak.
"Jangan menangis Kania😢, kakak merasa sedih melihat mu seperti ini".
"Lalu kenapa kakak lakuin ini sama Kania?, Kakak nggak sayang sama Kania, Kania benci kakak 😭😭😭hiks hiks" Farel memeluk Kania yang menangis, "Lepas, lepas kan Kania, Kania nggak mau deket sama pembunuh", Kania memberontak di dalam pelukan Farel.
"Dengarkan kakak Kania, rahasia ini hanya kau dan aku yang tau, jika kau memberitau yang lain tentang hal ini, ku pastikan kak Galen mu akan berakhir sama seperti Juliano" Kania terbelalak mendengar itu, Kania semakin menangis tapi Kania menahan suara tangisan nya agar semua orang tak terbangun mendengar nya.
Kania masih menangis di pelukan Farel sampai pakaian Farel basah oleh air mata dan cairan yang keluar dari hidung Kania, Farel tak keberatan dengan itu.
"Turuti keinginan kakak, dan kakak pastikan kak Galen mu aman".
"Hiks hiks hiks, ke...napa hiks kakak la...kuin ini hiks?".
"Kakak mencintai mu Kania, dan kakak tak mau ada orang lain yang dekat dengan mu selain kakak".
Kania mencoba menghentikan tangisan nya dan lepas dari dekapan sang kakak.
__ADS_1
Kania melepaskan pelukan nya dan berdiri, "Ingat apa yang kakak katakan tadi", Kania yang sempat berhenti kembali melanjutkan jalan nya, melangkah masuk ke kamar nya semula.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nyonya Karina merenyit, dia bangun dari posisi tidur nya dan duduk di atas ranjang, dia mendengar suara isakan yang tertahan, isakan yang begitu kecil, saat Karina menoleh ke sebelah, dia tak mendapatkan sang anak di sana, Karina langsung bangun dan menuju ke sumber suara, Karina mendapati anak nya yang terduduk di lantai, Karina berlari mendekati sang anak.
"Sayang ada apa?, Kenapa kau di sini?, Sayang" Karina cemas dan langsung mendekap sang anak di pelukan nya.
Keributan itu membuat tuan Yuda terbangun dari tidur nya dan tak mendapati anak dan istri nya di samping nya, Yuda melihat pintu toilet yang terbuka dan suara sang istri, Yuda langsung bangkit dan berjalan ke arah toilet.
"Sayang😨, ada apa ini?" Yuda berjongkok di depan sang anak dan istri nya.
"Aku juga tak tau, sayang Kania, bilang ada apa?, Kenapa?" Kania lebih memilih menangis di dekapan sang mama.
"Ka...Kania, kepala Kania hiks, terbentur hiks hiks" Karina langsung mengangkat wajah anak nya dan melihat kening Kania yang memar.
"Astaga sayang, kok bisa kek gini" tuan Yuda langsung berdiri dan mengambil kotak p3k saat melihat kepala sang anak memerah keunguan.
"Hiks hiks hiks".
"Aw, hiks, sa...kit hiks".
"Maaf maaf kan mama, mama akan lebih pelan".
"Biar ayah tiup ya" tuan Yuda meniup luka memar Kania.
Ya Kania menangis karna kepala nya terbentur wastafel, sebenarnya rasa sakit itu tak seberapa, tapi Kania teringat akan kak Juliano nya yang akan langsung mengobati luka nya, menghawatirkan nya dan merawat nya.
Setelah Kania selesai di obati, Yuda menggendong anak nya keluar dari kamar mandi.
"Kita ganti baju dulu ya sayang🙂" Karina mengambil pakaian baru untuk Kania, dan menggantikan pakaian basah yang Kania kenakan.
__ADS_1
Setelah menggantikan pakaian Kania, nyonya Karina dan tuan Yuda langsung menidur kan Kania kecil di tengah tengah mereka, Yuda mengelus rambut Kania yang masih sedikit terisak.
"Tidur lah sayang, rasa sakit nya akan hilang, biar mama tiup" Karina meniup memar di kening Kania, sedikit demi sedikit Kania mulai mengantuk, Kania kecil lelah karna terus menangis.
Akhirnya Kania tertidur, Karina dan Yuda yang mengetahui itu langsung ikut tidur menyusul sang anak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi hari nya Kania belum terbangun, ke dua orang tua Kania membiarkan hal itu, anak mereka pasti sangat lelah, Yudan dan Karina turun ke bawah, di sana semua orang sudah turun dan duduk di ruang tv.
"Di mana Kania?" Tanya tuan Davies.
"Dia masih tidur, mungkin sangat lelah karna menangis" Yuda.
"Ya sudah kalau begitu biarkan saja dia, antarkan saja sarapan nya ke kamar" Davies.
Farel ingin berucap tapi tak kalah cepat oleh Galen, "Biar Galen saja yang mengantarkan makanan nya" Galen langsung berdiri dari duduk nya.
"Ya ya, kau bisa mengantarkan makanan nya, tapi kita makan terlebih dahulu, Kania juga pasti masih tidur🙂" Karina mengelus kepala Galen.
"Baik😊" Ray senang melihat anak nya tak larut dalam kesedihan, tapi istri nya masih belum bisa menerima kehilangan sang anak.
Semua nya berkumpul di meja makan dan makan bersama sama di sana, Galen dengan cepat dan tergesah gesah menghabiskan makanan nya, setelah menghabiskan makanan Galen segera meneguk air minum nya hingga tandas, kelakuan Galen membuat semua atensi terarah pada nya.
"Baiklah, Galen udah selesai, mana makanan buat Kania?" Galen menadahkan tangan nya, semua nya tersenyum melihat tingkah lucu Galen kecuali Farel yang meremat gelas nya dengan keras menahan amarah.
"Ini, bawah hati hati yaa, jangan berlari nanti jatuh" Karina memberikan nampan berisi makanan dan susu untuk Kania.
"Siap bunda🙋♂️😆" Galen langsung pergi menuju kamar sang adik kecil, menaiki tangga dengan hati hati agar susu dan makanan yang di bawa nya tidak tumpah.
Saat Galen sampai di kamar sang adik kecil, Kania masih tidur di sana dengan gorden yang masih tertutup rapat, membuat sinar matahari tak bisa masuk ke kamar itu, Galen meletakan nampan yang berisi makanan di atas nakas, dan menarik goreden itu.
__ADS_1
Sinar matahari yang tajam masuk ke kamar, menyinari wajah cantik Kania, Kania merenyit dan terganggu, "Uhh, mama tutup gorden nya, Kania masih mau tidur".
Selanjutnya...