
Setelah membereskan semua nya, Kania dan Galen berjalan pergi hendak keluar dari area kolam, dengan Galen yang membawa kantong berisi sampah, dan buku buku di tangan lain nya.
Kania membuka pintu dan di sana sudah berdiri Angga dan teman nya. Kania hanya bisa menampakan wajah jengah.
"Bagus lah mereka tak berbohong, aku tadi sempat menanyakan mu pada beberapa mahasiswa, dan mereka bilang kau di sini, jadi aku kemari".
Angga melihat si culun yang berdiri tepat di samping Kania, "kenapa dia di sini bersama mu?" Tunjuk Angga pada Galen.
"Kami hanya mengerjakan beberapa tugas" jelas singkat Kania.
Angga memasang ekspresi tak percaya, Kania yang melihat itu langsung mengalungkan tangan nya pada leher Angga.
"Aku serius sayang, mana mungkin aku berselungkuh dengan pria seperti dia, bukan kah kau sudah mengenal aku?" Kania menyembunyikan perasaan jiji di dalam hati nya.
Angga merasa senang saat Kania meyakin kan nya, "iya iya, aku percaya pada mu, dan dia juga tak pantas untuk berada di posisi itu" Angga melirik Galen tak suka sedang kan Galen memasang ekspresi tak perduli.
Kania melepaskan tangan nya dari leher Angga, "ada apa mencari ku?".
"Aku ingin mengajak mu makan di restoran malam ini".
"Maaf Angga, tapi aku tak bisa, aku masih memiliki banyak pekerjaan yang perlu aku lakukan".
"Baiklah kalau begitu" Angga menampilkan ekspresi kecewa nya di depan Kania, yaa siapa tau dengan itu Kania bisa mengubah keputusan nya, tapi tidak.
"Lain kali oke?".
"Ya".
"Baiklah aku pergi dulu" Kania pergi dari sana bersama Galen yang berjalan di samping Kania, Angga membalik tubuh nya melihat kepergian dari Kania dan Galen.
"Ku rasa Kania hanya mempermain kan mu" penuturan itu membuat teman Angga yang lain terbelalak sedangkan Angga sendiri dia merasa sangat kesal mendengar nya.
Grep
Angga mencekik leher teman nya itu, "jika sekali lagi kau mengatakan itu, akan ku pastikan kau mengemis di jalan😠".
"Ah... Ahggg i...ya oke ok😫" Angga melepaskan tangan nya, "uhuk uhuk uhuk".
__ADS_1
"Ya, gue tau kalo Kania cuma mainin gue..." pernyataan itu membuat teman teman nya terkejut, "tapi gue Angga Putra, dan gue bakal dapetin apa pun yang gue mau, tak terkecuali Kania".
...----------------...
Kania dan Galen berjalan beriringan dan saat berjalan tiba tiba Kania berhenti.
"Ada apa nona?" Kania diam tak menjawab, ada yang mengusik fikiran nya saat ini.
Cukup lama suasana menjadi sunyi, Galen mencoba bertanya tapi Kania tetap tak menghiraukan pertanyaan Galen, tapi tiba tiba Kania bertanya pada Galen.
"Apa kau bisa ku percaya untuk menghafal jalan?".
Galen sedikit terkejut dengan pertanyaan mendadak dari Kania, "ya, aku bisa menghafalkan jalan" jawab Galen ragu.
"Bagus" Kania melanjutkan kembali jalan nya.
...----------------...
Saat ini Kania dan Galen sedang berada di dalam mobil milik Kania, mereka sedang menyusuri jalanan aspal dengan pepohonan yang memenuhi samping kiri dan kanan jalan.
"Kita mau ke mana nona?" Tanya Galen.
Di sepanjang perjalanan hanya kesunyian di antara mereka, dan beberapa kali Kania merasa ragu jalan mana yang akan dia ambil.
"Apakah nona pernah ke sini?" Galen ragu dengan arah yang di ambil Kania, karna Kania nampak tak yakin dengan arah jalan yang ia pilih.
"Ya pernah, saat umurku 10 tahun" Galen menjelalakan mata nya, 10 tahun?, Itu waktu yang lama, dan mungkin umur Kania sekarang sudah menginjak 20, apakah Kania masih mengingat jalan nya?.
Lebih dari 1 jam waktu yang mereka habiskan untuk menelusuri jalanan. Kania lelah, dia sudah lelah dan memutuskan untuk memberhantikan mobil dan keluar dari mobil di ikuti Galen.
"Arghhh😫, kenapa gue nggak bisa nemu" Kania kesal, dia sudah berusaha mengingat jalan nya tapi kenapa dia tetap tak bisa menemukan tempat yang di tuju?.
"Apa gue berenti aja?, Tapi udah sejauh ini, dan ini udah setengah jalan, masa gue musti nyerah?" Kania sedih dan memukul mobil di depan nya.
Galen melihat Kania yang berbeda, "(hanya karna tak bisa menemukan tempat, apakah harus sesedih itu?)", Tanya Galen dalam hati nya.
"Nona ingin ke mana?, Bisa beritau aku?, Mungkin aku bisa membantu" Kania mengangkat kepala nya dan melihat Galen yang menatap nya. Kania mengeluar kan handphone nya dan menunjukan sebuah foto, setelah melihat foto itu Galen mengedarkan pandangan nya, melihat tempat mana yang mungkin ada tempat seperti itu. Galen memperhatikan 1 objek, dan berfikir mungkin ada tempat seperti itu (dalam foto) di sana.
__ADS_1
"Nona duduk saja di mobil, aku akan mencari tempat nya, percaya pada ku" Galen memperlihatkan senyum kecil nya pada Kania. Tanpa banyak bicara Kania langsung duduk di kursi samping, dan Galen duduk di kursi pengemudi.
Galen menjalankan mobil nya, sedangkan Kania menatap kosong area luar mobil, Galen beberapa kali melirik wajah Kania yang nampak lesu.
hanya butuh waktu 10 menit dan mereka sampai, "nona apakah ini tempat yang ingin kau tuju?".
Kania melihat keluar dengan malas, bukan hanya malas bahkan Kania sempat menghembuskan nafas nya, tapi seketika mata dan wajah Kania berbinar.
"hah😦!!!" Kania langsung memutar tubuh nya guna melihat lebih banyak, "Ya iya, ini tempat nya😆" Kania seketika merasa bahagia dan berlari ke sana kemari.
Kania sungguh merasa sangat senang, Kania bersua foto di sana, mengabadikan semua nya, Galen sekejap terpukau akan sikap Kania, Kania sangat berbeda dari apa yang ia lihat selama ini, ini tidak seperti Kania yang sombong, dingin dan arogan seperti di kampus. Kania terlihat sangat ceria, tawa nya dan senyum nya yang mekar sungguh nampak cantik, Kania yang ini membuat kadar kecantikan nya bertambah, tanpa sadar Galen tersenyum karna Kania.
...----------------...
Langit sudah gelap, dan semua bintang menunjukan cahaya nya, menghiasi langit malam yang membuat Kania semakin betah berlama di sana, Kania menikmati langit itu dengan duduk di rerumputan dan terus menatap ke atas, senyuman Kania dari tadi tak pernah hilang.
Galen datang dan duduk di sebelah Kania, "nona ini sudah malam, apakah nona tak ingin pulang?".
"Ahh iya aku melupakan itu" Kania langsung berdiri, "ayo pulang, ortumu pasti cemas".
"Aku hanya tinggal sendiri di kos kosan" Kania memberhentikan langkah nya.
"Apakah kau tak punya pekerjaan?, atau mungkin seseorang yang menunggu mu?" Tanya Kania hati hati.
"Tidak nona, aku banyak waktu luang".
"Apakah bisa kita lebih lama di sini?".
"Baiklah, aku tak keberatan" Kania tersenyum mendengar nya dan kembali duduk, Kania kembali menatap langit malam yang indah.
Galen terenyum melihat Kania yang seperti ini, Galen ikut duduk di samping Kania, "Trima kasih banyak untuk hari ini" Kania mengatakan nya sambil menatap wajah Galen yang ternganga.
Kania kembali melihat langit, "aku sudah sangat lama mencari tempat ini, tapi selalu saja gagal, dan akhirnya aku menemukan nya, jadi aku berterima kasih pada mu" Kania terenyum ke arah Galen.
Like
Comment
__ADS_1
Vote
Rate