Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
FlashBack 2


__ADS_3

Kania dan Galen berada di ruangan yang sama, saling menatap dengan suasana sunyi yang melanda.


"Kenapa kau membihongi ku?".


"Apa?".


"Kenapa kau tak bilang ke pada ku kalau kau adalah Galen?".


"Aku sudah mengatakan pada mu, kau ingat aku bilang nama ku Galen Ray".


"Lalu kenapa kau tak mengatakan marga mu?, Kenapa kau melakukan sandiwara?".


Galen menunduk, "Niat pertama ku bertemu dengan mu adalah untuk balas dendam Kania, maaf".


"Balas dendam?, Dendam apa?".


"Ayah mu telah membuat ayah ku mati, ayah dan ibu mu juga sudah menculik keponakan ku, apakah aku harus diam saja?".


"Apa yang kau katakan?, Itu tidak lah benar, aku tau bagaimana ayah dan ibu ku, mereka tak akan melakukan itu, lagi pun bukan kah ke 3 kluarga kita sangat dekat?".


"Aku memang ragu, bahkan sampai sekarang pun aku masih meragukan kebenaran itu, tapi bukti menujukan pada ayah mu, maaf tapi aku akan tetap membalaskan dendam ku pada ayah mu".


Mereka saling menatap dengan tatapan sayu, Kania memeluk Galen, Galen terdiam.


"Aku merindukan kakak Galon yang dulu akan menjaga ku, bermain dengan ku, dan menyayangi ku".


"Kakak juga rindu pada Kania kecil" Galen mengelus lembut rambut Kania yang berada di pelukan nya.


"Mari kita cari tau kebenaran nya bersama" ucap Kania di dalam pelukan Galen.


Galen terkejut dan terdiam, kemudian... "Baiklah, ayo kita lakukan🙂".


"Trima kasih😊" Kania mengeratkan pelukan nya, setelah nya Kania melepaskan tautan pelukan mereka.


Kania menunduk, "Kakak perlu tau 1 hal yang aku simpan selama ini, rahasia besar yang hanya aku dan Farel yang mengetahui nya".


"Apa?".


"Kematian kak Juliano bukan lah kecelakaan" Kania semakin menunduk merasa bersalah.


"Apa?😦".


...----------------...


#FlashBack#

__ADS_1


Ke 4 melaikat kecil itu terus saja bermain menikmati suasana yang damai dan hijau.


Saat ini Galen sedang tidur di kamar nya, Juliano dan Kania bermain di taman, sedangkan Farel entah ke mana.


"Kak tangkap😄" Kania kecil melempar bola pada Juliano.


"Siap, ayo lempar" Juliano bersiap menerima lemparan bola dari Kania, dan saat Kania melempar bola ke arah Juliano dengan mudah nya Juliano menangkap bola tersebut.


Gantian bagi Juliano untuk menservice bola, "Kania bersiap lah".


"Ok, ayo aku siap, Kania bisa😉" Kania bersiap menerima lemparan bola, tapi saat Juliano melempar bola, Juliano tak menakar kekuatan lemparan nya hingga melambung ke atas, membuat Kania berputar putar dan berlari ke sana dan kemari hanya untuk menangkap bola, dan saat bola itu semakin mendekat.


Buk


"😢😢😭😭😭😭Huaaaaa, sakit huaaa😭😭😭😭😭" bola yang tadi, mendarat tepat di atas kepala Kania, dan membuat Kania menangis, Juliano langsung berlari dan menenangkan Kania di sana.


"Uhhh sayang sayang, maaf kan kakak ya?, Sungguh kakak tidak tau, maaf maaf maaf🙏😫" Juliano menunduk di depan Kania guna meminta maaf, suara tangisan Kania berhenti.


"PLENGG!!! ahahahahha🤣🤣🤣🤣🤣, kak Juliano kena pleng, wahahahah🤣🤣🤣🤣🤣" Kania tertawa geli di atas rumput taman, Julianoyang melihat nya merasa kesal, gemas juga geram sekaligus.


"Kau mulai berani ya sekarang" Juliano berpura pura marah dengan mengacak pinggang.


"Maaf, kan cuma main main😞😢" Kania diam duduk di rumput.


"Gadis nakal harus di beri hukuman😏" Kania cemas dan semakin menunduk saat Juliano sendiri mendekatkan diri nya lada Kania.


Juliani terus menggelitik perut kecil sang adik, "Ha ha ha😄", Juliano berhenti menggelitik Kania, dan menarik Kania untuk duduk di samping nya.


"Ha ha ha, Kakak kejam" Kania menarik nafas.


"Heheh😁😁" Kania meletakan kepala nya di pangkuan Juliano, menatap wajah Juliano.


"Silau" Kania menutup mata nya agar sinar matahari tak merusak pengelihatan nya, Juliano langsung mengambil inisiatif, Juliano menghalangi sinar matahari ke arah Kania dengan kepala nya, dan menatap Kania yang ada di pangkuan nya, Kania membuka mata saat di rasa gelap, mata mereka saling bertemu.


"Apakah kepala mu sakit?" Juliano mengelus kepala Kania yang tadi terkena lemparan bola.


"Cukup sakit😗, tapi kakak bisa mengelus nya, itu akan menghilangkan rasa sakit nya😁" Juliano tersenyum dan terus mengelus kepala Kania yang ada di pangkuan nya.


Cukup lama suasana menjadi sunyi, Kania terus menatap wajah tampan sang kakak, "Kak, terus jaga Kania seperti ini ya?, Kania ingin kakak menjaga Kania sampai Kania besar nanti".


Juliano tersenyum manis ke arah Kania, "Tentu saja, kakak janji akan selalu menjaga Kania, tapi kalau kakak nanti pergi jauh dari Kania, kakak akan meminta Farel dan Galen untuk menjaga mu dengan baik, kalau mereka tak menjaga mu dengan baik, laporkan pada kakak, kakak akan menghukum mereka☺️".


"Sayang kakak Juliano🤗".


"Sayang Kania juga😊" kemanisan dan keuwuan ke 2 malaikat itu di lihat oleh bunda Farel, Lana tersenyum, senang melihat anak anak akur, tapi saat netra Lana bergerak ke arah lain, Lana melihat Farel yang berdiri di balik pohon besar. Farel terlihat kesal dan menggenggam kuat tangan nya, Farel terilhat sedang menatap kesal ke arah Juliano dan Kania di sana.

__ADS_1


"Ada apa dengan Farel?".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kak, kau telah melakukan kesalahan besar dengan berada dekat dengan Kania, ku pastikan kau tak akan melakukan kesalahan yang sama" Tatapan marah itu sangat ketara di mata Farel.


Farel berjalan pergi dari taman, Farel masuk ke vila, dan menuju kamar nya.


"Ehhh kak Farel mana?, Kok nggak balik lagi?".


"Ketiduran kali di kamar".


"Ya udah kalo gitu, Kania juga capek, mau istirahat, mau makan es krim coklat🤤🤤, di depan tv nonton film Spongebob, plinces, ama cewek es".


"Cewek es?" Juliano bingung apa yang di maksud adik kecil nya.


"Itu loh kak yang lagu nya, le i go, le i go, go go go, yang ada go go nya itu loh" Juliano mengerti maksud dari adik nya.


"Frozen Kania".


"Ya kan Kania nggak tau".


"Ya udah ayok🙂" Juliano menggandeng tangan sang adik masuk ke dalam vila.


Saat sudah masuk ke dalam vila, Kania langsung berlari ke arah dapur dan menghadap ke arah kulkas besar, yang ukuran nya berkali kali lipat lebih besar dari pada tubuh Kania.


Kania mencoba meraih dan menarik pintu kulkas itu, meraih gagang pintu saja sudah sulit apa lagi menarik nya?. Tapi Kania tak pantang menyerah, sekuat tenaga dia menarik pintu kulkas itu, Juliano hanya melihat usaha adik nya sambil tersenyum kecil, sampai mata Juliano melihat jika tubuh adik nya hampir menyentuh sisi meja, sebelum pintu kulkas terbuka, Juliano harus berada di sana.


Bruk


Kania jatuh di atas pangkuan Juliano, Juliano sedikit meringis saat tubuh belakang nya menyentuh sisi meja dan erotis nya bokong nya menyentuh lantai dengan keras.


Kania tersenyum ke arah Juliano, seketika rasa sakit yang di rasakan Juliano menghilang. Kania berdiri dan membantu sang kakak untuk berdiri juga.


"Kania mau itu" ucap Kania sambil menunjuk cup besar es krim coklat, Juliano mengambilkan nya untuk sang adik.


Farel yang melihat hal itu dari kejauhan terus menahan kesal nya, menggenggam tangan nya kuat, dengan rahang yang mengeras.


TBC


Tolong terapkan kebiasaan baik, dengan menghargai penulis.


Like


Vote

__ADS_1


Comment


Rate


__ADS_2