Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
22


__ADS_3

Saat Kania terbangun, dia melihat kamar nya yang sudah rapih dan bersih kembali, Kania mencoba mengingat apa yang terjadi tadi, owh ya Farel datang dan memeluk nya.


Mata Kania sontak membola saat sadar jika Farel mendekap nya saat dia sedang sedih, Kania langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Galen.


"Angkat kak cepat, ku mohon" Kania melangkah gelisah, berbolak balik, dan beruntung nya Galen mengangkat.


"Ada apa?".


"Kak jaga diri mu, nyawa mu berada dalam bahaya, pastikan kau selalu waspada, aku pun tak tau ancaman apa yang akan kakak hadapi" nada Kania yang sangat cemas membuat Galen ikut cemas.


"Apa yang kau katakan Kania?, Ada apa?, Apa yang terjadi?" Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan oleh Galen lewat ponsel.


"Nanti saja kak, aku tak punya waktu sekarang, aku juga belum tau apa yang akan terjadi, tapi yang aku tau saat ini akan ada orang yang mengincar kakak".


"Jika kau tak memberitau ku, bagaimana aku bisa waspada?, Ancaman dari mana?, Dari siapa?, Apa yang kau maksud?".


"Nanti ku jelaskan, aku tutup dulu telfon nya" Kania menutup telfon nya karna mendengar suara ketukan pada pintu nya.


Nyonya Karina dan tuan Yuda masuk ke kamar sang anak.


"Kau sudah bangun ternyata🙂" Karina membawa nampan yang berisi makanan untuk Kania.


"Aku hanya tidur bukan koma".


"Apakah ayah terlalu menekan mu?" Yuda merasa bersalah.


"Tidak, bisakah kalian memberiku ruang, aku ingin melakukan sesuatu di sini" Kania mengusir orang tua nya secara halus, Karina dan Yuda semakin merasa sedih, apakah anak nya sangat membenci mereka?.


Karina ingin mengatakan sesuatu tapi lengan nya di tahan oleh sang suami, mereka lebih memilih untuk keluar dari sana, dan membiarkan Kania di kamar nya sendiri.


Saat pintu sudah tertutup rapat, Kania meminta beberapa anak buah nya untuk mengawasi Galen dari kejauhan, setelahnya Kania mencoba untuk menyadap telekomunikasi Farel, agar dia tau apa saja yang akan Farel lakukan.


Di luar sana, sang ibu merasa sedih, apakah si anak benar benar sudah membenci nya?, Yuda juga berfikir, apakah dia terlalu keras pada anak nya itu?.


...----------------...


Setelah beberapa saat menunggu, Kania mendengar jika Farel menghubungi seseorang.


"Dengar, aku ada mengirimkan foto pada mu, pastikan kau menangkap pria itu, aku tak ingin mendengar kata gagal, jika kau gagal maka kepala mu yang akan ku penggal" Setelah mengetakan apa yang ingin di katakan nya, Farel memutus panggilan.


"Aku tak pernah keliru kak, kau tak akan berhasil, aku tak akan membiarkan kau melenyapkan kakak ku yang lain, tentu aku tak akan tinggal diam dan membiarkan kejadian itu terulang lagi".


Kania kembali menelfon sang bawahan untuk tak sedikitpun pandangan mereka teralihkan pada Galen, Kania juga tentu akan memberitau kan hal ini pada Galen.

__ADS_1


"*Hallo kak, kak Farel sudah mulai bergerak, dan kakak harus lebih berhati hati lagi, teliti lah kak pada sekitar mu".


"Baiklah, trima kasih atas informasi nya*".


Telfon terputus.


Kania melihat tanggal di hp nya, yang tak akan lama lagi, pertunangan nya dan Farel akan terlaksana dalam waktu 1 hari, besok adalah perunangan Kania, dan Kania berharap Galen akan hadir dan menghentikan pertunangan nya itu, karna bagaimana pun, Galen mencintainya bukan?.


...----------------...


"*Nona, tuan Galen sudah di culik, tuan Galen di masukan ke dalam mobil, dan saat ini aku sedang mengikuti nya".


"Pastikan keberadaan mu tak di ketahui, bawa kembali dia dengan aman".


"Baik nona*" Panggilan terputus, Galen di bawa ketempat yang jauh dari pemukiman, dan yaa anak buah Kania sangat lah pintar, dia mengebut saat di rasa mendekati jalan berakar, anak buah itu belok ke kanan, sedangkan mobil yang membawa Galen belok ke kiri.


Supir yang membawa Galen tenang, saat di rasa tak ada yang mengikuti mereka, di depan mobil mereka ada motor yang sebenarnya mencari tau kemana mereka akan pergi.


Anak buah Kania terus berganti untuk mengikuti Galen, entah dari depan atau belakang, membuat si penculik tak curiga sedikit pun, bahkan anak buah Kania sempat bicara sebentar dengan si penculik tadi.


Terlepas dari itu semua, hari ini adalah hari pertunangan Kania dan Farel, di mana semua kursi hampir terisi penuh, tinggal 1 jam lagi maka acara akan di mulai, Kania masih berada di ruang make up.


Kania menatap diri nya di pantulan cermin, dia memang cantik, tapi wanita yang dia lihat saat ini tak bahagia, menikah dengan monster adalah hal terburuk, terlebih lagi monster itu menipu semua orang.


Entah bagaimana Galen sekarang, apakah anak buah nya berhasil menemukan Galen atau tidak.


"Ambilkan tas ku" titah Kania pada salah 1 pelayan di sana, pelayan itu langsung memberikan tas milik Kania, tapi Kania tak menemukan handphone nya di dalam sana.


"Dimana handphone ku?" Kania mencoba mengingat.


Kania berdiri dan berjalan ke luar.


"Nona, nona mau ke mana?".


"Aku mau ambil ponsel ku, aku tak akan lama" Kania langsung berlari, lagi pun Farel belum datang, jadi dia masih punya waktu.


...----------------...


Kania langsung ke kamar nya, beruntung Kania langsung mendapati handphone nya di atas kasur, saat Kania ingin kembali, alat nya berbunyi.


Suara Farel yang saat ini sedang berbicara di ponsel nya, Kania berhenti sejenak untuk mendengar.


Mata Kania membola saat mendengar percakapan Farel saat ini, Kania menutup mulut nya tak percaya, sungguh apa yang ia dengar saat ini adalah hal yang besar.

__ADS_1


"Tidak mungkin, berarti..." Kania langsung mematikan alat nya, dan pergi dari kamar nya, tak lupa ia mengunci kamar nya.


Kania mengendarai mobil nya menuju tempat pertunangan, sebentar lagi pertunangan mereka akan di mulai, Kania tak boleh terlambat, bagaimana pun hanya dia yang boleh tau kebenaran tadi.


...----------------...


Akhirnya Kania sampai di lokasi, Kania langsung ke arah belakang, di sana ada sang ibu yang langsung mendekati nya.


"Kau kemana saja?, Sudah tau acara mau di mulai kok malah pergi".


"Maaf".


"Ya sudah, pelayan perbaiki penampilan nya" beberapa pelayan di sana langsung mendekat ke arah Kania, dan membawa Kania masuk ke rungan tadi, penampilan Kania di perbaiki mulai dari dress yang Kania gunakan dan rambut Kania, beberapa semprotan parfum meluncur ke dress Kania.


Setelah selesai, Karina membawa dan menuntun sang anak ke panggung, di sana sudah di penuhi oleh tamu udangan, Farel yang berdiri di panggung dengan balutan jas berwarna biru tua, tampan, tapi ketampanan itu tak merubah apa pun bagi Kania. Ayah Kania dan ayah Farel juga berdiri di samping panggung.


Semua atensi tentu teralihkan pada kencantikan Kania dan ketampanan Farel.


Saat ini Farel dan Kania sudah berdiri bersandingan di atas panggung, Farel tersenyum tampan, Kania juga tersenyum, tapi tak dari hati, senyuman yang tidak berniat untuk di tunjukan.


"Baiklah, kalau begitu mari kita mulai acara nya, di sebalah saya ada pasangan yang bisa di bilang *pasangan sempurna, Uuuuu~".


"Uuuu*~".


"😄😄Hahah, sudah cukup, pasangan yang saling mencintai ini nanti merasa malu".


"(Mencintai apa nya?, Cih)" Wajah Kania sangat memampangkan ekspresi tak suka/jijik.


Farel yang tau arti dari ekspresi Kania hanya tersenyum.


"Di tangan saya saat ini sudah ada 2 cincin yang sangat indah, entah berapa harga nya, rasa nya saya mau langsung pergi dari sini dan membawa pulang ke 2 cincin ini" tawa memenuhi tempat pertunangan itu, Kania dan Farel melakukan pertunangan di outdoor, mentari yang bersinar membuat acara semakin hangat.


TBC


Like♥️


Comment 💬


Vote✨


Rate⭐


Thanks 😘

__ADS_1


__ADS_2