Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
23


__ADS_3

"Di tangan saya saat ini sudah ada 2 cincin yang sangat indah, entah berapa harga nya, rasa nya saya mau langsung pergi dari sini dan membawa pulang ke 2 cincin ini"


......................


Farel dan yang lain tertawa mendengar penuturan si pembawa acara, tapu berbeda dengan Kania, Kania malah merasa muak di tambah dengan suara tawa yang membuat Kania ingin menutup kuat telinga nya.


"Sudah sudah cukup, kita langsung mulai saja, karna seperti nya si pria sudah tak sabar" Farel bersikap ramah dan baik pada semua nya.


"Ini cincin untuk wanita mu, dan ini untuk pangeran mu" si pembawa acara itu memberikan Farel dan Kania 1 kotak cincin.


Farel dan Kania saling menatap.


"Silahkan tuan Farel menyematkan cincin nya, jangan di pegang aja, nanti tuh cincin ilang, kan jadi berabe" Farel tersenyum dan meraih tangan Kania.


"BERHENTI!!!" Semua atensi teralih kan ke arah belakang, tak terkecuali Farel dan Kania.


Bisik bisik para tamu menjadi backsound acara pertunangan itu, orang yang tadi merebut atensi melangkah maju ke arah panggung.


"Apa yang dia lakukan di sini?" Farel.


Kania melirik Farel dan kembali menatap Galen yang berjalan menuju mereka, 1 pria tampan lain nya hadir.


"Aku menentang pertunangan ini" Galen membuat bisikan semakin terdengar.


"Apa yang membuat mu berhak menentang nya?" Farel melangkah sedikit maju.


"Karna Kau tak pantas untuk nya, kau hanya pria buruk yang memakai topeng kebaikan".


Beberapa pengawal mendekat untuk membawa Galen pergi dari sana, tapi Farel menghentikan nya dengan mengangkat 1 tangan nya.


"Apa kau punya bukti?, Jangan mempermalukan diri mu Galen".


"(Galen?)" ke 3 orang tua di sana sedikit terkejut, apakah Galen yang di maksud itu Galen Surendra?.


"(Jangan sampai rencana ku gagal, pergi lah)" monolog seseorang dalam hati.


Galen mengeluarkan ponsel nya, dan memutar rekaman yang terdapat suara seseorang di sana.


"Aku tak tau bagaimana kau bisa memiliki masalah dengan tuan ku, dan aku pun tak perduli dengan itu, tugas ku adalah menyiksa mu di sini" anak buah Farel.


"Siapa tuan mu?" Galen.


"*Kau fikir aku bodoh hingga aku akan langsung memberitau pada mu siapa tuan ku?".


"Katakan atau...".

__ADS_1


"Atau apa?, Kau masih bisa mengancam saat nyawamu sendiri terancam di sini*".


Suara dobrakan pintu terdengar di rekaman itu, terdengar juga langkah kaki orang yang sangat berisik, bisa di pastikan jika yang masuk lebih dari 7 orang.


Rekaman itu juga merekam suara gaduh pukulan, dan pada akhirnya...


"*Siapa tuan mu?" Galen.


"Tu... tuan Farel*".


Rekaman itu langsung mati.


"Kau menculik ku agar aku tak menganggu acara pertunangan mu, dan bukan hanya itu, kau juga lah orang yang membuat Kania tak berdaya hingga memaksa nya untuk menikah dengan mu".


"Omong kosong".


"Cih, pria seperti mu tak pantas untuk Kania".


"Lalu bagaimana dengan mu?, Kau menipu Kania, kau bersandiwara menjadi murid nerd yang sebenar nya kau adalah GALEN RAY SURENDRA" Semua orang di sana terkejut apalagi dengan ke 3 orang tua di sana.


"Aku memang berbohong, tapi aku sudah memberitau pada Kania soal itu, dan Kania tak masalah, dia sudah memaafkan ku".


"Lalu bagaimana dengan niat mu kembali?, Kau lebih tak pantas untuk Kania Galen".


"Aku membatalkan niat ku".


Tiba tiba dari arah belakang ada Mawar yang berlari mendekat.


"Gawat, huh huh, saham kita jatuh, perusahaan bangkrut" semua tamu di sana berdiri, Karina pingsan di sana, tuan Yuda dan tuan Davies terdiam karna terkejut.


Kania tak kalah terkejut nya.


"Apakah itu yang kau bilang 'membatalkan'?".


"Itu bukan aku Kania, percaya lah pada ku" Galen berusaha mendekat namun tangan nya di tahan oleh Farel, "Lepaskan aku si*lan", Galen sudah kelewat marah.


"Katakan pada kami di sini Mawar, siapa yang melakukan nya".


"Saat aku mencari tau akar nya, semuanya berasal dari perusahaan G.S Crop, prusahaan yang di pimpin oleh Galen Ray Surendra" dengan berat hati Mawar mengatakan nya.


Senyum kemenangan Farel tercetak jelas, Kania menampilkan wajah datar nya.


"Kania percayalah pada ku, aku tak mungkin melakukan nya, si b*jingan ini lah yang melakukan nya".


"What?, Why me?, Galen seharusnya kau mengakui nya bukan malah melemparkan ke lada orang lain".

__ADS_1


"Diam kau K*parat".


"Lihat lah Kania, apa kau akan memilih pria ini sebagai pasangam mu?, Dia saja tak bisa menjaga ucapan nya".


"Demi tuhan percayalah pada ku Kania, sungguh aku tak tau semua ini".


"Farel, ayo kita mulai acara nya" Kania lebih memilih untuk melihat ke arah lain.


Farel tersenyum mendapati kemenangan nya, apalagi saat melihat wajah Galen yang sangat sedih, ohh rasa nya sangat ingin berpesta.


"Jangan berani mendekati nya k*parat😠" Galen mencekaram kuat lengan Farel, Farel membalas dengan mencekram lebih kuat lengan Galen.


"Pergilah Galen, tak seharusnya kau di sini".


Entah apa yang terjadi, tapi Galen merasa tenaga nya hilang, tubuh nya seolah tersengat aliran listrik yang kuat, Galen melelaskan cengkraman nya.


"Kania" suara lirih Galen menyayat hati Kania.


"Pergilah kak, itu akan lebih baik untuk mu dan aku" smirk Farel tak luntur.


Sesak, ke dua hati itu rasanya sangat sakit, jika saja luka nya dapat terlihat dan dapat di obati mungkin Kania dan Galen tak masalah, tapi ini?, Luka di dalam yang hanya bisa mereka rasakan, luka yang tak 1 pun orang tau, luka yang tak bisa di obati oleh siapa pun.


"Kania sung...".


"PERGI KAK, pergi" Bentakan dari Kania membuat Galen semakin lemas.


Beberapa petugas keamanan di sana mengarahkan Galen untuk keluar dari lokasi pertunangan, sedang kan Farel, dengan bangga nya dia merapihkan setelan jas nya dan berjalan mendekat ke arah Kania.


Kania dan Farel saling berhadapan 1 sama lain, Karina di bawa ke belakang karna pingsan, sedangkan Galen terus menoleh dan melihat Kania di sana.


Galen melihat tangan Kania di dalam genggaman Farel, Farel yang akan menyematkan cincin di jari manis Kania.


Sorakan terdengar dari para tamu saat cincin berhasil tersemat di jari Kania, tapi luka di hati Galen semakin memburuk.


Sekarang giliran Kania untuk menyematkan cincin pada Farel, dengan perlahan tapi pasti, cincin itu melingkar pas di jari Farel, Galen menutup mata nya saat di rasa hati nya sudah benar benar hancur.


Sorakan itu memperburuk keadaan Galen, Galen lemas, dia kehilangan cinta nya, adik kecil nya, dia kehilangan wanita yang dia sayangi.


Seharusnya dia yang berada di sana, bukan Farel, seharusnya cincin itu melingkar di jari ku bukan di tangan Farel, seharus nya seharus nya seharus nya, kalimat itu terus berputar di kepala Galen, membuat keadaan nya semakin memburuk.


Saat sampai di luar, Galen meluapkan amarah nya, Galen menendang berkali kali ban mobil nya, dan memukul mukul body mobil nya.


"ARGHHH!!, Kania seharus nya aku di sana, bukan si si*lan itu, kenapa kau tak mau mempercayai ku?, Kenapa kau tak bisa mempercayai kakak mu 1 kali lagi?, Kenapa Kania, kenapa?, Ini menyiksa ku Kania, sangat menyiksa ku" suara Galen melemas, lutut nya juga lemas membuat Galen terduduk di lantai.


Galen merutuki diri nya terus menerus, air mata nya jatuh dan tak ada orang yang akan menghapus nya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2