
Saat Lana ingin membuka mulut nya.
Brak
Dengan kecepatan tinggi mobil itu menabrak mobil yang di gunakan oleh Lana dan Ray, membuat mobil mereka terpelanting cukup jauh.
Lana dan Ray pingsan, darah mengalir di kepala dan tubuh mereka, luka di mana mana, mobil yang mereka gunakan pun hancur, parah nya lagi tak ada 1 orang pun di sana mengingat di sana bukan lah jalan raya juga bukan tempat pemukiman, tak ada 1 orang yang melihat kecelakaan itu, Lana dan Ray masih setia berada di sana dalam keadaan kritis.
Dari sisi lain mobil, ada beberapa orang yang berjalan mendekati mobil Ray, mereka melihat kondisi Ray dan Lana yang berlumuran darah, tapi aneh nya orang orang itu hanya menyelamatkan Lana tidak dengan Ray, mereka meninggalkan Ray sendiri di sana, mata Ray terbuka sedikit sehingga dia bisa melihat ada orang yang membawa adik nya.
"La... Lana" setelah nya Ray pingsan.
Tak lama dari itu terdengar suara ledakan. Mobil Ray di ledakan, orang itu sengaja memberikan api pada bensin di mobil Ray.
Kejadian sadis itu tak ada yang melihat, nyawa Ray sudah tak tertolong lagi, api berkobar membakar kerangka mobil itu juga membakar tubuh Ray yang berada di sana.
Orang orang itu pergi membawa Lana dengan mobil mereka, meninggalkan Ray yang terbakar di sana.
"Tuan semua nya sudah beres, nyonya sudah bersama kami dan pria itu juga sudah lenyap".
"Bagus, aku suka kerja kalian, bawa nyonya ke tempat yang ku beri tau".
"Baik tuan, jangan lupakan bayaran kami".
"Ya ya" Davies mematikan panggilan nya.
"Maaf sayang, tapi ini demi kebaikan kita semua" Davies menggenggam erat handphone nya.
Davies keluar dari kamar nya dengan membawa kunci mobil.
"Ayah mau kemana?".
"Diam di rumah, lebih baik kau persiapkan kepergian mu Farel" Davies pergi dari sana.
Farel mengintip dari jendela, dia melihat ayah nya membawa mobil sangat cepat.
"Kemana ayah pergi?".
...----------------...
Di sisi lain, nyonya Lana tertidur di ranjang bigsize dengan kamar yg indah, kemewahan kamar itu persis seperti kamar nya, tak jauh berbeda.
Lana melenguh karna kepala nya yang terasa sakit.
"Di mana aku?" Lana memposisikan tubuh nya untuk duduk.
__ADS_1
Pintu terbuka dan mengalihkan atensi si nyonya.
"Owhh, kau sudah bangun sayang😊, aku lega kau sudah membaik" Davies melangkah mendekati sang istri dengan nampan yang penuh dengan makanan di tangan nya.
"Kata dokter kau harus banyak istirahat agar keadaan mu cepat membaik".
"Apa yang terjadi?, Kenapa aku terluka?".
"Kau sempat terpeleset di kamar mandi, dan kepala mu membentur bathup".
"Apa kau yakin?, Lalu kenapa semua tubuh ku terasa sakit?, dan tangan ku pun terluka?".
"Kau terlalu banyak bertanya sayang, makan lah, atau mau aku suapi?" Davies langsung bersiap untuk menyuapi sang istri.
"Sebentar, ada yang kau sembunyikan, katakan pada ku ada apa?, Apa yang terjadi?" Lana bersikeras bertanya pada sang suami.
"Aku tak menyembunyikan apa pun Lana, lagi pun kenapa aku harus berbohong tentang kau yang terluka?, Kau ini aneh aneh saja" Davies terkekeh.
Lana sudah tau bahwa suami nya ini tak akan mengatakan kebenaran dengan mudah, jadi Lana harus berusaha sendiri dalam mengingat apa yang terjadi.
"Buka mulut mu" Davies sudah siap dengan sendok di tangan nya.
"Aku kehilangan nafsu makan, dan oh ya, kenapa kita di sini?, Ini bukan kamar kita".
"Katakan Davies apa yang terjadi?, Apa yang kau sembunyikan?".
"Baiklah, aku akan mencritakan semua nya pada mu, tapi kondisi mu saat ini sedang buruk, kau baru saja sadar, jadi aku tak bia mengatakan nya sekarang".
"Makan lah dulu" Davies menyodorkan sendokan soup pada Lana.
Dengan kesal Lana melempar mangkuk soup itu hingga tumpah dan pecah.
"APA YANG KAU LAKUKAN?!!!😠" Davies berdiri dari ranjang.
"Kenapa kau semarah itu?, Itu hanya soup bukan?, Atau mungkin kau sudah memberikan obat tidur di dalam nya?" Ini bukan lah pertama kali Davies melakukan nya, Lana sangat mengenal suami nya ini.
"Ya kau benar".
"Aku melakukan nya hanya agar kau bisa beristirahat Lana, ini semua karna kondisi tubuh mu".
"Di mana kakak ku?".
"Tentu dia di rumah nya, kenapa kau bertanya pada ku?" Davies pantas di beri penghargaan sebagai aktor pria terbaik, sungguh siapa pun orang yang belum mengenal seorang Davies mungkin akan termakan dengan akting nya ini.
"Aku bukan lah orang baru yang bisa kau bodohi Davies, aku ingat semua nya, dan bisa di pastikan bahwa kau lah yang menabrak mobil kami dari belakang, apakah aku benar?" Lana turun dari ranjang nya.
__ADS_1
"Hah" Davies menghembuskan nafas nya, "Kau memang sangat pintar sayang, kau sangat mengenal bagimana aku, tapi walaw begitu kenapa kau tak menurut pada ku?, Semua tak akan menjadi seperti ini jika kau menurut".
"Di mana kakak ku Davies?" Suara lirih Lana menyapa pendengaran itu.
"Entah lah, tapi sepertinya dia mati, karna salah 1 anak buah ku bilang mobil nya meledak".
Plak
Davies tersungkur di lantai, telapak tangan Davies mengenai pecahan mangkuk tadi, tangan dan sudut bibir Davies terluka.
Davies menyeka darah di sudut bibir nya, "Kau kuat juga rupa nya", Davies berdiri.
"Manuisa perlu beradaptasi pada lingkungan baru, semua di lakukan agar manusia itu bisa hidup di tempat yang ia pilih".
"Begitu juga dengan aku".
"Dengar ya sayang" Davies mencekram pipi sang istri.
"Semua akan berjalan sesuai dengan yang ku ingin kan, karna tak ada yang bisa menghentikan suami licik mu ini" Davies melepaskan cengkraman hanya karna ponsel yang berdering, Davies langsung membekap kuat mulut Lana, dan mengangkat telfon dari Risa.
"Ya ada apa Risa?".
"Maaf sudah mengganggu tuan, saya hanya ingin mengatakan jika tuan Ray kecelakaan dan mobil yang ia bawa meledak, saat ini tuan Ray sedang kritis dan di rawat di UGD".
"APA?!!!, Bagaimana bisa?, Kirimkan lokasi nya segera pada ku" Davies mematikan telfon nya sepihak.
"Entah bagaimana kakak mu itu bisa selamat, tapi akan ku pastikan dia tak bernafas dalam waktu yang lama" Davies yang ingin melangkah pergi di hentikan oleh Lana yang menggam erat lengan sang suami.
"Kumohon jangan lakukan itu, hiks, dia bukan hanya kakak ku, dia juga sahabat mu, hiks, kenapa kau tak kasihan pada nya?" Lana memohon, sangat memohon.
"Dia memang sahabat ku, tapi apakah aku pernah bilang kalau aku menyayangi nya?".
"Kau menyakiti ku Davies, ku mohon jangan lakukan itu, biarkan kakak ku hidup hiks".
"Maaf sayang, tapi aku juga mengenal baik bagaimana kakak mu" Davies melepas genggaman tangan Lana dari lengan nya, dan berjalan pergi dari kamar itu.
"BAGAIMANA BISA KAU SELICIK DAN SEKEJAM ITU??!!!!" Lana tak bisa menahan emosi nya.
Davies menghentikan langkah nya, berdiri di ambang pintu, "Karna hidup ku adalah kau dan Farel, bagaimana bisa aku kehilangan hidup ku?" Davies menutup pintu kamar tak lupa untuk mengunci nya.
"Jika dia berhasil kabur, bersiaplah untuk kehilangan nyawa kalian" Davies pergi dari sana melemparkan kunci kamar pada anak buah nya.
Sedangkan di dalam kamar, Lana terisak dan menangis, "Bagaimana bisa aku mencintai orang seperti itu?, Hiks, bagaimana bisa kakak ku memiliki sahabat seperti dia?".
TBC
__ADS_1