
Sinar matahari yang tajam masuk ke kamar, menyinari wajah cantik Kania, Kania merenyit dan terganggu, "Uhh, mama tutup gorden nya, Kania masih mau tidur".
......................
Galen mendekati Kania yang tertidur di ranjang, "Bangun lah putri tidur, kau tidur terlalu lama, sarapan dan mandi dulu, setelah itu kau bisa melanjutkan mimpi indah mu" Galen menggoyang goyangkan tubuh kecil Kania.
"Haiss, kak Galen cerewet banget" dengan terpaksa Kania bangun dari tidur nya dan membuat posisi nya duduk di atas ranjang.
"Biarin😋, nih makan" Galen menyodorkan makanan yang ia bawa ke arah Kania.
"Ini Kania makan sendiri?" Kania bertanya pada Galen.
"Mau di suapin?" Kania mengangguk cepat, Galen tersenyum dan mulai menyendok nasi goreng di piring untuk Kania, Kania langsung membuka mulut nya dengan besar.
"Amm, nyam nyam😋" dengan senang hati Kania menerima suapan itu dari Galen, Galen senang melihat Kania seperti ini, dengan mudahnya Galen tersenyum.
Netra Galen menangkap luka memar di kening sang adik, "Kania apa ini?" Galen langsung cemas melihat itu.
Kania yang tau maksud dari sang kakak, langsung menjawab pertanyaan Galen, "Kania tersantuk wastafel di kamar mandi".
"Kok bisa sih?, Lain kali hati hati dong" Galen beranjak ingin mengambil kotak p3k, tapi Kania menahan lengan Galen.
"Tak perlu kak, semalam mama udah obati luka Kania, kakak Galen santay aja😊" Kania menarik Galen untuk kembali duduk di dekat nya.
"Huh, kau ini, apa kau tak bisa menjaga diri mu dengan baik?, Kau begitu ceroboh" Galen mengomeli Kania, "Bagaimana bisa terhantuk?" Galen bertanya, karna tak mungkin Kania terhantuk tanpa sebab.
Tapi netra Kania menangkap sosok yang berada di depan pintu kamar nya, Farel menatap tajam Kania dan Galen di sana, Kania merasa takut, tatapan Farel seperti mengingatkan pada Kania kejadian semalam dan peringatan yang ia berikan.
"Emm kak Galen, Kania udah kenyang, Kania mau bobok aja".
"Loh kenapa?, Kan kamu makan baru 1 suap, masa udah kenyang sih?".
"Kania mau tidur kak, minggir" Kania menarik selimut yang di duduki oleh Galen.
"Baiklah, tapi setidak nya habisi susu mu" Galen menyodorkan segelas susu ke arah Kania, Kania menerima nya dan meminum susu itu hingga tandas, ia menyerahkan gelas kosong itu pada Galen dan menarik selimut.
__ADS_1
Galen berdiri dan Kania langsung menutupi diri nya dengan selimut, Galen merasa bingung, bukan kah tadi baik baik saja, lalu ada apa dengan adik kecil nya?.
Galen keluar dari kamar Kania, membiarkan Kania tidur, mungkin ia sangat lelah saat ini. Galen berjalan menuruni tangga dengan ekspresi wajah yang cemas dan penuh tanda tanya.
"(Ada apa dengan Kania?, Dia baik baik saja kan?, Kenapa tiba tiba dia berubah?, Apakah ada yang tidak aku ketahui?)" Galen hampir saja menabrak meja di depan nya, untung nya pelayan di sana mempringati sang tuan muda terlebih dahulu.
Galen di tatap oleh para orang tua, "Sayang kau kenapa?" Risa mendekat ke arah anak nya, dan mengambil nampan makanan, "Ini kok nggak habis?, Bahkan masih sisa banyak, Kania nggak mau makan?" Tanya sang ibu.
"Entahlah ma, Galen juga bingung, tadi pas Galen suapin, Kania nya makan, tapi tiba tiba Kania mau bobok, nggak mau makan lagi, jadi Kania ngusir Galen keluar deh".
"Apakah Kania sakit?" Karina berdiri.
"Galen tak tau bunda" Karina langsung menuju kamar Kania untuk memeriksa keadaan sang anak.
Pergi nya Karina di ikuti dengan semua orang, dan saat sudah berada di kamar, Karina sedikit menepis selimut Kania, menampakkan wajah memerah Kania.
Karina terkejut dan langsung mengecek suhu tubuh sang anak, "Kania demam tinggi".
Tubuh Kania menggigil, wajah nya memerah, Yuda langsung mengangkat tubuh anak nya.
Galen cemas, dia terus saja menggenggam tangan Kania yang menggantung di gendongan sang ayah, Farel yang tak suka melihat nya, langsung mencari cara agar Galen menjauh.
Dengan akting nya, Farel berpura pura jatuh di anak tangga, dan menarik tangan Galen, dengan refleks Galen menoleh kebelakang dan melihat sang kakak sedang terduduk di lantai.
"Kak, kau tak apa?" Galen bertanya sambil menghadap Farel.
"Aww, Galen bisakah kau membantuku berjalan?, Kaki ku sedikit sakit" dengan senang hati Galen membopong kakak nya itu, Galen tak tau saja jika senyum kemenangan tercetak pada wajah Farel kecil.
Mereka berdua terus berjalab hingga mereka berada di dekat mobil.
"Sayang cepat lah" Risa meminta ke 2 anak itu untuk berjalan cepat, Galen dan Farel masuk ke mobil dengan Farel terlebih dulu masuk, membuat Farel duduk di samping Kania.
4 mobil itu berjalan keluar dari wilayah vila, Farel menggenggam tangan Kania yang dingin dan menggigil, sesekali Farel akan mengelus rambut sang adik kecil dengan senyuman tercetak di wajah Farel, Galen murung melihat nya, dia ingin juga menyentuh Kania, Galen juga mau mengelus kepala Kania.
Skip
__ADS_1
Saat mereka berada di rumah sakit, pemeriksaan segera di lakukan.
"Dia tak apa, anak ini hanya terlalu lelah, kurang istirahat, dan karna benturan di kepala membuat demam nya semakin cepat menjalar, tapi dia akan baik baik saja, biarkan dia istirahat dan jaga asupan makan nya, maka dia akan membaik, saya permisi".
"Ya dok" Semua melemparkan senyum nya pada dokter itu hanya untuk menghormati nya. Setelah dang dokter pergi, semua atensi terarah pada Kania.
"Aku akan membelikan nya makanan" Ray pergi dari ruangan itu.
"Kalian pulang lah, kami bisa menjaga Kania di sini" Ucap Yuda.
"Baiklah kalau begitu, ayo anak anak" ajak tuan Davies.
"Tidak ayah, aku ingin di sini menemani Kania" Farel enggan beranjak dari posisi nya.
"Dan kau Galen?" Tuan Davies bertanya pada Galen dan hanya di jawab gelengan oleh Galen, membuat Farel sedikit kesal.
"Ya sudah, tapi jangan menyusahkan bunda ya" Davies mengelus kepala kedua pangeran itu dengan sayang, dan pergi meninggalkan mereka.
Galen dan Farel setia menatap Kania yang tertidur, Galen berdiri di sebelah kaki kanan Kania, sedangkan Farel sebalik nya.
"Kania cepat sembuh yaa, nanti kita main lagi" Galen mengelus kaki Kania, membuat Yuda dan Karina tersenyum.
"Kenapa kau terus saja berfikir untuk bermain?" Tanya Farel kesal.
"Itu tak masalah nak, siapa tau Kania akan cepat sembuh dengan itu" Yuda mengelus kepala Farel yang berada di sebelah nya.
Ray masuk dengan makanan di tangan nya, "ayo siapa yang lapar?" Ray menunjukan 2 kantung besar berwarna putih di tangan nya.
"Galen tak lapar ayah, Galen mau jagain Kania aja, nanti kalo Kania udah bangun, Galen baru makan bareng Kania😄".
"Nggak boleh gitu, nanti kalo Galen nggak makan terus sakit, yang jagain Kania siapa?" Galen berfikir sejenak, perkataan paman nya benar, "ahh, baiklah, Galen mau makan".
"(Lakukan apa yang kau mau Galen, setelah nya aku akan menjauhkan mu dari Kania)" Di dalam hati Farel menyimpan kebencian untuk Galen.
Selanjutnya...
__ADS_1