Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
9


__ADS_3

Perlahan lahan dan dengan lembut Kania mengobati Galen, sangat teliti, membuat Galen sendiri terpukau akan Kania.


"Unch😧".


"Maaf maaf, apakah aku terlalu kasar?" Kania.


"Ti... tidak nona" Kania kembali mengobati Galen, suasana uks menjadi sangat sunyi tak ada suara apapun selain suara pertemuan antara barang yang satu dan barang yang lain.


"Kenapa kau melakukan ini?, Bahkan demi aku?" Tanya Kania mendadak.


"Ha, apa??!!!" Galen mendadak menjadi orang bodoh.


"Kenapa kau mau seperti ini hanya untuk ku?".


Yak pertanyaan itu juga mengelilingi fikiran Galen, dia sendiri saja bingung kenapa dia bisa melakukan hal semacam ini?, Bahkan untuk seorang wanita yang di kenal arogan.


Galen masib tak habis fikir diri nya bisa melakukan hal semacam ini.


"Jawab bodoh, kenapa kau diam?".


Galen bingung harus menjawab apa, karna pada dasarnya Galen pun tak tau kenapa dia bisa melakukan nya?, Alasan apa yang membuat nya seperti itu.


"Lalu kenapa nona mau mengobati luka ku?" Karna tak bisa menjawab, Galen mengajukan pertanyaan pada Kania, yang membuat Kania sedikit menekan luka Galen.


"Auuu😧, nona itu sakit".


"Yang meminta mu menjawab dengan pertanyaan siapa?, Apakah kampus kita mengajarkan jika menajwab pertanyaan seseorang harus di jawab dengan pertanyaan juga?".


"Tidak nona, hanya saja..."


"Sudah lah, diam kau, atau ku buat luka mu semakin parah" Galen langsung diam, menurut yang di katakan oleh Kania.


Kania fokus mengobati luka Galen, tapi Galen fokus memandang wajah rupawan Kania, sangat cantik.


Kania menekan luka Galen, "Auuu😥, nona jangan di tekan" pinta Galen.


"Yang menyuruh mu memandang ku seperti itu siapa?, Berhenti memandang ku seperti itu".


"Baik nona".


Kania meletakan kembali semua nya ke dalam kotak p3k dan membuang kapas yang tadi ia pakai, "sudah".


"Trima kasih nona".


"Hm".


Telfon Kania berbunyi, terlihat di sana jika panggilan masuk berasal dari Mawar, wanita yang menjadi tangan kanan kluarga Dwiputra.


"📞ada apa?".


"📞jam berapa nona akan datang ke kantor".


"📞aku akan berangkat sekarang".


"📞baiklah nona, saya..."


Titt titt

__ADS_1


Telfon di matikan sepihak oleh Kania.


"Berdiri lah, aku akan mengantar mu pulang".


"Tak perlu nona, aku bisa sendiri".


"Terserah" Kania pergi keluar dari ruang uks dan meninggalkan Galen duduk sendiri di sana.


Galen hanya bisa menghembuskan nafas nya lelah.


"Hais, kenapa aku menjadi ragu?, Tak seharus nya aku mengalami ini" Galen menghempaskan tubuh nya di ranjang uks, dia memijat pelipisnya.


"Aku tak tega, kenapa aku malah memberikan mu tempat di hati ku?, Tak seharus nya ini terjadi😩".


Galen sudah cukup lelah, tubuh nya memang istirahat tapi otak dan fikiran nya tetap bekerja, dia bingung keputusan apa yang akan dia ambil, tetap melanjutkan misi awal nya?, Atau membiarkan perasaan ini mengambil alih, Galen lelah, dia ingin istirahat sejenak.


...----------------...


Kania sudah sampai di kantor, setiba nya Kania di sana, semua karyawan menunduk memberi hormat pada pewaris, Kania cuek lebih memilih terus berjalan menuju ruangan sang ayah.


Kania membereskan semua nya, mengecek data keuangan kantor, data persediaan dll.


Tok tok tok


"Masuk".


Mawar masuk bersama 1 pria yang berjalan di samping nya, Kania mengangkat kepala nya, melihat Mawar dan orang asing yang berdiri di samping Mawar.


"Nona, perkenalkan, dia Andre, dia akan menjadi sekertaris nona untuk sementara waktu ini".


"Tak perlu, aku bisa melakukan nya sendiri" Kania kembali fokus pada berkas nya.


"Hah" Kania menghembus kan nafas nya lelah, "itu berarti aku tak memiliki hak untuk menolak".


"Ya sudah kalau begitu".


"Saya permisi nona" Mawar keluar dari ruangan itu, meninggalakan Andre di sana bersama Kania.


"Bekerja lah, jangan menjadi patung, aku tak memerlukan pajangan di sini".


"Baik nona🙇" Andre mulai mencari pekerjaan yang bisa dia kerjakan di sana.


...----------------...


Di sisi lain


"Tuan, makan malam sudah siap" ucap sang pelayan.


"Ya aku akan menyusul".


Sang pelayan pergi dari kamar tuan nya, Si tuan yang di maksud kan saat ini sedang menyandarkan diri nya pada kepala ranjang.


"Hah".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ada apa, kenapa kau terlihat sangat kusut?" Tanya sang ibu.

__ADS_1


"Ibu, aku bingung, aku sekarang ragu dengan jalan yang ku pilih, entah kenapa aku menjadi ragu untuk melangkah lebih jauh, tapi aku pun tak bisa berhenti di sini, aku sudah berada di tengah perjalanan😟".


"Lakukan apa yang menurut mu benar, dan jangan sampai keputusan tersebut membuat diri mu sendiri tersakiti".


"Bukan kah itu di sebut egois, apa baik jika aku hanya memikirkan tentang kebaikan ku?".


Sang ibu tersenyum, "ibu mengenal mu, kau akan bahagia saat kau melihat orang lain bahagia, tapi percaya pada ibu, kau akan lebih bahagia saat belahan jiwa mu teresnyum".


"Maksud ibu?".


"Jika sudah berhadapan dengan hati, maka kau harus egois, sesekali memikirkan kebahagiaan sendiri tidak lah salah..."


"...Selama ini kau sudah banyak berkorban untuk kebahagiaan orang lain nak".


"Tapi bagaimana dengan dendam ku?, Bagaimana dengan misi awal kita?".


"Owhhh ternyata dia yang sudah merusak benteng hati mu".


"Ibu~".


"Pilihlah, dendam atau cinta" sang ibu berdiri dan meninggalkan meja makan.


Sang anak diam, tak melanjutkan makan nya, mood makan nya turun.


...----------------...


"Ayah kapan kita menjalankan semua nya?, Aku sudah tak bisa menahan nya lagi".


"Baiklah, ayah akan siapkan rencana nya dulu".


"Percepat lah ayah, aku ingin Kania menjadi milikku secepat nya".


"Iya iya, sabar lah".


Sang anak pergi dari ruang kerja sang ayah, pergi ke ruang khusus milik nya, ruangan di mana hanya dia yang boleh memasuki nya, ruangan di mana dia menyimpan sebuah rahasia besar yang hanya dia dan sang ayah yang tau.


Pintu terbuka, ruangan itu sangat gelap, tak ada yang menyinari ruangan tersebut, pria muda itu menghidupkan lampu, seketika semua yang ada di dalam ruangan itu terlihat jelas, terlihat sangat jelas.


Ruangan yang di penuhi dengan foto Kania, Ruangan di mana dinding nya di tutupi oleh foto Kania seorang, foto terbaru akan tertempel di sana, pria muda itu rela menyuruh orang untuk mengawasi dan mengambil foto Kania setiap saat.


Foto yang terkirim akan langsung di cuci, setelah nya foto itu akan di tempel di dinding.


"Kania kau hanya milik ku, tak akan ku biarkan pria lain memiliki mu, selama nya kau akan menjadi milik ku, apa pun akan ku lakukan asal kan kau menjadi milik ku..."


"...Tunggu lah kedatangan ku sayang" pria misterius itu mengelus foto Kania yang berada di hadapan nya.


Obsession Boy


TBC


Like♥️


Comment 💬


Vote✨


Rate⭐

__ADS_1


Thanks 😘


__ADS_2