
Seperti biasa Kania dan Galen sedang berada di atap sekolah.
"Nona, ada pesta untuk merayakan tahun baru, apakah nona akan ikut?".
"Tidak".
"Kenapa?".
Kania menatap Galen, "kenapa?, Apakah wajib?".
"Tidak sih, tapi kan nona adalah dewi nya kampus, akan aneh rasanya kalau tamu penting tak menghadiri acara yang diselenggarakan".
"Ikut atau tidak adalah urusan ku, kenapa kau sangat memaksa?".
"(Aku berbicara pada orang yang salah)".
Pintu atap terbuka dan Mawar masuk, "nona saya kesini untuk mengantar nona mempersiapkan diri pada pesta nanti malam".
"Tidak perlu, aku tak kan ikut".
"Tapi nona, tuan Yuda yang meminta nya".
"Suruh saja si tua bangka itu yang datang, kenapa harus aku?".
"Tapi nona pesta ini khusus mahasiswa".
"Jika aku bilang tidak, maka tidak".
"Nona kau harus, maaf tapi kami akan memaksa".
"Hah, baiklah, oke, aku mengalah, puas?", Karina tersenyum senang.
"Nona sudah memilih pasangan yang akan bersama nona?".
"Aku yang akan menjadi partner Kania" tanpa di minta Farel datang dan menyambung pembicaraan.
"Tak perlu repot repot, aku sudah punya partner ku sendiri" Kania.
"Siapa?, Di mana?" Tanya Mawar.
Kania menoleh dan melihat Galen yang berdiri di samping nya, Kania memiringkan senyuman nya membuat Galen yang melihat menjadi merinding seketika.
...----------------...
Mawar saat ini sedang mengantar Kania menuju butik, Mawar tersenyum saat tau siapa yang akan menjadi partner Kania, yaa Galen.
"Nona kenapa aku?, Jangan buat diri nona malu karna mengajak ku".
"Ku rasa aku perlu membelikan plaster untuk membuat mu diam, kau sangat cerewet" Kania kesal, tapi Mawar yang mendengar nya hanya tersenyum.
"Aku punya suara dan mulut, kenapa aku harus diam?" Galen menggerutu kecil, tapi hal itu tetap bisa di dengar oleh Kania dan Mawar, bahkang sang supir.
"KAU!!!😡😤".
"😲😶😓(******)😓".
Mawar terkekeh pelan di depan sana, si supir pun ikut tersenyum, sebelum nya belum ada yang berani menjawab seperti itu, bahkan itu sangat konyol.
...----------------...
Mereka sampai di butik ternama, dan pelanggan vip akan di layani duluan.
__ADS_1
"Silahkan lewat sini🙂" salah satu pelayan mengarhkan ke 3 orang itu masuk.
Kania, Galen dan Mawar berjalan masuk untuk melakukan pengukuran.
"Wahhh nona Kania, kau sudah datang, mari mari duduk dulu, mau minum apa?" ini sang manager.
"Tak perlu, kami hanya ingin membeli beberapa set pakaian untuk pesta".
"Owhh, baiklah, siapa saja?".
"Hanya aku dan pria ini" ucap Kania, menarik tangan Galen.
"Nona serius, pria ini?, Apakah nona tidak salah?" Manager itu bertanya pada Kania.
Kania menoleh dan melihat ke Galen, "Apakah kau serius bekerja di sini?", Dengan kata kata dingin yang menusuk, membuat siapa pun beku mendengar nya.
Pengukuran di lakukan, Kania yang di ukur mengedarkan pandangan nya, melihat jas indah yang terpajang di sana.
"Aku ingin jas seperti itu dengan ukuran pria tadi" tunjuk Kania pada jas yang ia pilih.
"Baik nona, akan saya perisapkan".
***
Saat ini Galen sedang di ukur.
"Kau beruntung, entah apa yang di lihat nona Kania dari diri mu, kau sama sekali tak pantas untuk dia" sang menager mengejek Galen secara terang terangan.
"Pantas dan tak pantas, bukan kau yang memutuskan, kau pun tak perlu memikirkan nya, pikirkan saja setelah ini di mana kau akan bekerja" Galen mengangkat suara berat nya, suara yang ia sembunyikan dari Kania, manager itu terdiam dan pergi dari sana.
Galen yang lebih dulu selesai berkeliling dan melihat lihat pakaian di sana, pada posisi yang tepat, Galen dapat melihat Kania dengan jelas, melihat lekuk senyum yang pernah ia lihat, melihat wajah rupawan yang tak bisa di tolak.
"Wanita arogan, sombong dan acuh seperti Kania tak akan mendapatkan cinta tulus nya" Mawar datang tiba tiba membuat Galen terkejut.
Mawar tersenyum, "pertama aku bingung kenapa nona memilih mu, tapi aku tau kalau pilihan nona tak pernah salah, berikan dia kebahagiaan, buat dia tertawa, percaya pada ku, tawa dan senyum nya sangat indah, kau akan terpesona melihat nya🙂" Mawar menepuk pundak Galen dan pergi, Galen melihat ke arah Kania.
"Ya aku tau, tawa nya bahkan membuatku terhipnotis seketika🙂".
...----------------...
Keesokan hari nya mereka ber 3 pergi untuk makeover, kata nya pakaian nya sudah selesai dan akan siap sebentar lagi, sambil menunggu pakaian datang maka lebih baik melakukan make up terlebih dahulu.
Saat sampai, mereka langsung di suguhkan dengan layanan VIP.
Beberapa pekerja mendekat.
"Makeover dia" mendorong tubuh Galen.
Kania duduk dan Galen di bawa pergi oleh para pekerja di sana.
Kaca mata yang di gantikan oleh lensa kontak, rambut yang di ubah seperti pria cool, beberapa polesan bedak di wajah dan leher, pakaian yang sudah sampai langsung di kenakan oleh Galen, aksesoris yang kurang, tinding di telinga tak boleh terlewat, like a bad boy.
"Kau dari kluarga mana?".
"Aku hanya orang biasa".
"Tidak mungkin, lihat lah wajah mu yang begitu mulus, orang biasa tak mungkin sanggup membeli scin care bagus seperti yang kau pakai".
"Hahah kau bisa saja😅".
"Aku serius, jika di lihat dari jauh mungkin kau terlihat miskin, tapi kulit tangan, kulit wajah dan kuku bersih seperti ini tidak di miliki rakyat biasa".
__ADS_1
"Ahh hhahaa😅".
"Aku takjub pada mu, walaw pria kau tetap mau merawat tubuh mu ya, biasanya pria akan malas untuk melakukab nya, dan berfikir jika hanya wanita yang melakukan nya".
Di dalam sana jantung Galen terus berdegup kencang, melihat pantulan diri nya di cermin membuat nya takut, dia ingin mundur, dia tak ingin ini, dia ingin kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bukan hanya Galen yang di rias, tapi Kania pun sama, saat ini Kania sedang di rias oleh pekerja.
"Jangan berikan riasan tebal".
"Baik nona" sang pekerja menurut dan hanya memberikan riasan tipis, riasan yang tetap terlihat natural.
"Ini nona pakaian nya sudah datang" Mawar meletakan gaun milik Kania di kursi.
"Kau sudah memberikan milim Galen?".
"Sudah nona".
"Dia sudah memakai nya?".
"Entah lah, katanya sih dia sudah hampir selesai".
"Jam berapa sekarang?".
"Jam 7".
"(Masih cukup lama), siapkan makanan, kami akan makan sebelum pergi".
"Baik nona" Mawar melenggang pergi dari sana.
Seperti yang di minta oleh Kania, Mawar menyiapkan makanan untuk Kania dan Galen di sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Nona, tuan sudah selesai di makeover".
Kania menoleh menghadap ke belakang, Galen melangkah masuk dengan kaki jenjang yang di miliki nya.
Celana panjang hitam, Jas hitam blink serasi dengan dasi, mata coklat yang sedikit gelap, tindik dan rambut.
Kania terdiam melihat pria di depan nya, Mawar bahkan sampai melongo melihat nya.
Sebisa mungkin Kania menyembunyikan ekspresi nya, "bagus", Kania kembali berbalik dan melanjutkan make up nya.
Mawar terkekeh kecil melihat tingkah Kania, dia berjalan mendekat ke arah Galen.
"Baiklah pangeran, aku sudah menyiapkan makan untuk kalian, ayo" Mawar membawa Galen keluar dari tempat Kania berias.
"(Tampan)" Kania tersenyum karna Galen, lagi dan lagi karna Galen.
TBC
Like♥️
Comment 💬
Vote✨
Rate⭐
__ADS_1
Thanks 😘