Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
19


__ADS_3

Malam hari nya, kluarga Farel dan Kania sudah berkumpul di 1 meja yang sama, Farel terus menatap Kania dengan tatapan sangat menjijikan, Kania sendiri merasa tak nyaman dengan tatapan itu.


Kania berdiri dari kursi nya, "Permisi, Kania mau ke toilet sebentar" Kania menunduk hormat.


"Silahkan sayang😊" ayah Farel.


Kania pergi dari sana, dan pandangan Farel tak pernah lepas dari sosok Kania.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Byur


Kania membasuh wajah nya dengan air guna mengembalikan kesadaran diri nya, Kania menatap diri nya sendiri di cermin.


"Apa yang harus ku lakukan?, Aku tak menginginkan nya, aku sudah tak lagi bisa menghindar" Kania menatap diri nya sendiri dengan tatapan sendu, dia ingin bebas, dia ingin bahagia, dia ingin menatap langit, Kania ingin tersenyum.


"Apakah bisa?" Kania hanya tersenyum miris, mengasihani diri nya sendiri.


Kania keluar dari toilet, dan entah tangan dari mana yang menyeret nya dari toilet, bukan hanya menyeret, tapi juga membekap mulut Kania.


Kania di bawa ke belakang restoran


"Hah hah hah, siapa kau berani sekali...😦😦😦".


"Hutsss😧" Galen menyuruh Kania diam.


"Apa yang aku lakukan di sini Galen?" Kania berbisik.


"Apa kau akan merencanakan pertunangan dengan pria itu?".


"Apa urusan nya dengan mu?".


"Aku mencintai mu".


"Terus?, Apakah aku harus perduli dengan hal itu?".


"Tentu, karna kau juga mencintai ku, aku tau itu".


"Jangan berhalu Galen, pergi lah".


"Aku tak akan pergi dari hidup mu, aku akan memperjuangkan apa yang hati ku ingin kan".


"Hah😏, kau bisa apa?, Bisakah kau tunjukan pada ku kehebatan mu selain belajar?".


"Huh" Galen terdiam.

__ADS_1


"Kau tak bisa menjawab kan, maka pergi lah" Kania melangkah pergi, tapi dengan cepat Galen kembali menarik Kania dan mengukung nya di dinding.


Cup😘


Galen ******* kecil bibir Kania, Kania terkejut, dia ingin menggentikan nya, dia ingin mendorong tubuh Galen, tapi hati nya menginginkan nya, hati nya rindu pada Galen, hati nya ingin Galen di sini.


Kania memejamkan mata nya, menikmati lum*tan tanpa balasan, Galen yang mengetahui Kania menutup mata nya, Galen ******* lebih dalam bibir kania dan ikut menutup mata nya.


Setelah 3 menit berlalu, mereka menghentikan tindakan itu.


"Apakah itu yang kau sebut tak mencintai, aku tau kau merasakan hal yang sama Kania".


"Ya, aku mencintaimu, kau puas?".


Galen tersenyum bahagia.


"Maka dari itu, pergi lah dari hidup ku, anggap cium*n tadi adalah kenangan terakhir dari ku, pergilah Galen" entah sengatan listrik dari mana, tapi yang pasti hati Galen remuk.


"Kenapa?, Alasan apa yang membuat mu ingin aku pergi?, Apakah karna aku tak memiliki identitas, kedudukan dan kekayaan seperti pria di depan itu?".


Kania diam memilih untuk mengalihkan pandangan nya dari Galen.


"Jawab aku Kania, ku mohon jawab aku".


"Ya, itu benar, menikah dengan mu tak akan menguntung kan bagi perusahaan kami, pernikahan cinta tak akan membuat bisnis manapun menjadi sukses".


Kania tak bisa menghentikan kepergian Galen, lebih baik memang seperti ini, semua nya akan menjadi lebih baik, Kania tersenyum miris berusaha untuk tak menangis dan menahan semua nya dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kania kembali ke meja makan mereka.


"Apakah kau tersesat nak?, Kau lama sekali ke toilet" ayah Farel.


"Eumm, iya om, Kania baru pertama kali ke sini jadi semua nya terlihat asing" sang ibu hanya bisa menatap anak nya.


"Bahkan Farel tadi sempat menyusul mu, tapi dia kembali lagi, entah kenapa".


"(Apa?😨, Farel menyusul?, Apakah dia melihat aku dan Galen tadi?😧)".


"Ada apa Kania?, Kenapa dengan ekspresi wajah mu?, Apa kau menyembunyikan sesuatu?" Pertanyaan Farel berhasil membuat semua anggota kluarga menatap Farel dan Kania bergantian.


"Tidak, aku tak menyembunyikan apa pun, kau tenang saja".


"Haiss, suasana nya menjadi canggung" ayah Farel.

__ADS_1


"Sayang kami sudah memutuskan tentang tanggal pertunangan kalian, 1 bu..." Karina (ibu Kania).


"Aku ingin tanggal pertunangan nya di percepat, 3 hari, dalam waktu 3 hari aku ingin pertunangan nya di mulai" semua nya terkejut dan menatap Farel, Kania tak kalah terkejut nya, beruntung Kania tak tersedak oleh makanan nya.


"Heh Farel, apakah itu tak terlalu cepat" sang ayah kembali bersuara.


"Tidak ayah, aku fikir lebih cepat lebih baik".


"Baiklah jika itu yang di inginkan nak Farel, kami akan menyiapkan semua nya" Yuda (ayah Kania)".


"Om dan tante tak perlu repot, kluarga kami yang akan mengurus semua nya, om dan tante persiapkan Kania saja😏".


"☺️☺️Baiklah" Yuda.


Jantung Kania tak lagi bisa terkontrol, dia takut dan kringat dingin mulai keluar, apa yang harus Kania lakukan?, Dia ingin menghindari pernikahan ini, tapi kenala malah di percepat?, Bahkan dalam waktu 3 hari?, Itu adalah hal terburuk, sangat buruk.


Semua nya memakan makanan mereka masing masing, Kania sering kali memergoki Farel yang akan menatap nya dengan tatapan singa lapar, Kania merasa risih dan semakin merinding.


Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya kedua kluarga itu menguasaikan kegiatan malam ini, kembali ke kediaman masing masing dan beristirahat untuk mempersiapkan sesuatu yang besar nanti.


Saat semua orang telah tidur, dengan tenang Kania menatap langit malam dari kamar nya, fikiran nya kosong, hati nya sepi, kesunyian melanda hari hari Kania.


Dulu, setidak nya akan ada suara Galen yang mengesalkan, akan ada Galen yang berani menunjukkan sisi cerewet nya, dan sosok Galen yang akan menggangu nya saat dia sedang di atap.


Seketika Kania tersenyum, dan menangis setelah nya.


Kania menangis sebisa mungkin, melepas semua kesedihan dan beban yang berada di pundak nya, semua beban berat itu telah di berikan pada Kania saat dia masih kecil, waktu di mana anak anak akan menghabiskan hati hari nya dengan tawa dan senyuman, tapi Kania?, Kania akan menghabiskan waktu nya pada berkas berkas, mempelajari semua tentang bisnis, dunia bisnis dan semua yang menyangkut tentang bisnis.


Itulah beban yang harus di tanggung oleh anak tunggal, anak satu satu nya, anak yang paling di harapkan oleh kluarga.


Kania kehilangan masa kecil bahagia nya, tapi bukan itu yang membuat nya sedingin sekarang, tapi karna alasan lain.


Kania menagis, tak ada Galen yang akan menghiburnya, tak ada Galen yang akan memaksa untuk mengobati tangan nya, tak ada Galen yang membuat Kania tersenyum, semua nya hilang dari genggaman Kania.


Semua orang mungkin bisa menyebutnya iblis, sombong, jahat, nenek sihir, dan lain lain, tapi dia tak akan bisa menahan saat Galen benar benar pergi dari hidup nya.


Kali ini, langit malam tak berhasil membuat salah 1 hati pengaggum nya terobati, luka di hati itu semakin parah, membuat Kania menangis lebih deras di balkon nya.


TBC


Like♥️


Comment 💬


Vote✨

__ADS_1


Rate⭐


Thanks 😘


__ADS_2