
Galon itu tipe penurut contohnya saja saat Kania mengatakan nya tanpa ragu galon berjalan mendekat.
......................
"A... Ada apa nona?" Tanya galon saat sudah berada tepat di depan Kania.
"Push up 50 kali" tukas santai Kania.
"APA!!!??😲" Galon terkejut, bahkan mungkin nada nya membentak sang dewi.
"Berani sekali kau membentak ku😡."
"Bu... Bukan itu maksud ku nona🙇."
"Push up 50 kali dan Scott jump 50 kali."
"Ha???" Galon langsung lesu saat mendengar perintah itu, serius?, Apakah dia harus melakukan nya?.
Bukan nya menuruti printah sang dewi, galon malah berdiri bengong, "Heh galon, lo mau gue tambahin lagi hukuman lo?, Lemah banget sih jadi cowok, baru aja kek gitu dah dilema lo, cepatan."
"Ba... baik nona🙇" galon langsung mempersiapkan posisi nya untuk push up tepat di depan sang dewi yang sedang duduk di bangku.
Galon mulai bergerak dan Kania mulai menghitung dengan tetap menyumpal telinga nya.
"1."
"1."
Galon menganggkat kepala nya guna melihat Kania, "Apa?, Kau tak suka?."
"Tidak nona," Galen kembali menundukan kepala nya, dan mulai bergerak lagi.
"3."
"4."
Setelahnya Kania tak menghitung lagi, tapi tangan nya tetap menghitung begitu pun otak nya. 30, galon sudah sampai pada push up nya yang ke 30, dan saat ingin ke 31.
bruk
Galen terjatuh, dia tak bisa lagi melanjutkan push up nya.
"Cih, kau memang pria lemah" sindir Kania, dan jujur Galen tak setuju dengan pendapat Kania yang selalu saja menyebut nya pria lemah. Galen ingin melanjutkan push up nya tapi di hentikan oleh Kania, Galen duduk di lantai sambil memijat lengan kanan nya yang sakit.
__ADS_1
Kania melihat sesuatu, keringat Galen mengalir dan membuat fondation nya luntur, Galen tak menyadari nya, dia malah membersihkan kringat nya dengan baju nya membuat luka lebam di wajah nya semakin ketara, membuat Kania semakin merenyit.
Kania berdiri, berjalan mendekat ke arah galon, membuat galon bingung dengan sikap mendadak sang dewi. Setelah Kania berada tepat di depan galon, Kania berjongkok di depan galon, dan memegang dagu Galen tiba tiba, membuat pemuda itu terkejut dan menjelalakan mata nya.
"No... nona😳, ada apa?, ke... kenapa?" Tanya Galen gugup, sungguh dia belum pernah sedekat ini pada sang dewi.
"Kau habis di pukuli siapa?."
Galen terkejut mendengar pertanyaan dari Kania, ada apa dengan sang dewi sampai dia menanyakan kondisi si pria culun?, Wahhh apakah ini tanda tanda akhir dari dunia?.
"Jangan berfikir yang tidak tidak, aku hanya bertanya."
Galen menunduk, dan menjawab "Tuan Ang..." Belum selesai Galen mengatakan nya tapi Kania memotong kalimat nya.
"Berhenti memanggil siapa pun sebagai tuan dan nona, panggilan itu hanya di peruntukan untuk ku, mengerti?" Tukas Kania tegas.
"Baik nona" Galen menunduk dan berniat melanjutakan jawaban nya, "Angga dan teman teman nya memukuli ku setelah nya mereka mengunci ku di gudang," Galon mengatakan semua nya.
Kania hanya diam mendengar nya, Galen melirik jam di tangan nya yang sudah menunjukan pergantian jam pelajaran.
"Nona aku pamit ma..."
"Ya pergi lah, dan selesaikan tugas ku juga, ambil buku nya di loker ku, ini kunci nya," Kania melempar kunci loker pada galon, untung nya galon berhasil menangkap nya.
Galen pergi dari sana, meninggalkan Kania yang masih memerlukan waktu bersantai nya, mungkin juga bukan waktu bersantai karna hanya Kania yang tau apa yang saat ini sedang ia fikirkan.
...----------------...
Sudah 3 jam pelajaran yang Kania lewati, merasa sudah cukup dengan waktu nya, Kania segera turun dan menuju kelas nya, saat di depan pintu kelas Kania bisa melihat jelas galon yang duduk di bangku depan dengan 2 buku tulis di atas meja nya.
Sang dosen yang menyadari ada orang di depan pintu langsung saja menoleh ke arah pintu, "Kania?, kenapa baru datang?," Kania sungguh tak peduli, Kania lebih memilih untuk langsung masuk dan duduk di bangku belakang, meletakan kepala nya pada meja dengan lengan kanan sebagai bantal nya, menatap dinding polos kelas dan memejamkan mata nya.
Galen hanya menatap dari kejauhan tingkah Kania yang sungguh tak memiliki etika itu, menatap dengan tatapan dingin pada wanita yang saat ini sedang tertidur itu, dan entah kenapa sikap Kania yang seperti ini tak membuat para fans pria nya berkurang.
"Galen apa yang kau lihat?" Sang dosen berhasil membuat Galen tersadar akan tindakan nya itu.
"Tidak ada" Galen langsung menghadap ke depan dan melanjutkan pelajaran nya.
Galen mencatat semua materi yang di berikan dosen bukan hanya mencatat di buku nya, tapi mencatat di buku Kania juga, tangan Galen cukup kebas, beberapa kali Galen akan menggoyangkan tangan nya untuk mengurangi kebas di tangan nya, pegal yang di akibatkan push up belum hilang sepenuh nya dan sekarang di tambah dengan catatan sebanyak ini. Galen hanya bisa menghela nafas nya lelah.
Skip
Pelajaran telah selesai dan bel burbunyi tanda bahwa semua mahasiswa boleh pulang. Semua mahasiswa sudah membereskan buku mereka yang berada di atas meja, tapi Galen masih setia mencatat, dia masih menyalin catatan nya di buku sang nona, kelas sudah sepi tak ada lagi mahasiswa yang berada di sana.
__ADS_1
Saat Galen masih fokus mencatat tiba tiba ada orang yang menarik buku nya, Galen sontak langsung menatap siapa yang menarik buku dari nya.
"Nona?" Galen terkejut melihat siapa yang sudah menarik buku itu dari nya.
"Lanjutkan besok, kau bisa pulang" Kania langsung pergi dari kelas dengan membawa tas nya dan buku yang di catat oleh Galen, sedangkan Galen menatap punggu Kania yang semakin menghilang.
...----------------...
Keesokan hari nya Kania datang bersama Angga ke kampus, mencuri atensi setiap mahasiswa di sana, walawpun Angga termasuk penerus yang bodoh tapi dia tak seburuk itu, setidak nya wajah yang di miliki Angga masih bisa menyelamatkan reputasi keluarga nya. Angga menggandeng tangan Kania hingga ke depan kelas Kania, setelah nya Angga pergi menuju kelas nya sendiri.
Atensi Kania langsung terarah pada Galen yang baru saja datang dengan penampilan yang sama, dan buku buku yang di bawa nya di tangan, saat Galen dengan sopan nya melewati Kania untuk memasuki kelas, Kania langsung mengangkat suara nya.
"Berhenti" Galen langsung saja menghentikan langkah nya, "Kau mau apa?".
"Masuk ke kelas nona" ucap Galen perlahan.
"Siapa yang menyuruh mu?".
"Tak ada" jawab Galen yang sekarang sudah bingung.
"Ikut aku" Kania langsung melangkah pergi dari kelas dengan di ikuti Galen yang berjalan di belakang nya.
Mereka pergi ke atap, dan saat Kania membuka pintu nya...
"Hujan?" Ya di luar sana sedang hujan dan atap di penuhi dengan air, mereka tak mungkin bisa ke sana. Kania kembali menutup pintu atap dan menghembuskan nafas nya.
"Kita ke kelas saja nona, di sana kita tak akan kehujanan" saran dari Galen yang membuat Kania semakin merasa kesal.
"Kau ini kekurangan ilmu atau memang hobi belajar?" sindir Kania.
"Ke dua nya, karna kita kan perlu mencari ilmu sebanyak mungkin ag..."
"Hentikan bacotan mu, sekarang kau lebih cerewet dari sebelum nya" Kania kembali berfikir tempat mana yang cocok untuk dia jadikan sebagai tempat berbolos.
TBC
Like♥️
Comment 💬
Vote✨
Rate⭐
__ADS_1
Thanks 😘