Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
10


__ADS_3

Tuan dan nyonya besar Adiputra sudah kembali dari luar negri, dan arti nya Kania terbebas dari beban nya, yahh Kania lega dengan itu.


......................


2 minggu sudah berlalu, tapi tak seorang pun yang tau di mana Kania berada, Kania menghilang 2 minggu ini, tak ada kabar dan tak bisa di telfon, kluarga nya mengutus banyak orang untuk mencari di mana Kania berada.


Kluarga Adiputra tak ada yang memberitau publik tentang berita ini, ayah dan ibu Kania menutupi berita menghilang nya Kania. Ibu dan Ayah Kania hanya mengatakan jika Kania sementara ini sedang berada di asrama hanya untuk sementara waktu saja.


"Dimana berada nya anak si*lan itu?😠" Tuan Yuda sudah sangat kesal, baru 1 hari dia pulang ke Indonesia dan sekarang anak nya yang menghilang entah ke mana.


Nyonya Karina hanya bisa diam dan bersedih, Karina takut jika terjadi apa apa pada sang anak, Karina takut jika sang anak sedang dalam masalah, bagaimana jika Kania di culik oleh rival mereka?, Memikirkan nya membuat nyonya Karina semakin sedih.


Keadaan rumah besar Adiputra saat ini sangat kacau, kehilangan 1 orang membuat semua orang menjadi panik dan bergegas untuk mencari.


...----------------...


"Ini sudah 2 minggu tapi Kania tak terlihat, kemana dia?, Aku juga tak lagi mendengat tentang nya di dunia bisnis" Galen saat ini berada di atap kampus, mengerjakan tugas nya dan tugas sang nona, jujur Galen merasa kesepian, tapi juga lega di waktu bersamaan, sedih juga rindu, entah kenapa perasaan itu ikut di rasakan oleh Galen.


Galen menatap langit yang biasa nya di tatap oleh Kania, menenang kan memang, perasaan tenang dan damai, fikiran seolah berhenti bekerja lebih memilih memuji langit biru yang cerah.


Entah kenapa tapi Galen tersenyum sendiri bahkan dia sendiri tak menyadari hal itu, saat Galen sadar, "Hah?!, Kenapa aku tersenyum?" Galen lingung, apa?, Ada apa?.


Galen akhirnya mengerti kenapa Kania sangat suka menatap langit, Galen juga menemukan jawaban, kenapa Kania sangat bahagia saat diri nya bisa menatap langit, yaa Galen akhirnya tau kenapa Kania bisa tertawa saat itu, saat Galen menemukan tempat di mana Kania bisa melihat langit malam yang indah.


Galen menyadari 1 hal, "😶yak, iya tempat itu, pasti Kania di sana" Galen langsung berdiri dan meninggalkan atap.


...----------------...


Galen sampai pada tempat di mana dia dan Kania menikmati langit malam itu, tapi dia tak menemukan Kania di sana, bahkan tak ada apa pun di sana, kemana Kania?.


"Kau di mana?" Galen menyandarkan diri nya pada mobil hitam yang terparkir tepat di belakang nya.


Galen lelah menyetir sejauh ini, dia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan lagi, tapi tak ada apa pun. Galen menutup mata nya dan memijat pelipis nya, dia lelah, apalagi saat lelah nya tak membuahkan hasil.


puk


😶😓😓


Galen terkejut dan merinding, ada yang menepuk pundak belakang nya, perlahan Galen menoleh ke belakang dan...


"KANIA!!!???😲😲".


"Huttssss😧👆" Kania meminta Galen untuk diam, dan Galen pun diam.


"Nona di sini?".

__ADS_1


"Terus aku mau di mana lagi?".


"Nona, apakah kampus kita mengajarkan untuk menjawab pertanyaan dengan pertanyaan?" Galen mengintimindasi Kania, tapi Kania hanya mengangkat 1 alis nya.


"Bacot" Kania berjalan pergi dari sana, pergi masuk ke area hutan, Galen mengikuti langkah Kania.


"Nona kita mau ke mana?".


"Diam dan ikut saja".


"Tapi aku perlu tau ke mana kita akan pergi, jika aku tak tau, lebih baik aku tak ikut" Galen memberhentikan langkah nya begitu pula dengan Kania.


Kania membalikan badan nya menghadap Galen di belakang nya, "Apakah aku yang meminta mu ikut?".


Galen terdiam, ya, yang Kanua katakan benar, dia tidak meminta Galen untuk ikut, lalu menapa Galen mau ikut?.


Galen kembali mengikuti langkah Kania, Valen lebih sering melihat ke arah bawa, takut jika dia menginjak sesuatu yang membahayakan atau semacam nya.


"Sampai" Galen mendongakan kepala nya dan melihat.


"Wahhh rumah?😮" Galen melihat rumah kayu yang begitu sederhana di sana.


"Ya, semenjak kau menemukan tempat ini, aku meminta orang untuk membangunkan ku rumah kecil di sini, dan begini lah" Kania dan Galen melangkah masuk ke dalam rumah.


Galen terpukau melihat semua nya, rapih, bersih, wangi, sangat perfec, Galen jadi ingin menghabiskan waktu nya di sini.


"Tidak, aku tidak ingin menginap, siapa bilang aku akan menginap".


Kania hanya diam dan menggeleng kan kepala nya saat Galen sendiri buruk dalam berbohong.


"Kemari lah".


"Kemana?".


"Ke makam".


"Siapa yang meninggal?".


"(Banyak tanya set*n, sabar)" Kania hanya diam dan bersabar, melihat Kania yang tiba tiba diam membuat senyuman di bibir Galen mekar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kania membawa Galen ke belakang rumah, menunjukan pada Galen sesuatu yang indah, yang membuat Kania betah di sini.


"Wahhh😮😮😮, beautiful" Galen sungguh terpukau, tenyata bagian belakang rumah ini ada sebuah danau, danau yang di tutupi pohon pohon besar, itu lah mengapa dia tak bisa melihat danau nya.

__ADS_1


Galen berjalan dan menyandarkan diri nya pada pembatas besi atau pagar besi, model pagar nya seperti dinding, tidak berbentuk seperti hal layak pagar pada umum nya.


"Berhati hatilah pada apa yang ada di belakang mu" Kania.


"Memang ada apa di belakang ku?".


"Ini danau culun, ada buaya di sana" Galen langsung melotot, reflek dia menjauh dari pagar besi itu.


"Kenapa kau tak bilang?".


"Tadi apa?" Kania santai tapi Galen seketika langsung tegang mendengar jika di sana ada seekor buaya.


Kania duduk di lantai, menatap langit biru di atas nya, Galan hanya tetap berdiri.


"Kenapa harus di sini?, apakah tak ada tempat yang lebih aman?".


"Sebegitu takut nya kah kau?".


"Tidak, aku tidak takut, siapa yang bilang aku takut?".


Kania menggelangkan kepala nya melihat tingkah konyol Galen, "aku meminta orang untuk mendisain khusus rumah ini, rumah ini seperti berangkas yang tertutup, jadi kau aman".


Galen merasa lega mendengar nya, dia ikut duduk di samping Kania, ikut memandang langit biru itu, seketika suasana menjadi sunyi, bau udara segar begitu dominan, semua nya lebih menenangkan.


"Akhirnya aku mengerti".


"Apa?".


"Aku tau alasan mengapa kau sangat suka memandang langit...".


"....Kedamaian, ketenangan dan perasaan lega, itu yang kau rasakan saat memandang langit kan?".


Kania tersenyum, "ya, aku merasakan itu semua, entah mengapa langit selalu berhasil membuat ku terpikat".


Galen melihat senyuman itu terukir lagi di bibir seorang Kania, suasana kembali sunyi sebelum Galen kembali berucap.


"Nona, kembali lah bersama ku".


TBC


Like♥️


Comment 💬


Vote✨

__ADS_1


Rate⭐


Thanks 😘


__ADS_2