Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
7


__ADS_3

Hari ini Galen tak datang ke kampus, entah apa lagi yang terjadi. Pelajaran pertama baru saja selesai, dosen juga baru saja keluar kelas tapi langsung saja ada orang yang datang ke kelas mereka.


"Nona Kania" Kania berdiri dan langsung berjalan ke arah pintu kelas, yaa seorang wanita yang di ketahui memiliki nama Mawar itu memanggil nona nya.


"Ada apa?".


"Tuan ingin nona menggantikan nya dalam rapat pemegang saham hari ini" Kania langsung keluar dari kelas nya di ikuti Mawar yang berjalan di samping sang nona.


"Perusahaan mana?".


"N.E production"


...----------------...


Mawar dan Kania saat ini sudah sampai di perusahaan N.E Production, perusahaan pembuat elektronik terbesar di Indonesia, perusahaan ini termasuk PT tertutup, di mana perusahaan ini akan membuka saham nya pada kalangan tertentu saja.


Kania dan Mawar masuk ke dalam, dan menanyakan tempat rapat. Setelah mengetahui posisi ruang rapat, Kania dan Mawar menaiki lift ke lantai 3, setelah pintu lift terbuka, Mawar dan Kania langsung menelusuri lorong di depan mereka.


"📞Ya, iya jadi kok, semua nya bisa di atur, kau tenang saja".


Kania dan Mawar melewati ke 2 pria di depan nya tadi.


"Tuan, kenapa tuan harus melakukan nya?" Berbisik.


"Aku hanya tak ingin dia mencurigai sesuatu" berbisik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kania memasuki ruang rapat bersama dengan Mawar.


"Maaf kami terlambat" Mawar menunduk dan mulai berjalan ke kursi nya untuk duduk.


Rapat di mulai, rapat kali ini hanya menghadir kan 15 orang pemegang saham, hampir semua nya pria, beberapa wanita adalah sekertaris mereka.


Pembagian hasil, dan pemberitahuan bahwa akan ada penambahan saham.


"Jadi apakah nona Karina tertarik untuk memiliki saham tambahan kami?" Tanya sang tuan rumah.


"Tidak" Karina.


"Saya yang akan membeli semua saham tambahan nya" salah satu pemegang saham menyuarakan keinginan nya.


"Baiklah kalau begitu, semua saham nya sudah menjadi milik mu tuan".


Rapat di bubarkan, Kania dan Mawar pun ikut keluar.


"Kenapa nona tidak mengambil saham tambahan tadi?, itu akan sangat menguntungkan bagi kita".

__ADS_1


"Di dalam berbisnis kau perlu tau 1 hal, jangan tergiur pada keuntungan besar secara instan" Kania pergi mendahului Mawar yang berjalan di belakang nya.


Perkataan Kania tak salah, tapi apakah tuan Adiputra bisa mengerti itu?. Yak, yang di khawatirkan oleh Mawar adalah tuan Adiputra yang tak akan mengerti maksud dari seorang Kania.


...----------------...


"Ada apa dengan mu Kania?😠" Yuda, "kau sudah menghilangkan keuntungan yang seharusnya kita dapatkan, apakah kau sudah kehilangan akal?" Tuan besar Adiputra sangat marah saat ini, dia memarahi sang anak, Kania. Kania hanya diam duduk manis di sofa sambil memainkan tablet yang ia pegang.


"Maaf... Jika aku ada salah" dengan enteng nya Kania mengatakan itu saat sang ayah memarahi nya.


"Kau😠😠😠" Yuda sudah sangat marah saat ini, untung nya sang istri dapat menenangkan sang suami.


"Sayang sabar lah, tak baik marah marah, dan Kania sayang mengerti lah apa yang ayah mu inginkan" sang ibu menengahi pertengkarah ayah dan anak itu.


Kania hanya diam mendengarkan.


"Mulai besok kau akan mengambil alih perusahaan kita di sini, karna ayah dan ibu akan pergi keluar negri, 1 minggu, jika dalam waktu 1 minggu kau tak bisa membuat diri mu layak, maka terpaksa ayah yang akan mengambil keputusan untuk masa depan mu" Tuan besar pergi meninggalkan Kania yang memasang wajah terkejut.


Sang ibu menepuk pundak sang anak sebelum ikut pergi meninggalkan Kania di sana.


Kania duduk sendiri di balkon kamar nya, melihat langit malam yang akan selalu berhasil membuat nya tenang, Kania pun ikut teringat saat dia dan Galen menemukan tempat itu, di mana mereka berdua sama sama menikmati langit malam yang di penuhi oleh bintang.


Kania menghembuskan nafas nya lelah, dia masuk dan duduk di kursi meja belajar milik nya sendiri, membuka leptop dan melanjutkan pekerjaan yang belum ia selesaikan.


Kania mendengar derap langkah yang mendekati kamar nya, Kania mengintip dari cela pintu kamar nya, mendapati sang ibu berjalan mendekat ke arah kamar nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat nyonya besar sudah membulatkan tekad untuk mengetuk pintu, telfon sang nyonya berbunyi


"📞Ada apa?".


"📞....".


"📞Hah?, Bagaimana bisa?" Entah apa yang membuat sang nyonya bisa semarah sekarang.


"📞..... "


"📞Arghhh, ok baiklah aku kesana sekarang" nyonya besar melangkah pergi menjauh dari kamar si anak.


Kania hanya tersenyum miris mengetahui nya.


Dalam waktu 1 minggu Kania tidak akan berkuliah, dalam waktu 1 minggu dia akan mengurus perusahaan sang ayah, dan dalam waktu 1 minggu pula Kania harus membuktikan bahwa diri nya pantas.


...----------------...


Saat ini Kania sedang mengatasi semua berkas yang ada di atas meja kerja sang ayah, mengutak atik leptop di sana.

__ADS_1


"Mawar, berikan aku pembukuan persediaan di gudang".


"Baik nona" Mawar berdiri dan langsung melaksanakan apa yang di minta sang nona.


Beberapa menit kemudian Mawar kembali dengan membawa berkas/ pembukuan gudang.


"Nona jam 3 nanti nona ada rapat".


"Hm".


Kania kehilangan waktu istirahat nya, Kania juga sudah jarang makan, bahkan Kania sendiri mengurangi jadwal tidur malam nya.


Hari demi hari terlewat kan, dan hasil dari kerja keras Kania tak sia sia, keuntungan yang di hasilkan perusahaan meningkat saat Kania mengambil alih.


Tuan dan nyonya besar senang atas kinerja sang anak, tapi mereka tak bisa pulang, mereka memiliki urusan yang masih harus mereka selesaikan di sana.


...----------------...


Saat Kania ada di kampus, dia langsung ke atap kampus dan mengistirahatkan tubuh nya, menyandarkan tubuh nya pada dinding dan memejam kan mata nya, menikmati lagu yang terputar melalui headset tanpa kabel.


Baru saja Kania ingin masuk ke dalam mimpi nya, tapi lagi dan lagi Galen masuk dan menggangu Kania yang sedang beristirahat.


Kania mengecap kesal, "kau lagi Galon, kenapa kau selalu saja datang di saat yang tak tepat?" Kania sudah sangat kesal, Galen yang bersalah hanya menundukan kepala nya.


"Maaf nona, saya tidak tau, nona sudah 1 minggu tak masuk, saya kira nona tak ada di sini".


"Hais, apa kau sudah menyalin semua tugas ku?".


"Sudah nona".


"Bagus, setidak nya kau tak menambah kemarahan ku".


"Baik, kalau begitu aku keluar dulu ya nona".


"Jaga di depan pintu jangan sampai ada yang masuk, aku tak ingin ada yang menggangu waktu istirahat ku lagi, mengerti?".


"Iya nona" Galen pergi dengan tetap menggendong buku nya, keluar dan duduk di depan pintu, menurut seperti apa yang di katakan oleh Kania.


TBC


Like


Comment


Vote


Rate

__ADS_1


__ADS_2