Queen And Nerd Boy

Queen And Nerd Boy
1


__ADS_3

"Heh galon ambilkan jus untuk ku" panggil Kania Pada Galen, Galen hanya melongo, 'Galon' siapa galon?, Diri nya kah?.


"Aku memanggil mu dasar culun."


"Saya nona?, owhh maaf nona, tapi nama saya Galen bukan..."


"Aku tak peduli, cepat ambilkan aku jus" Kania memotong kalimat Galen, dan Galen hanya menurut, mengambil jus dan di berikan nya pada sang nona yang sedang duduk di kursi kantin.


Sejak penuturan Kania di atap kampus, Galen mulai mengikuti langkah Kania, menuruni tangga dan menuju kantin. Semua mata tertuju pada mereka, ada yang mengasihani nasib Galen, ada yang tak suka Galen berada dekat dengan Kania, ada juga yang tak peduli dengan nasib Gelen yang akan di permainkan.


Kania duduk di kursi kantin, dan Galen setia berdiri di samping Kania, setelah nya Kania meminta jus itu pada Galen, dengan memanggil Galen dengan sebutan 'galon' ini sudah panggilan ke 2 yang di pakai Kania untuk memanggil si 'culun' , sebegitu penting kah si culun ini?.


"Salin catatan ke buku ku, dan jangan sampai terlewat walaw 1 kata pun, MENGERTI!!!?" Kania membentak.


"Me... Mengerti nona" Galen yang di bentak hanya menunduk dan mengiyakan, ia mulai menyalin semua catatan ke buku Kania, cukup lelah dan pegal karna dosen memberikan banyak materi hari ini.


Tiba tiba ada yang mendekat ke arah mereka, 4 pria mendekat ke arah mereka. Apa kalian masih ingat dengan 4 pria yang menyiksa mahasiswi yang saat itu bergosip tetang sang dewi?, Yaa 4 pria yang sama berjalan mendekat ke arah Kania, dan Galen duduk di belakang Kania, menyalin semua nya.


"Hai sayang👋😊," sapa salah satu dari pria di sana, yang berjalan paling depan dan mengucapkan salam pada Kania. Kania langsung menengok dan melihat ke 4 pria itu, salah 1 nya bahkan sudah duduk di sebelah Kania dan merangkul tubuh Kania.


Kania melirik tak suka saat 'pacar'(?) Nya merangkul dan menyentuh tubuh nya, Galen melihat dengan terkejut dan mahasiswi lain nya kembali fokus pada makanan mereka.


"Angga Putra, penerus dari kluarga Putra yang tak memiliki apa pun. Tak punya kepintaran dan juga tak memiliki kelayakan untuk menjadi seorang penerus" jelas mahasiswa di balakang sana, mahasiswa itu menjawab pertanyaan dari mahasiswa lain yang menanyakan tentang identitas dari pria yang berani menyatakan cinta pada sang dewi.


"Bukan kah dia tak pantas untuk Kania?, Kenapa dia tak sadar diri?" Tanya mahasiswi lain.


"Pria seperti dia tak akan menyadari, karna menurut nya kekayaan dan kedudukan utama, selagi dia punya uang maka apa pun itu akan dia dapat kan" jawab mahasiswi lain.


...----------------...


"Siapa dia sayang?" Tanya Angga sambil merangkul tubuh Kania.


"Budak baru ku" jawab Kania terlampau datar.

__ADS_1


Ke 3 pria yang tadi datang bersama Angga duduk di sebelah Galen, sengaja mengganggu dan menjahili Galen yang sedang mencatat.


"Sayang nanti malam aku akan mengadakan pesta untuk kita, apa kau punya waktu?."


"Entahlah, akan ku kabarkan nanti."


"Usahakan ya sayang🙃, sebab ini kan pesta tamu utama nya kamu kalo kamu nggak ada terpaksa aku batalin pesta nya," Angga terus saja membujuk sang kekasih.


"Ha, ba...." kalimat Kania terpotong.


"Wahhhh lihat, si culun ngerusak buku dewi kampus😮," triak salah 1 teman Angga, Galen langsung panik, bukan dia yang merusak buku nya tapi mereka bertiga.


Kania dan Angga langsung menoleh ke belakang, dan Galen langsung menggeleng kan kepala nya.


Kania melihat semua nya, buku nya yang robek dan tercoret, di tambah dengan Galen yang terus menggeleng code bahwa bukan dia yang melakukan nya, dan jangan lupakan ke 3 teman Angga yang senang melihat Galen berada dalam kesulitan.


"Argh😤," Kania langsung berjalan pergi meninggalkan semua orang di sana, Kania pergi dengan kemarahan yang memuncak terilhat dari wajah nya yang di tekuk.


Angga yang melihat itu langsung menendang meja di depan Galen dan memarahi Galen.


"...berikan plajaran pada nya" titah Angga pada ke 3 teman nya, ke 3 pria yang mendengar printah Angga tersenyum licik.


Kania pergi ke toilet membasuh wajah nya guna meredam emosi, hah sungguh hari pertama kuliah dia sudah di buat marah besar seperti ini. Kania memijat pelipis nya yang sedikit terasa sakit dan pusing.


...----------------...


"Yakkk tolong bukakan pintu nya, maaf sungguh aku minta maaf, aku tak bermaksud😫, maaf jika aku punya salah pada kalian😫," Galen di kurung di gudang gelap dan kotor milik kampus, yak siapa lagi pelakunya kalo bukan ke 3 pria yang tadi, bahkan saat ini ujung bibir Galen pecah, yaa sebelum di kurung di gudang ini, Galen sempat di pukuli terlebih dahulu oleh ke 3 mahasiswa itu.


"Kau itu tak punya salah apa pun, tapi saat melihat mu perasaan jijik kami muncul, dan kami tak suka melihat nya, soo kami lakukan hal ini agar tak melihat mu🤣🤣🤣haha" jelas salah 1 dari mereka.


Angga tiba mendekati ke 3 teman nya itu, "Bagaimana?, Sudah kalian bereskan?."


"Sudah dong, ini orang nya di dalam" timpal yang lain.

__ADS_1


"Bagus, buang kunci nya😏" printah Angga.


"Siap bos🙋‍♂️."


Salah 1 teman nya langsung pergi untyk membuang kunci itu, dan yang lain mengucapkan selamat tinggal pada Galen.


"Buat diri mu nyaman di sana oke?."


"Hahahah🤣🤣🤣, jangan terlalu setres di dalam sana agar kau bisa hidup lebih lama🤣🤣."


Setelah nya Angga yang berbicara, "aku tak suka orang lain berada dekat dengan nya, termasuk kau, semua nya harus musnah😈."


"To... Tolong buka pintu nya hiks, ku mohon hiks, nona yang meminta ku jadi aku hanya bisa menurut, jadi tolong ini bukan salah ku🤧" ucap Galen di dalam sana.


"Cih, kau fikir aku peduli apa?, Tidak, tidak sama sekali, ayo pergi" ajak Angga pada yang lain.


"Tolong, ku mohon jangan tinggalkan aku sendiri di sini, ku mohon buka pintu nya, aku mohon, tolong maaf kan lah aku" triak Galen di dalam sana.


Suasana kampus sudah sepi yang tanda nya tak ada orang di dalam kampus, semua mahasiswa dan dosen sudah pulang, dan Galen terduduk lesu di lantai gudang, dia lelah, dia juga belum makan bahkan langit sudah gelap membuat gudang tak lagi di sinari oleh matahari.


Ceklek


Pintu gudang terbuka, Galen merasa lega dan segera keluar dari sana, Galen berjalan tertatih tatih dan langsung di bantu oleh orang yang membuka pintu, tubuh nya seolah remuk, bisa di jamin Galen akan terus mengingat kejadian ini, tapi pertanyaan nya bukan lah itu. Siapa yang membebaskan Galen dari sana?, Siapa yang berani nya melempaskan tahanan dari para kluarga bangsawan?, Dan bukan kah kunci nya telah di buang?.


TBC


Like♥️


Comment 💬


Vote✨


Rate⭐

__ADS_1


Thanks 😘


__ADS_2