
"Kalau saja kau tau, kekuatan orang yang kau provokasi itu, mungkin kau akan segera berlutut dan memohon ampun" Gumam suparman dalam hati nya.
...-----------------------------------------------------------------------...
Sementara itu Antonius yang mendengar ucapan Moris yang nencoba memprovokasi nya, hanya tersenyum mengabaikan nya.
"Mengapa kau tersenyum!! apakah ada yang lucu ha!!!" bentak Moris.
Boris yang melihat Pemuda itu tetap tenang bahkan di bentak di hadapan para hunter Rank A+, tentu saja Boris merasa ada yang aneh, bahkan Suparman terlihat menelan air liur nya dan berkeringat.
Melihat Ekspresi Suparman, Boris memikirkan Dua kesimpulan pertama, Suparman takut kepada Moris atau yang kedua, Suparman Takut jika pemuda yang bersama nya itu marah dan mengamuk.
Boris pun sengaja berdehem, dan bersuara untuk mencairkan suasana dan mengalihkan pembicaraan*.
"Hei, bisakah kita melanjutkan Penaklukan Dungeon ini lebih dulu, anggota ku butuh perwatan secepat mungkin" ucap Boris sambil memegang dada nya yang sakit dan berdiri.
"Aku juga setuju dengan Pendapat Boris" ucap Ari.
Moris pun menuruti ucapan Ari sambil berdecak kesal.
"Jangan anggap masalah ini sudah selesai pengecut, saat Dungeon ini di bersihkan, aku juga akan bermain-main dengan pecundang seperti mu" ucap Moris tersenyum dingin.
Sementara di dalam bayangan Antonius, Agera,Zonda,Brush,Vyron, Moss, dan Cien, dan 150 prajurit Kematian milik Antonius benar-benar mencapai puncak Amarah nya.
Bahkan Mosses yang paling kuat diantara mereka pun angkat bicara.
"Tuan, ijinkan Saya keluar, saya akan memberikan Hadiah sambutan pada manusia tidak tau diri itu" ucap Moses, melalui telepati nya.
"Tidak perlu, aku ingin lihat seberapa besar kesombongan ya?" ucap Antonius.
Para bawahan nya yang mendengar perkataan Antonius pun terdiam.
"Baik tuan, kami mengerti" jawab Mosses.
Boris,Suparman dan 5 hunter dari Guild Shark Evil pun segera bergerak pergi menuju pintu gerbang Boss Dungeon.
Sementara 3 hunter Rank B, Dari Guild Grim Reapers tidak bisa ikut bertarung melawan Boss karena sudah terluka parah, dan Ke 3 hunter ini memilih untuk menunggu di luar ruangan Boss.
Ari mengambil alih komando, dan berjalan paling depan di ikuti ke empat rekan nya dari belakang.
Sementara Boris yang terluka parah hanya bisa menyembuhkan 50 persen kekuatan nya, dan tetal memaksakan untuk ikut melawan Bos Dungeon.
Boris tidak ingin Guild nya di anggap sebelah mata oleh Guild Shark Evil.
__ADS_1
"Jangan lengah, dan tetap Waspada" ucap Ari sambil mendorong dan membuka pintu gerbang boss dungeon.
"Semoga saja para hunter lemah ini tidak menjadi beban," ucap Moris dengan sinis, sambil menoleh kebelakang dan melirik tajam ke arah, Boris, Suparman, Dan Antonius.
Boris yang mendengar perkataan Moris, kesal dan marah, namun dia tidak ingin membuat masalah, apalagi kekuatan nya sudah banyak habis di pertarungan sebelum nya.
Terlebih lagi anggota nya membutuh kan pertolongan medis, sehingga dia harus fokus menyelesaikan dungeon ini.
Sementara Antonius tetap tenang dan tersenyum mendengar ucapan Moris. Melihat Antonius tersenyum, Moris pun terkekeh kecil.
"Dasar idiot, tersenyum lah, untuk terakhir kali nya" ucap Moris, sambil berjalan masuk kedalam ruangan bos Dungeon.
Setelah mereka semua masuk dalam ruangan Boss, Pintu gerbang langsung menutup kembali.
Didalam ruangan Boss terdapat kursi singasana.
Diatas kursi itu terlihat sosok mahkluk yang menyerupai manusia, namun kulit nya putih pucat seperti mayat hidup
Mahkluk itu mengeluarkan Aura membunuh yang sangat kuat, bahkan para hunter bergidik ngeri dengan aura membunuh yang dikeluarkan mahluk yang duduk diatas singasana itu.
Sementara Antonius tetap tenang dan biasa-biasa saja, Boris yang tepat berada di samping Antonius dan melihat Antonius tetap tenang, menjadi penasaran dengan kekuatan Antonius.
"Hahahhaha, tenyata hanya sekelompok manusia rendahan, berani sekali kalian datang dan menbuat kekacauan di wilayah ku" ucap mahkluk itu dengan dingin dan memperkuat aura membunuh nya.
Sementara itu, Suparman gemetar dan membungkuk nafas nya mulai berat dan sesak menahan aura membunuh monster itu.
Antonius memegang pundak Suparman, dan mengalirkan sedikit energi nya agar Suparman dapat bernafas dengan lega*.
Ding : Boss monster telah muncul
...SHAKA...
...Tittle : Vice lord Vampire...
...Rank : S+...
Para hunter yang melihat notifikasi dari System Dungeon menjadi kaget, pasal nya dungeon yang mereka masuki adalah dungeon rank A. bagaimana bisa boss memiliki rank S+.
"Hoh, ternyata Dungeon ini juga memiliki system, apa system dungeon sama dengan system yang aku punya" gumam Antonius dalam hati.
"Ahk sudah lah, akan kutanya kan nanti, sekarang lebih baik aku memperhatikan cara mereka melawan vampir itu" ucap Antonius dalam hati nya.
*Para hunter mulai ragu dan ketakutan, sangat tidak mungkin mereka bisa menang melewan bos monster yang memiliki Rank S+.
__ADS_1
Meskipun mereka memiliki rank A+. namun jarak kekuatan antara Rank A+ ke rank S saja sudah jauh apalagi yang mereka hadapi sekarang adalah rank S*+.
"Ini kesempatan bagi kita, jika kita menang melawan boss dungeon ini, kita akan menjadi terkenal, dan bisa jadi kita akan diangkat menajadi eksekutif Guild" ucap Ari meyakinkan teman-teman nya.
"Haha bagus-bagus, sudah lama aku tidak bersenang-senang dengan manusia rendahan seperti kalian" ucap Shaka lalu berdiri dari seingasana nya dan melesat maju menyerang.
Para hunter pun segera melesat maju, Boris yang ingin maju menyerang pun segera di tahan Antonius.
"Biarkan saja mereka bertarung, kita akan mengamati saja" ucap Antonius santai.
Ke lima hunter Shark Evils pun bertarung dengan sengit. Meski Shaka di serang dari segala arah, namun perbedaan kekuatan antara Shaka dan 5 Hunter Shark evils jauh berbeda.
Shaka berhasil menangkap salah saru hunter rank A, dan menggenggam kepala hunter tersebut, lalu membantingkan nya ke lantai.
"Bruaaaaggghhhhh,, suara hantaman hunter yang terbanting membentur lantai.
Tidak berhenti, disitu saja Shaka melepaskan skill Blood sniff dan menghisap darah hunter yang dibanting nya, tubuh Hunter Rank A itu segera mengering dan tewas begitu saja.
Ari, Moris,Totti, dan satu rekan nya lagi bergidik ngeri saat melihat rekan nya tewas begitu saja.
Ari melirik ke arah Boris,Suparman dan Antonius yang hanya diam menonton pertarungan mereka pun, memikirkan suatu ide.
"Mari kita pancing boss monster ini kearah mereka, dan biarkan mereka bertarung, sehingga kita punya kesempatan untuk mulihkan kekuatan kita" ucap Ari.
Moris,Totti dan rekan nya setuju dengan rencana Ari, mereka pun segera melesat menyerang Shaka, namun mereka menyerang sambil mundur bertahap ke arah kelompok Boris.
Antonius yang tau tujuan Ari dan kawan-kawan nya, hanya tersenyum.
"Benar-benar tidak tau malu" ucap Antonius dingin.
.
.
.
Bersambung
.
.
Jangan lupa like dan Komen.
__ADS_1
Author masih membutuhkan saran dari para readers semua.🙏🙏