
Mendengar pertanyaan pemuda yang di depan nya pun, Ketiga pemembunuh bayaran itu hanya mencoba menyembunyikan rasa takut nya dengan menatap tajam ke arah Antinius.
"Cuiiihhhh, sekalipun kami mati kami tidak akan pernah memberitahu mu" ucap Salah satu pembunuh bayaran itu.
"Hoh,,, apa kalian pikir jika kalian mati aku tidak dapat informasi apa pun...!!" ucap Antonius lalu berjalan mendekat ke 3 pembunuh bayaran itu.
Antonius mengangkat tangan kiri nya kemudian memegang salah satu kepala pembunuh bayaran dan menggunakan skill Extrac Memory.
"Arggghhhhh" "Arrggghhh" teriak pembunuh bayaran yang kepala nya sedang di genggam Antonius.
Kedua kawan pembunuh bayaran itu menjadi gemetar ketakutan.
5 menit berlalu, Antonius pun mendapatkan informasi siapa yang mengirim para pembunuh bayaran ini ke rumah nya, yaitu Yu Nuan dari Guild Fiery Devils, Yu Nuan ingin membalaskan dendam saudara nya Yu Yan yang tewas di pulau Natuna.
"Tunggu saja, cepat atau lambat akan kuhabisi kalian semua" ucap Antonius lalu membakar habis tubuh pembunuh bayaran yang sedang di pegang nya hingga menjadi abu.
Melihat teman nya yang dibakar menjadi abu pun, membuat ke 2 pembunh bayaran itu menjadi ciut dan ketakutan bukan main.
"A..ampun tuan, saya akan memberitahu kan semua nya pada tuan, siapa yang mengirim kami, asalkan tuan membiarkan saya hidup" ucap Salah satu pembunuh bayaran itu.
"Hoh, apa kau kira aku masih membutuh kan informasi" ucap Antonius dengan dingin lalu mengeluarkan 2 bola api hitam kecil dari ujung jari telunjuk nya kemudian langsung melesat membakar ke 2 pembunuh bayaran itu hingga menjadi Abu.
Setelah mengurus ke 3 pembunuh bayaran itu, Antonius pun bergegas kembali ke depan gerbang rumah nya lalu mengendarai sepeda motor nya, dan masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah Antonius disambut ayah dan kedua saudara nya.
"Kakak" teriak Sarah adik nya Antonius, yang berlari kemudian memeluk Antonius.
"Kakak benaran Hebat, kakak bisa menyelesaikan menara dungeon yang belum pernah bisa di selesaikan oleh hunter mana pun" ucap Adik nya dengan bangga.
"Hahaha tentu saja, kakak mu ini adalah hunter terkuat yang ada di bumi ini" ucap Antonius sambil cengengesan.
Antonius pun melepaskan pelukan adik nya kemudian berjalan ke arah ayah dan bang Ser yang duduk di ruang tamu sambil menoton tv yang memberitakan tentang diri nya yang telah berhasil membersihkan dungeon menara.
Antonius kemudian mengobrol panjang lebar dengan ayah dan kedua Saudara nya.
Ke esokan pagi nya Antonius pun sarapan bersama ayah dan 2 saudara nya setelah sarapan Antonius meminta ijin pada Ayah nya karena Antonius ingin pergi ke Kantor Asosiasi.
Setelah pamit Antonius pun langsung pergi ke kantor Asosiasi. Sesampai nya di kantor Asosiasi, terlihat semakin ramai yang datang ke kantor Asosiasi.
Meskipun hanya Kantor cabang namun karena kabar seorang hunter rank SSR telah menyelesaikan menara dungeon pun membuat wartawan berbondong-bondong mendatangi kantor cabang Asosiasi.
Antonius pun turun dari sepeda motor nya lalu langsung menuju meja receptionist yang di khususkan untuk Eksekutif dan juga hunter rank S.
Petugas receptionist yang mengenal Antonius langsung melayani dengan sopan lalu mengantar Antonius ke ruang tempat ketua Asosiasi berada.
__ADS_1
"Tok... tok" suara ketukan pintu pun terdengar.
"Ada apa, apa kau tak tau kalau aku sedang ada pertemuan...! bentak Brian.
"Ma....maaf tuan, tapi Tuan Antonius ingin bertemu dengan Anda" ucap petugas receptionist itu dengan gemetaran.
Mendengar nama Antonius pun langsung membuat Brian berdiri dari kursi nya.
"Wah... wah.. karena kau ada tamu, kau jadi sedikit Arogan" ucap Antonius dengan nada datar.
"Ma...maaf tuan, saya tidak bermaksu- ucapan Brian pun langsung di potong oleh Antonius.
"Sudah lah ikuti aku, aku ingin bicara sesuatu pada mu" ucap Antonius.
"Ba...baik tuan" balas Brian dengan sedikit gemetar.
"Maaf tuan Smith, pertemuan ini saya tunda dulu, karena ada urusan penting" ucap Brian kepada tamu nya.
"Apa..! aku jauh-jauh datang dari Kanada tapi kau malah ingin menunda pertemuan ini" ucap Smith yang tidak senang karena pertemuan nya di tunda.
Smith adalah Hunter rank SS+ dari Kanada sekaligus perwakilan dari Guild Jakkal, yang merupakan guild No 1 di kanada.
"Kau tenang lah" ucap Antonius dengan dingin sambil menatap ke arah Smith lalu mengeluarkan sedikit aura membunuh nya.
"Siapa kau, apa kau tak mengenal ku ha..! ucap Smith dengan marah.
"Aku tidak peduli siapa kau, kalau ku bilang tenang ya kau harus tenang" ucap Antonius lalu memperkuat Aura membunuh nya hingga membuat Smith jatuh berlutut di lantai.
"Kau sebaik nya diam disini dan jangan membuat masalah, atau kau tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari sini" ucap Antonius dengan sinis
Smith yang tertekan dan tidak bisa menggerakan tubuh nya akibat tekanan Aura membunuh pemuda di depan nya pun menjadi ciut dan ketakutan.
Sementara Brian yang melihat perdebatan Antonius dan Smith pun hanya bisa pasrah dan gemetaran.
"Ikuti aku" ucap Antonius lalu pergi meninggalkan Smith yang masih berlutut ketakutan
Brian pun langsung mengikuti Antonius dari belakang.
Antonius masuk ke Ruangan Azka, yang kebutulan Azka sedang tidak ada diruangan.
Antonius lalu duduk di kursi disusul oleh Brian.
"Aku ingin tau, jika Hunter seperti ku membuat masalah di negara luar, apakah aku akan dideportasi dari negara ini?" tanya Antonius.
Brian yang mendengar ucapan Antonius pun semakin menjadi gemetar ketakutan.
__ADS_1
"Ma..maaf tuan, jika boleh tau apa yang sebenar nya terjadi" tanya Brian dengan ragu
"Kau tak perlu tau, kau hanya perlu menjawab pertanyaanku" balas Antonius dengan dingin.
"Ba...baik tuan, Jika hunter rank SSR seperti Tuan membuat masalah di negara luar maka pemerintah dan asosiasi akan melakukan segala upaya untuk memberikan pembelaan kepada tuan"
"Dan tuan akan tetap menjadi warga negara Indonesia" jawab Brian dengan gemetar ketakutan.
"Hmmmp, bagus kalau begitu siapkan aku tiket penerbangan ke China sekarang juga" ucap Antonius.
Brian pun menjadi panik, pasal nya di China ada salah satu hunter iregular dengan rank SSR, jika ke dua hunter rank SSR ini bertarung maka bisa dipastikan banyak warga sipil yang akan jadi korban nya.
"Ma..maaf tuan, apakah tuan ada urusan di negara tersebut" tanya Brian.
"Jangan banyak tanya siapkan saja yang kusuruh tadi, owh iya, Apakah di dunia ini senjata nuklir masih di gunakan?" tanya Antonius.
"Baik tuan, tiket tuan akan segera saya pesan kan, untuk senjata Nuklir sudah tidak di gunakan lagi tuan, pada saat kekacauan terjadi, para pemimpin dunia sepakat untuk menonaktifkan semua hulu ledak nuklir untuk menghindari pemusnahan massal umat manusia"
"Bahkan bahan dasar pembuatan nuklir pun sudah sangat sulit di temukan, saat ini nuklir hanya di gunakan sebagai reaktor untuk tenaga listrik tuan" jawab Brian menjelaskan.
"Ternyata seperti itu, baik lah akan kutunggu 10 menit lagi, bawakan aku tiket penerbangan nya kesini, karena Ada salah satu Guild di China yang mengirim pembunuh bayaran ke rumahku, jadi aku harus berkunjung bertamu ke tempat mereka" ucap Antonius dengan Santai.
Brian pun akhir nya tau alasan Antonius ingin pergi ke China
"Baik tuan" jawab Brian lalu pergi keluar ruangan meninggalkan Antonius.
10 menit berlalu, Brian pun datang membawa tiket yang di pesan Antonius dan langsung menyerahkan pada Antonius
Setelah mendapatkan tiket nya Antonius pun pergi keluar ruangan di ikuti Brian dari belakang.
"Ngomong-ngomong kenapa begitu ramai orang yang datang ke sini" tanya Antonius
"Itu karena tuan yang telah membersihkan menara dungeon, jadi banyak yang datang kesini dan bahkan beberapa perwakilan negara pun mengirim utusan nya untuk melakukan kerja sama kepada kita" jelas Brian.
"Hmmp, baiklah kalau begitu aku pergi dulu" ucap Antonius lalu pergi mengendarai sepeda motor nya menuju ke bandara.
.
.
.
Bersambung........
Jangan Lupa Like dan komen😁
__ADS_1