Ragnarock System

Ragnarock System
Mengurus Lisensi dan sedikit masalah


__ADS_3

Mendengar ucapan Antonius pun menjadi berkeringat, karena Antonius mengetahui tujuan nya.


"Maaf tuan, saya harap tuan tidak salah faham, memang saya ingin mengajak tuan untuk bergabung dengan Guild kami, tapi kalau tuan memang tidak ingin bergabung, saya tidak akan memaksa" ucap Boriss dengan sopan terlihat di wajah nya mulai berkeringat.


"Hmmp, sudah lah karena kau sudah membantuku, aku tidak akan mempermasalahkan hal ini, ya semoga saja bantuan mu ini iklas, tapi kalau tidak-


"Tidak tuan saya membantu tuan dengan ihklas, dan tidak mengaharapkan imbalan apa pun" ucap Boris meotong pembicaraan Antonius, rasa takut nya membuat keringat di wajah nya pun semakin terlihat jelas.


"Huff sudah lah mari kita pergi sekarang ke Asosiasi, ayah aku ijin pergi dulu" ucap Antonius.


"Baik lah, hati-hati nak, dan ingat meskipun kau kuat namun jangan pernah berbuat semena-mena pada orang lain" ucap Ayah nya menasehati Antonius


"Baik ayah, aku pergi dulu" balas Antonius


lalu beranjak pergi meninggalkan ayah nya di ikuti Boriss dari belakang.


Antonius tidak lupa memanggil 20 prajurit bayangan nya untuk menjaga Rumah dan keluarga nya.


20 prajurit bayangan nya pun menyebar ke segala penjuru rumah dan mengawasi dari balik bayang-bayang.


Selama perjalanan menuju Kantor Cabang Asosiasi Hunter, tidak ada percakapan antara Boriss dan Antonius.


Boris berfikir Antonius marah karena mengira bantuan nya selama ini dianggap tidak tulus.


Boris hanya diam dan fokus mengemudikan Mobil nya.


Sebenar nya Antonius tidak terlalu mempermasalahkan apapun, namun itulah sifat nya, jika di depan keluarga nya, maka diakan terlihat seperti periang, senang bercanda.


Namun jika dia diluar dan tidak bersama keluarga nya, maka sifat dingin dan tak banyak bicara pun terlihat.


Setelah 30 menit, mereka pun tiba di Kantor Cabang Asosiasi. Antonius lalu turun dari Mobil.


"Aku akan pergi sendiri, dan sampaikan terimakasih ku pada Guild master mu, atas tawaran nya" ucap Antonius lalu pergi meninggal Boriss yang masih sedikit gemetar ketakutan.


Antonius berjalan masuk kedalam gedung asosiasi. Karena melihat antrian para hunter yang ingin mengurus lisensi hunter maupun menjual item di meja Receptionist,


Antonius pun melirik meja receptionist yang di sebelah nya kosong, dan tidak ada yang mengantri, Antonius menuju ke arah meja receptionist itu.


Beberapa hunter yang melihat tindakan Antonius pun mencibir nya.


"Hei lihat pemuda itu, apa dia bodoh itu kan meja khusus utuk hunter rank S+ dan eksekutif mengapa dia kesana" ucap salah satu hunter rank A+ kepada teman nya.


"Iya benar, aku juga tidak merasakan energi pada pemuda itu, apa dia sedang mencari masalah"ucap Teman hunter rank A+ itu lagi.


Di dunia ini yang kacau sekarang, Hunter yang memiliki kekuatan yang kuat, akan memiliki banyak keuntungan si bandingkan hubter yang lain nya.

__ADS_1


karena pendegaran Antonius yang tajam, Antonius dapat mendengar perkataan para hunter itu, namun Antonius mengabaikan nya saja dan tetap berjalan kearah meja receptionist itu.


"Maaf tuan Ada yang bisa saya bantu" ucap pelayan receptionist itu.


"Aku ingin bertemu dengan ketua Asosiasi." ucap Antonius dengan datar.


"Maaf, apa tuan sebelum nya sudah membuat janji?" tanya pelayan receptionist itu lagi.


"Seharus nya sudah" jawab Antonius dengan singkat.


"Apa boleh saya melihat kartu lisensi tuan" ucap pelayan receptionist itu


"Kartu lisensi hunter ku tidak ada, aku kesini karena ketua Asosasi yang menyuruh ku" ucap Antonius dengan datar.


"Cihhh tidak mempunyai lisensi namun berani sekali kau ingin dilayani terlebih dahulu, cepat minggir, kau menghalangi jalan ku" ucap Rachman salah satu hunter Rank S+ dari guild Lion's.


Antonius yang mendengar ucapan yang menghina nya dari belakang pu berbalik dan memandang orang yang menghina nya itu.


"Cih kupikir siapa ternyata hanya se'ekor semut" ucap Antonius lalu berbalik lagi dan berbicara pada pelayan receptionist.


Rachman yang mendengar ucapan pemuda yang di hadapan nya itu pun menjadi marah, dia mengeluarkan aura nya membunuh nya. mata nya menatap tajam ke punggung pemuda di depan nya.


Para hunter yang ada di sana yang merasakan aura membunuh dari Rachman pun merinding.


"habis sudah anak itu, berani nya dia memprovokasi hunter rank S+ terlebih lagi hunter itu dari Guild Lion's" ucap salah satu hunter rank B lalu dibalas anggukan oleh teman hunter nya.


Rachman yang tak terima diri nya di hina pun, mengepalkan tunju nya, lalu dengan cepat menyerang Antonius dengan tinju nya.


Namun kecepatan dan kekuatan Rachman, tidak ada apa-apa nya bagi Antonius. Dengan santai nya mengangkat tangan kiri nya lalu 2 jari nya melesat menusuk tinju Rachman.


Rachman pun tekejut saat tinju nya ditahan


dengan 2 jari saja oleh pemuda di depan nya.


"Lain kali, kalau ingin mencari masalah sebaiknya kau melihat orang nya dulu" ucap Antonius lalu mengalirkan sedikit energi nya ke 2 jari nya yang menahan tinju rachman lalu sebuah energi keluar dari ujung jari Antonius, energi tak kasat mata itu langsung melesat mengahantam tinju rachman


"Kraaaakkkkk,,, Ahkkkkkk, Rachman yang kaget dan tidak sempat bereaksi menarik tangan nya pun berteriak ke sakitan, akibat tulang tangan nya yang patah.


Para hunter yang ada disana pun spontan terkejut, mereka hanya melihat pemuda itu menahan serangan Rachman, namun tiba-tiba tangan rachman patah dan berteiak kesakitan.


"Apa yang terjadi, aku tidak melihat pemuda itu menyerang" ucap salah satu hunter rank A+


"Iya aku juga tidak melihat dia menyerang, namun mengapa tangan Hunter rank S+ itu bisa patah" ucap Hunter rank A lain nya.


Rachman yang merasakan kesakitan luar biasa pun terhuyung-huyung kebelakang dan jatuh berlutut salah satu tangan nya memegang lengan tangan yang patah.

__ADS_1


Muka Rachman memerah menahan rasa sakit dan juga marah nya meluap luap, mata nya menatap tajam ke arah Antonius.


"Ughhhh,,, Berani nya kau melakukan ini, ingat lah Guild Lion's tidak akan melepaskan mu" ucap Rachman dengan marah sambil meringis kesakitan.


Mendengar ucapan Rachman Antonius hanya tersenyum


"Sekalipun kau membawa seluruh hunter yang ada di Guild mu pun tidak akan berpengaruh pada ku" ucap Antonius dengan dingin lalu dan menatap tajam ke arah Rachman.


Rachman yang melihat tatapan Antonius pun langsung memuntahkan seteguk darah.


"Ughhh siapa pemuda ini, dengan tatapan nya saja bisa membuat ku terluka" ucap Rachman dalam Hati nya.


Tak berselang lama, Azka salah satu Eksekutif Asosiasi dan sekaligus pengelolah kantor Cabang Asosiasi di Sumatera Utara pun datang dari pintu masuk asosiasi.


Melihat ada keramaian Azka langsung segera melihat ke dalam Gedung Asosiasi apa yang sebenar nya terjadi.


Saat Azka sudah berada di dalam Azka melihat Rachman yang berlutut di lantai dengan kondisi yang menyedihkan.


Azka lalu melirik pemuda yang membuat Rachaman sampai terluka parah, Azka tak bisa menyembunyikan wajah panik nya Melihat Antonius.


"Sial,,, ini gawat jika tuan Antonius sampai benaran marah kami semua bisa celaka" ucap Azka dalam hati, lalu bergerak dengan cepat menuju ke arah Antonius.


"Selamat datang tuan, Maaf tidak bisa menyambut tuan dan sudah membuat tuan marah" ucap Azka dengan wajah panik nya.


"Hmmp aku datang ke sini ingin membuat lisensi hunter ku, tapi dia malah memprovokasi ku" ucap Antonius dengan dingin.


"Ma...maaf tuan, kami benar-benar minta maaf karna tidak bisa menjaga kenyamanan tuan saat datang kesini" ucap Azka dengan gemetar ke takutan.


"Baiklah, apa sekarang kalian bisa membuatkan lisensi ku?" tanya Antonius


"Tentu tuan, mari ikuti saya, tuan, hei kalian bawa dia ke ruang perawatan" perintah Azka pada anggota asosiasi nya.


Azka dengan cepat menunjukkan jalan pada Antonius menuju ruangan test hunter.


Sementara hunter yang berada di ruangan receptionist pun melongo tak percaya.


Bagaimana bisa Ekesekutif Asosiasi tak berdaya dihadapan seorang pemuda terlebih lagi Eksekutif itu terlihat sangat ketakutan dan menghormati pemuda itu.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Komen🙏🙏🙏


__ADS_2