
"Baik lah, aku akan membantu kalian, tapi aku tidak akan turun tangan secara langsung, aku hanya akan mengirim kan Utusan ku kesana, dan untuk syarat yang aku ingin kan nanti setelah konflik selesai aku akan mengatakan nya" Ucap Antonius.
...----------------------------------------------------...
Mendengar ucapan Antonius mereka yang ada dalam ruang pertemuan pun menjadi lega, meskipun mereka tidak tau siapa utusan yang akan di kirim Antonius, tapi dengan Bantuan Antonius mereka pasti bisa membalikkan keadaan.
"Baik tuan, terimakasih banyak tuan, dan untuk persyaratan yang tuan ingin kan, kami akan usahakan dengan segala upaya, untuk bisa memenuhi persyaratan tuan" Ucap Brian.
"Hmmp, bagus kalau begitu, kelihatan nya tidak ada lagi yang perlu di bahas aku akan pergi sekarang" ucap Antonius.
"Baik tuan, terimakasih sekali lagi, kalau begitu biarkan Azka mengan-,,,, belum sempat Brian selesai bicara Ponsel nya berdering, dan yang menelepon nya adalah staff pemerintahan.
"Maaf sebentar tuan, saya ijij angkat telepon" ucap Brian.
"Baik lah", balas Antonius dengan singkat.
Brian pun mengangkat telpon nya, setelah bicara beberapa menit, ekspersi Brian pun berubah menjadi sedikit Panik.
Tak lama setelah itu telepon nya pun berakhir. Brian pun segera menyampaikan kabar terbaru yang di dengar nya barusan.
"Dengar semua nya, negosiasi pemerintah kita dengan China telah gagal, sesuai dengan kesepakatan kita, setiap Guild akan mengirim 5 hunter rank A+ ke laut Natuna, dan akan segera berangkat 2 jam dari sekarang" ucap Brian.
Para Guild master yang awal nya keberatan mengirim Anggota hunter nya, namun dengan Ada nya bantuan Antonius mereka pun langsung menghubungi staf mereka untuk mempersiapkan 5 hunter rank A+ untuk dikirim ke Laut Natuna.
Brian mendekat ke arah Antonius.
"Maaf tuan, mengenai utusan yan tuan Bilang tadi apakah mereka bisa datang sekrang?, karena Azka dan dua eksekutif yang saya tugaskan akan berangkat sekrang" ucap Brian.
"Baik lah, Burr, Re, datang lah" ucap Antonius sambil memanggil 2 prajurit Bayangan nya.
Lalu muncul sekelebat bayangan hitam dengan Aura yang membunuh yang kuat, sehingga semua orang yang ada dalam ruangan menjadi sesak nafas.
Semua orang melihat ke arah Antonius, di sisi Antonius muncul dua Sosok Mahluk yang berwujud Demon Human, dilapisi Armor Hitam dengan Mata berwarna Merah ke hitaman, mereka semua yang melihat itu menjadi merinding ketakutan.
Semua orang pun terkejut, dan melototkan mata nya, terutama Brian.
"Bagaimana bisa dia memiliki bawahan yang sangat kuat, jika di ukur dari energi nya mereka berdua berada di rank SSR" gumam Brian dalam hati nya
"Tarik Aura membunuh kalian, pergi dan bantu lah mereka" perintah Antonius kepada Bur, dan Re.
"Baik yang Mulia" jawab mereka berdua serentak sambil menarik aura membunuh yang merembes dari tubuh mereka berdua. Suasana di ruang pertemuan pun kini kembali stabil.
"Mereka berdua yang akan menjadi Utusan ku" ucap Antonius pada Brian.
"Baik tuan, Azka bawa 2 elsekutif dan juga 2 utusan tuan Antonius ke bandara dan pergilah sekarang" perintah Brian.
"Baik tuan" jawab Azka sambil pergi meninggalkan ruangan pertemuan di ikuti 2 prajurit bayangan milik Antonius.
"Baik lah karna disini sudah selesai lau aku akan pergi sekarang" ucap Antonius.
Sebenar nya Brian dan yang lain nya punya banyak pertanyaan, namun mereka tidak berani menanyakan nya, karena takut membuat Antonius menjadi Marah.
__ADS_1
"Baik lah tuan, terimakasih banyak" ucap Brian
Antonius pun beranjak pergi meninggalkan ruang pertemuan, Lingga yang dari awal di tekan Oleh Antonius pun jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Sementara Guild master dan wakil Guild master yang berada di ruang pertemuan pun menjadi sadar, bahwa kekuatan mereka semua, masih sangat lah lemah, dan mereka pun bertekad ingin menjadi lebih kuat lagi.
Akhir nya Guild Maung pun memutuskan bergabung dengan Guild Grim Reaper dan Guild Flowers bergabung dengan Guild Potato.
Kini hanya ada 5 Guild besar yang ada di Indonesia.
Di laut China Selatan
Pulau Natuna.....
5 Mil dari Pulau Natuna terlihat Kapal pesiar yang mewah melaju ke arah Pulau Natuna, di depan Kapal pesiar itu ada 5 kapal fregat, dan di belakang Kapal pesiar itu terdapat kapal induk milik China. Di dalam Kapal Pesiar.
"Bagaimana, apakah Jendral Zi Zuo sudah memberi perintah?" tanya Yu Yan, Salah satu hunter rank SS+ yang dikirim oleh China untuk menginvansi pulau Natuna.
"Informasi yang saya terima,negosiasi telah gagal dan kita di ijin kan untuk menyerang" ucap, Xio Xing yang merupakan hunter rank S+.
"Baiklah, perintahkan ke 5 kapal fregat untuk melakukan penyerangan terlebih dahulu" ucap Yu Yan.
"Baik Tuan" Salah satu hunter rank A+ lalu pergi meninggalkan Yu Yan dan Xio Xin.
Tak berselang lama 5 kapal fregat menambah kecepatan nya dan meninggalkan kapal pesiar itu.
Di pulau Natuna.....
"Hmmp kirim kapal Fregat kita untuk menghancurkan mereka" ucap Bayu yang seorang Komandan militer.
"Siap komandan" jawab nya dengan tegas.
Tak berselang lama, 4 kapal fregat Indonesia pun berangkat dengan kecepatan penuh.
30 menit berselang suara meriam dan ledakan pun pecah, perang di tengah laut tak dapat di hindari dimana Kapal fregat china dan Indonesia saling membalas tembakan meriam.
Salah satu pesawat tempur China terlihat lepas Landas dari kapal Induk, dan menuju ke arah pangkalan militer Indonesia yang ada di pulau Natuna.
"Tuan radar mendeteksi, 1 kapal tempur telah memasuki wilayah Kita dan menuju kemari" ucap Wakil komandan.
"Cepat siapkan para hunter untuk membuat Kubah melindungi pangkalan ini dan siapkan prajurit, tembak jatuh pesawat itu" balas Bayu.
"Siap laksanakan" jawab wakil komandan nya dengan tegas.
Para Hunter pun diarahkan ke tengah pangkalan, lalu hunter dengan Job Mage mulai membuat perisai energi menggunakan Mana, sementara untuk yang lainya besiap menembak pesat tempur yang datang.
"Boooom, Boommmm, suara ledakan pun terdengar, pesawat tempur china menjatukan beberapa rudal ke arah pangkalan militer, dan
Rentetan suara tembakan pun terdengar dengan keras.
Area pelindung yang di ciptakan oleh hunter tidak dapat melindung seluruh area pangkalan sehingga beberapa rudal mengenai Tank, gedung, Mobil dan bangunan yang lain nya.
__ADS_1
Asap Hitam membumbung tinggi ke udara, kebakaran pun terjadi, dalam sekejap Mata Pulau Natuna yang tadi nya sepi kini menjadi medan pertempuran, baik di darat maun di laut.
Beruntung Para warga sipil telah di evakuasi terlbih dahulu.
"Siapkan Helikopter, kita Akan menyerang langsung" ucap Yu Yan.
"Baik Tuan" Balas Xio Xin
Helikopter yang mengakut para hunter china pun mulai berangkat 1 persatu saat helikopter tiba di atas pangkalan militer dengan ketinggian 15 meter, para hunter china itu melompat dari atas, dan menerobos pangkalan militer.
Pertarungan Antar Hunter pun terjadi, helikopter tempur china pun menembakkan beberapa rudal ke arah pemukiman warga setempat sehingga kobaran Api pun semakin membesar.
DI DALAM PESAWAT
"Tuan kita tidak bisa mendarat di pulau Natuna karena di sana telah terjadi perang" ucap capten pilot pada Azka.
"Sial ternyata sudah Dimulai, baiklah bawa kami melintas di atas pulau natuna, kami akan melompat untuk mendarat kesana" balas Azka.
"Baik tuan" ucap capten pilot itu.
"Bagaimana, apakah sudah ada kabar terbaru" tanya Azka pada eksekutif nya.
"Saat ini, china telah mengirim 1 jet tempur dan 3 helikopter tempur nya, dan para hunter mereka juga sudah menerobos ke dalam pangkalan militer" balas eksekutif nya.
"Sial, mereka beregerak sangat cepat, berapa lama lagi kita sampai?" tanya Azka,
"Kita hampir sampai tuan, bersiap lah untuk turun" balas Capten Pilot.
Tak jauh dari pesawat Azka, terlihat Asap Hitam membumbung tinggi, ke udara, suara ledakan dan tembakan pun mulai terdengar.
"Kita akan membereskan Jet tempur, dan helikopternya terlebih dahulu" ucap Azka
"Baik tuan" jawab kedua eksekutif nya.
sementara dua prajurit Antonius hanya diam namun pikiran mereka dapat saling terhubung dengan Antonius.
Antonius pun memberi tanda pada musuh sehingga kedua prajurit dapat dengan mudah membedakan kawan dan lawan, setelah Antonius selesai memberi tanda pada musuh
Kedua prajurit bayangan itu pun langsung menghilang dari dalam Pesawat.
Azka yang melihat kedua utusan yang bersama mereka hilang tiba-tiba pun menjadi terkejut namun tak berselang lama rentetan suara ledakan yang keras terdengar.
"Booooommm,, Booom,,, Boommm
.
.
.
Bersambung jangan lupa Like dan Komen ya
__ADS_1