
"Kau benar aku hampir lupa, cepat kirim beberapa orang ke distrik 10 untuk melihat keadaan dan sistuasi disana" ucap Brian.
"Baik tuan" jawab Azka singkat.
...-------------------------------------------------‐--------...
Setelah 15 menit berlalu Antonius tiba di rumah sakit yang di katakan oleh Boris. Terlihat Di pintu masuk terlihat Boris yang sudah menunggu kedatangan Antonius.
Antonius pun berjalan mendekati Boris.
"Tuan Selamat datang" ucap Boris.
"Hmmp, dimana orang tua dan saudara ku" tanya Antonius.
"Orang tua dan saudara tuan ada di lantai 2 di ruangan VIP, kamar 05 tuan" jawab Boris.
"Baik lah silahkan bawa aku kesana" perintah Antonius.
"Baik tuan, mari ikuti saya tuan" ucap Boris sambil berjalan di depan di ikuti Antonius.
Setelah 5 menit berjalan, Antonius dan Boris tiba di ruangan tempat Ayah dan saudara nya di rawat. Terlihat di depan kamar ada 4 hunter rank A yang sedang berjaga-jaga.
Antonius pun langsung masuk ke dalam ruangan Ayah nya terlebih dahulu.
"Ayah, bagaimana keadaan Ayah?" tanya Antonius.
"Keadaan Ayah Baik-baik saja nak" jawab ayah Antonius.
"Syukurlah klau begitu ayah" balas Antonius.
Tak berapa lama Seorang Dokter masuk keruangan Ketempat Antonius dan Ayah nya berada.
"Maaf tuan, saya ingin memeriksa keadaan pasien sebentar" ucap Dokter itu,
"Silahkan dok" ucap Antonius sambil bergerak sedikit menjauh Agar dokter bisa memeriksa ayah nya.
Setelah beberapa menit, Dokter pun selesai memeriksa kondisi Ayah Antonius.
"Bagaimana keadaan Ayah saya Dok?" tanya Antonius.
"Ayah tuan sudah kembali sehat, dan seluruh sakit nya juga sudah sembuh tuan, dan juda sudah bisa kembali kerumah" ucap Dokter yang sudah masuk umur paruh baya itu.
Sebenar nya Antonius sudah tau bahwa Ayah nya sudah sembuh total, ini karena pada saat awal bertemu di Goa pertamabangan Antonius memberikan potion penyembuh pada ayah dan saudara nya.
"Baik lah dok, lalu bagaimana dengan saudara saya?, apakah sudah bisa pulang juga?" tanya Antonius.
"Sauadara tuan, juga tidak ada masalah dan sudah di perbolehkan untuk pulang juga" jawab dokter itu lagi.
"Baik dok, terimakasih banyak" ucap Antonius.
"Sama-sama tuan" balas dokter itu lalu pergi meninggalkan Antonius dan ayah nya.
Sementara itu di luar Boris yang sedang mununggu pun terlihat berbincang dengan dokter untuk mengurus biaya administrasi nya.
Beberapa menit kemudian Boris masuk kedalam ruangan.
"Tuan Kata dokter ayah dan saudara tuan sudah boleh kembali pulang" ucap Boris.
__ADS_1
"Hufft, Ya itu benar, tapi masalah nya aku belum tau mau kemana, pasal nya rumah kami yang di distrik 10 telah hancur, dan selama ini ayah dan saudara juga tinggal di tempat pengungsian" ucap Antonius sedikit lesu.
Semenjak Antonius keluar dari Portal dimensi, Antonius tidak ada waktu bersantai, apalagi pada saat kembali dia malah berada di dalam Dungeon.
Dan saat keluar dari dungeon Antonius langsung pergi mencari keberadaan Ayah nya, sehingga belum ada persiapan atau membeli rumah untuk di tinggali.
"Kalau tuan tidak keberatan, Ayah dan saudara tuan dapat tinggal sementara di rumah saya" ucap Boris dengan senang.
"Apakah itu tidak akan merepotkan mu?"tanya Antonius
"Tentu saja tidak tuan, saya justru senang jika tuan berkenan mau tinggal bersama keluarga kecil saya" ucap Boris dengan bahagia.
"Baik lah, aku akan tinggal di tempat mu untuk sementara, hingga aku menemukan rumah yang cocok untuk ku tinggali bersama ayah dan kekuarga ku nanti" ucap Antonius.
"Baik tuan" jawab Boris dengan semangat.
Ayah Antonius yang mendengar percakapan anak nya dan juga Boris hanya diam saja dan merasa sangat senang melihat Anak nya yang selama ini mereka cari telah kembali.
Antonius lalu mendekati ayah nya dan berkata "ayah mari kita pulang" ucap Antonius dengan senyum hangat.
"Baik lah nak" jawab Ayah nya. lalu segera bersiap-siap, setelah beberapa saat ayah telah selesia bersiap, Boris, Antonius dan ayah nya pun pergi keluar ruangan menuju ruangan sebelah di mana tempat saudara Antonius di rawat.
Terlihat saudara Antonius telah selesai bersiap
"Yooo lihat lah bang Ser ayah, sangat semangat sekali untuk pergi dari sini, padahal disini tempat tidur nya sangat empuk dan nyaman" ucap Antonius meledek saudara nya itu.
"Sudah jangan mengejek ku, aku bosan disini mencium bau Obat", ucap Bang Ser.
"Hahahahaha, baik lah kalau begitu, mari kita pergi" ucap Antonius sambil merangkul suadara nya lalu pergi menuju ke arah pintu keluar dan meninggal kan rumah sakit itu.
Setelah 30 menit, Antonius pun tiba di rumah Boris, Rumah itu sangat besar, dengan 3 lantai di bangun di atas tanah yang luas nya kurang lebih 4 hektar, Antonius yang melihat rumah mewah itu pun berpikir ingin membeli rumah yang seperti ini.
"Ternyata Boris ini orang kaya" gumam Antonius dalam hati nya.
*Sa*ngat wajar jika seorang Hunter memiliki kekayaan yang melimpah, apalagi memilliki Rank yang cukup tinggi, terlebih lagi Boris Adalah Wakil Guild Master Gream Reaper.
"Tuan Mari saya Antar ke kamar tuan, Agar tuan, ayah tuan, dan saudara tuan dapat beristirahat" ucap Boris.
"Baik lah, silah kan" jawab Antonius mengikuti Boris dari belakang beserta ayah dan saudara nya.
Boris mengantar Ayah dan saudara Antonius terlebih dahulu kekamar nya masing-masing, sementara Antonius yang tidak merasa lelah lebih memilih untuk tinggal di ruang tamu.
Tak berselang lama Boris datang sambil membawa kan beberapa camilan dan juga minuman.
"Maaf, jika aku selalu merepotkan mu Boris" ucap Antonius.
"Tuan tidak perlu meminta Maaf, saya senang bisa membantu tuan, terlebih lagi tuan sudah menyelamatkan nyawa saya beberapa kali" ucap Boris.
"Hemmm,baik lah kalau begitu, tapi ngomong-ngomong aku mau beli rumah, apa kau tau tempat jual rumah yang bagus dan mewah?" tanya Antonius
"Tentu saja tuan, jika tuan ingin beli rumah, ada baik nya tuan membeli rumah, di distrik 2 atau 1, karena rumah di sana sangat, bagus dan mewah, apalagi di sana dekat dengan Pusat Kota" ucap Boris.
"Baik lah terimakasih saran nya aku akan pergi ke sana nanti, tapi apa kau tinggal sendirian di rumah yang besar ini, apa kau tidak punya keluarga, anak atau istri gitu? tanya Antonius.
"Ya begitu lah tuan, sebenar nya keluarga saya berada di Jakarta Pusat, sementara untuk Istri saya belun punya" jawab Boris dengan sedikit malu-malu.
Antonius yang mendengar dan melihat sikap Boris yang malu-malu pun tidak bisa menyembunyikan ketawa nya.
__ADS_1
"Hahahahaha, kau itu hunter rank S, punya Harta dan wajah mu juga tidak terlalu buruk, mengapa kau memilih jadi bujang lapuk" ucap Antonius sambil tertawa.
Boris yang mendengar ucapan Antonius pun hanya bisa tersenyum kecut.
Bagi Boris, mendapat kan seorang wanita sangat lah mudah, namun kebanyakan wanita yang ia temui, hanya memandang harta dan popularitas semata.
Ini lah yang membuat Boris tidak ingin menikah dengan buru-buru meskipun usia nya sudah memasuki umur 33 tahun.
Tak berselang Lama Boris menerima sebuah panggilan dari ponsel nya, saat mengangkat panggilan itu, raut wajah Boris pun berubah.
Antonius yang melihat ekspresi Boris berubah pun menjadi penasaran, dan menunggu Boris menutup ponsel nya.
Setelah Boris selesai dan menutup ponsel nya, Antonius pun segera bertanya apa yang terjadi.
"Ada apa?" tanya Antonius
"Ada masalah tuan, kelihatan nya china sudah menyatakan perang dan mengirim 3 hunter rank S mereka untuk merebut Pulau Natuna" jawab Boris.
"Owh, lalu mengapa raut Wajah mu murung Begitu?" tanya Antonius lagi
"Itu karena, kalau kita bertempur secara langsung, pasti kita akan kalah, apalagi kekuatan dan jumlah Hunter kita jelas kalah jauh" jawab Boris.
"Apa guna nya menang Jumlah kalau kalah Kualitas" jawab Antonius dengan singkat dan datar.
Boris yang mendengar ucapan Antonius pun hanya terdiam dan meneguk Air liur nya.
"Ya apa yang tuan Antonius bilang memang benar, tapi itu kalau hunter kita memiliki kekuatan seperti tuan, tapi yang ada di lapangan sangat jauh berbeda" ucap Boris.
"Hmmp apa perlu aku turun tangan untuk memusnahkan mereka semua" ucap Antonius dengan santai.
Boris yang mendengar itu pun menjadi kaget.
"Apa tuan serius, mau turun tangan? klau tuan turun tangan mungkin saja kita bisa membalikkan situasi, dan menekan China" ucap Boris dengan antusias.
"Tentu saja tidak, tapi kalau situasi semakin memburuk aku akan turun tangan" jawab Antonius dengan wajah datar.
"Itu lebih dari cukup tuan, oh iya besok ketua Asosiasi hunter mengadakan pertemuan antar Guild, dan semua Guild master dan wakil nya untuk wajib hadir, dan juga pihak Asosiasi mengundang Tuan untuk bisa datangke pertemuan Besok" ucap Boris.
"Pertemuan Antar Guild ya..? jam berapa besok pertemuan nya" tanya Antonius.
"Sekitar jam 9 tuan" jawab Boris.
"Baik lah, aku akan datang, setelah selesai pertemuan baru lah aku kan ke distrik 12, untuk membeli rumah Ucap Antonius.
.
.
.
.
Bersambung.......
Maaf jika chapter ini membosankan🙏, karna author kasiha liat MC kita gk ada istirahat nya semenjak keluar dari Dimensi portal😅😅.
Kemungkinan 2 chapter kedepan juga akan sedikit membosan kan, jadi nantikan kenajutan kisah MC kita ok😁😁
__ADS_1