
Di luar dungeon...
Getaran yang berasal dari dalam Dungeon pun mulai reda.
Brian, Azka, kenta, dan Riko pun masih bertahan menunggu di luar dungeon sementara para wartawan dan hunter yang berada di luar dungeon terlihat menjaga jarak sejauh 15 meter dari dungeon.
"Getaran nya sudah berhenti, apa yang terjadi di dalam?" gumam Riko pelan namun masih terdengar oleh Kenta.
"Ntah lah, kita hanya bisa menunggu, warna di pintu dungeon pun belum berubah, itu arti nya Tuan Antonius madih bertarung di dalam" balas Kenta.
Note : saat ada hunter yang masuk ke dalam menara Dungeon, pintu menara dungeon akan berwarna merah, itu arti nya tidak ada yang boleh masuk kecuali Pintu berubah warna menjadi warna Biru.
Tak berselang lama, pintu Dungeon pun berubah warna menjadi warna biru, Brian, Azka dan ke 2 Guild master pun langsung bergegas ke depan menara dungeon, begitu juga dengan wartawan dan para hunter pun langsung menjadi heboh.
Di dalam menara...
Antonius membuka pintu yang menuju ke luar, sebelum itu Antonius sudah mengumpulkan beberapa item meskipun tidak berguna bagi Antonius.
Namun Antonius ingin mengumpulkan item itu agar para hunter di negara nya dapat bertambah kuat lagi, hingga Antonius tidak akan khawatir saat dia pergi berpetualang ke dunia lain.
"Hoaaammmmm" Antonius menguap sambil berjalan melewati pintu menara dungeon.
Di luar Dungeon langsung di sambut Brian dan ke 2 guild master.
"Syukurlah tuan baik-baik saja" ucap Azka dengan senang, disambut anggukan Brian dan ke 2 guild master.
"Maaf tuan, sebenar nya apa yang terjadi di dalam?, lalu berapa lantai yang telah tuan bersihkan?" tanya Riko yang penasaran.
Mendengar pertanyaan Riko, membuat Brian, Azka dan Kenta langsung menatap tajam ke arah Riko.
"Maaf tuan, saya rasa tuan lelah mari saya Antar tuan kembali" ucap Brian dengan Hormat
"Hmmp baiklah, namun kirim beberapa orang ke dalam untuk mengumpulkan item dan juga menambang batu crystal di dalam. Masalah monster nya sudah ku bersihkan hingga ke lantai 50, ada baik nya kalian bergegas, kalau tidak menara ini akan hilang" ucap Antonius sambil beranjak pergi meninggalkan Brian, Azka, Kenta dan Riko yang masih terdiam dan melongo.
Brian, Azka, Kenta dan Riko tak bisa untuk tidak terkejut, mereka tidak menyangka Antonius dapat menyelesaikan Menara Dungeon ini hingga lantai 50 dengan seorang diri.
Brian pun langsung sadar dari terkejut nya kemudian memberi kode pada Azka untuk mengurus sisa nya, Brian langsung berjalan mengikuti Antonius.
Antonius berjalan ke arah sepeda Motor nya, melihat Brian yang mengikuti nya
"Hei kau mau kemana?" tanya Antonius.
"Maaf tuan, saya ingin mengantar tuan" balas Brian.
"Itu tidak perlu, kau urus saja sisa nya disini, aku akan pulang sendiri" ucap Antonius lalu naik ke sepeda motor nya dan langsung tancap Gas, meninggalkan Brian.
__ADS_1
Brian yang melihat Antonius telah pergi, langsung kembali ke tempat Azka, Kenta dan Riko berada.
Sementara para wartawan dan Hunter yang dari tadi heboh mencoba memaksa mendekat namun karena Ada anggota Asosiasi yang membatasi mereka pun tidak bisa lebih dekat dan hanya bisa mengambil foto seorang hunter yang wajah nya tertutup oleh topi sweater dan keluar dari dalam dungeon.
"Apa yang kalian lakukan?, cepat hubungi tim penambang dan porter, kirim beberapa hunter rank A untuk mengawasi mereka di dalam" perintah Brian.
"Baik tuan" jawab Azka langsung pergi untuk mengerjakan perintah Brian.
"Ini luar biasa, negara kita satu-satu nya yang pertama kali menutup dan menyelesaikan menara Dungeon, jika kabar ini tersebar maka reputasi hunter dan negara kita bisa meningkat drastis" ucap Kenta dengan senang.
"Kau benar, ini akan menjadi berita yang menghebohkan seluruh dunia" timpal Riko.
"Kalian berdua tenang lah, sekarang kita sudah tau kekuatan tuan Antonius, jadi sebaiknya kalian berhati-hati agar tidak memprovokasi tuan Antonius, terlebih lagi kau Riko cobalah untuk berfikir dengan baik sebelum berbicara" ucap Brian dengan Dingin.
Riko yang mendengar perkataan Brian, tersenyum sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Tak berselang lama, tim Porter dan penambang pun tiba, di ikuti beberapa hunter rank A dari asosiasi.
"Aku akan mengumumkan hal ini ke media, kalian pergilah, sisa nya serahkan pada Azka dan asosiasi" ucap Brian lalu berjalan ke arah wartawan.
Wartawan yang melihat Brian (ketua Asosiasi) mendekat ke arah mereka pun langsung berkumpul dan mengarahkan kamera dan microphone kearah Brian.
"Ckrekk ckreekk ckreek" suara kamera dan flashlight dari kamera pun langsung menyerbu Brian.
"Tuan bagaimana hasil Raid dungeon Hunter rank SSR pertama di negara kita?" tanya salah satu wartawan yang berasal dari media Rumpi Net.
"Kalian semua tenang lah, aku disini ingin menyampaikan beberapa informasi penting" ucap Brian.
Para wartawan pun langsung hening sejenak, dan menunggu informasi yang ingin disampaikan Brian.
"Yang pertama, Raid menara dungeon ini telah berhasil, dan Hunter rank SSR pertama di negara kita telah membersihkan menara dungeon ini hingga lantai 50 dengan waktu 10 jam dan menara dungeon ini akan segera menghilang" ucap Brian Dengan Banggga.
"Yang kedua, Hunter rank SSR kita ini belum begabung dengan Guild atau organisasi mana pun, untuk informasi lebih lanjut kami akan mengabari kalian secepat nya" ucap Brian lalu bergerak menuju mobil nya.
para wartawan yang tadi hening pun langsung menjadi heboh, kabar Penyelesaian menara Dungeon ini pun langsung menyebar dengan cepat.
Semakin lama semakin ramai orang-orang berdatang ke menara dungeon setelah mendengar informasi yang tersebar untuk memastikan kebenaranya.
Sementara itu...
Antonius telah tiba di gerbang rumah nya.
Namun Antonius tidak langsung menjumpai keluarga nya, pasal nya saat di perjalanan, Antonius mendapat informasi dari prajurit bayangan yang ditinggalkan nya untuk menjaga rumah nya, bahwa ada 3 orang pembunuh bayaran yang mencoba menyerang keluarga nya.
Tapi ke tiga pembunuh bayaran itu berhasil di lumpuhkan oleh prajurit Antonius.
__ADS_1
Antonius menyuruh prajurit nya untuk tidak membunuh ke 3 prajurit itu, agar Antonius dapat mengorek informasi dari ke 3 pembunuh bayaran itu.
Antonius pun memarkir Sepeda motor nya di luar gerbang lalu melompat ke atas rumah nya tempat ke 3 pembunuh bayaran itu di tahan oleh prajurit nya.
"Owh, jadi kalian yang mencoba menyerang keluarga ku, cepat katakan siapa yang menyuruh kalian" ucap Antonius dengan dingin dan mengeluarkan sedikit hawa membunuh nya.
Prajurit Antonius yang menahan ke 3 pembunuh bayaran pun langsung berlutut memberi hormat.
Ke 3 pembunuh bayaran yang melihat seorang pemuda datang dan berbicara, namun mereka bertiga tidak mengerti dengan bahasa yang di ucapkan pemuda itu menjadi gemetar ketakutan
Ini dikarenaka mahkluk yang membuat mereka terluka parah, dan babak belur itu sedang berlutut memberi hormat pada pemuda yang baru saja datang.
Antonius yang melihat ke 3 pembunuh bayaran itu hanya diam saja menjadi kesal.
"Bajingan, mengapa kalian hanya diam!!! apa kalian tidak mendengar kan ku.!!!" bentak Antonius.
tiba-tiba suara sistem berbunyi
Ding : Mereka tidak dapat mengerti bahasa tuan, mereka berasal dari negara yang berbeda dengan negara tuan
Mendengar pemberitahuan sistem, Antonius pun menepuk jidat nya.
"Aisssh pantas saja mereka hanya diam, sistem apakah ada item yang bisa membuatku berbicara dengan bahasa mereka?" tanya Antonius.
Ding : Tuan memilik item Book Master language, yang tuan dapatkan di menara Dungeon di lantai 48.
Item ini dapat membuat tuan mengerti dan berbicara dengan semua bahasa yang ada di seluruh alam semesta.
"Wow, item yang sangat berguna, baiklah segera gunakan itu sistem" perintah Antonius.
Ding : Menggunakan Item Master Language 1%, ,,,,5%,,,,,10%,,, 50%,,,, 100%.
Ding : Berhasil mempelajari Master Language.
"Luar biasa, dengan begini aku tidak perlu repot-repot belajar atau pun les privat bahasa asing" gumam Antonius dalam hati nya.
Antonius lalu melihat ke 3 pembunuh bayaran itu dengan tatapan tajam
"Sekarang cepat kalian katakan siapa yang menyuruh kalian, untuk membunuh keluarga ku" tanya Antonius kepada ke 3 pembunuh bayaran itu.
.
.
.
__ADS_1
bersambung..........
Jangan lupa Like dan komen😁😁😁