
Antonius lalu pergi bersama Jakob menuju lokasi pertambangan
...---------------------------------------------------------------------...
Setelah 25 menit berlalu Antonius dan Jakob tiba di lokasi pertambangan, tambang itu berbentuk Gua yang cukup besar.
Antonius dan Jakob pun masuk kedalam Gua tambang, didalam Gua, ada 5 hunter rank A+ yang sedang berjaga.
Melihat Jakob datang ke lima hunter itu segera berdiri dan nenyambut kedatangan Jakob.
"Selamat datang tuan Jakob" ucap salah satu hunter penjaga.
Jakob hanya diam saja dan tidak membalas ucapan hunter penjaga itu.
"Cepat jalan dan bawa aku ketempat para pekerja tambang" Ucap Antonius pada jakob.
"Ba...baik tuan" ucap Jakob terbata-bata.
"Hei, siapa kau berani mememrintahkan tuan kami" ucap Salah satu hunter penjaga itu.
Antonius melirik ke hunter penjaga itu lalu memberi Kode kepada Brush, agar menghabisi ke 5 hunter penjaga itu.
Dengan cepat Brush melesat dan menebas ke 5 hunter penjaga itu. Ke 5 hunter itu tidak sempat menagkis serangan dari Brush, dengan cepat ke 5 hunter itu tewas dengan kepala terpisah dari badan.
Jakob yang melihat anak buah nya dengan mudah dihabisi, semakin gemetar ketakutan, dan meneruskan langkah nya menuju lokasi para pekerja tambang.
10 menit berjalan, akhir nya Antonius dan Jakob tiba di tempat para pekerja.
"Kalian berdua jaga orang ini, aku akan mencari keluarga ku diantara para pekerja itu" ucap Antonius pada Brush dan Hirarri.
"Baik tuan" jawab mereka serentak*.
Antonius lalu segera meneriksa satu persatu para pekerja tambang, untuk mencari keberadaan keluarga nya.
Sementara itu di tempat pengungsian, 3 hunter rank S, 20 hunter rank A+, dari Guild shark Evils tiba di lokasi pertambangan. Ke 3 hunter rank S itu bernama Lori, lira, dan Luri 3.
Boris dan Suparman yang melihat kedatangan para hunter dari Guild Shark evils menjadi cemas,
pasti para hunter ini dikirim oleh Shark evils untuk menghapus jejak dan barang bukti keterlibatan Guild mereka dengan Jakob.
Sementara itu para hunter Shark evils yang telah tiba, segera menyita kamera, dan rekaman-rekaman yang dari para wartawan. *D*an segera mengusir para wartawan itu.
Salah satu hunter rank S melihat keberadaan Boris dan Suparman.
"Hei bukan kah itu hunter dari guild Grim reapers" ucap Lori salah satu Hunter rank S itu.
"Sial, cepat habisi mereka jangan biarkan mereka pergi dari tempat ini" ucap Lira yang merupakan rank S juga.
Luri hunter rank S, segera melesat ke arah Boris dan Suparman di ikuti 10 hunter rank A+.
Boris yang melihat para hunter shark evils melihat ke arah mereka pun segera menyuruh Suparman untuk melarikan diri.
"Cepat pergi dari sini" perintah Boris pada suparman.
"Tapi bagaimana dengan dirimu pak" ucap suparman.
__ADS_1
"Sudah tidak perlu memikirkan ku, aku bisa menjaga diri ku sendiri" ucap Boris.
Suparman dengan berat hati kemudian pergi melarikan diri, Suparman ingin ikut bertarung, namun dirinya hanya lah hunter rank B, jika dia ikut tentu saja hanya akan menjadi beban bagi Boris.
"Sial, aku kabur pun sudah tidak bisa, ya setidak nya Suparman bisa selamat itu sudah bagus" ucap Boris lalu menyiapkan senjata nya dan bersiap bertarung.
Hunter Luri yang melesat kearah Boris segera menebaskan pedang nya secara vertikal pada Boris.
"Tringggghh" suara besi yang beradu terdengar nyaring.
Boris berhasil menangkis serangan dari Luri. namun karena perbedaan kekuatan, Boris terpukul mundur 10 meter kebelakang, tangan nya mati rasa dan gemetar.
"Hahahaha, lumayan kau bisa juga menahan serangan ku" ucap Luri.
"Cuiihhh" serangan mu itu bukan lah apa-apa bagiku", ucap Boris sambil mengatur nafas nya.
"Ohhhh, benarkah kalau begitu coba lah untuk bertahan dari serangan ku ini" ucap Luri sambil melesat dan menyerang Boris.
Boris yang melihat hunter rank S itu kembali menyerang segera bersiap kembali,Luri kemudian melemparkan beberapa pisau kecil kearah Boris.
"Tring tring tring" semua pisau kecil itu berhasil di tangkis oleh Boris, saat boris menangkis pisau kecil itu, Luri pun segera menebaskan kembali pedang nya pada Boris.
"Sial", ucap Boris lalu menangkis tebasan pedang hunter rank S itu, dan kali ini Boris terpental sehingga 25 meter, hingga menabrak beberapa tenda pengungsian.
Tak ingin memberi kesempatan bernafas, Luri kembali melesat menyerang Boris tanpa henti.
Suara benturan pedang trus berbunyi, dan setiap pedang Boris beradu dengan Luri, Boris pun selalu terpental.
Boris yang terpojok sudah mulai kebahisan tenaga nya, Tubuh Boris mengalami banyak luka-luka, bahkan baju yang di gunakan Boris pun sudah compang camping.
Saat pedang Luri, hampir menusuk tubuh Boris. Guild master Grim Reaper pun tiba dan menangkis serangan Luri
"Berani-berani nya kau melukai anggota ku" ucap Agus sambil melepaskan aura membunuh.
Luri pun segera melompat mundur, menjaga jarak setelah serangan nya ditangkis.
"Hahaha, aku tidak menyangka kalau Guild master Grim reaper sendiri akan datang kesini, baik lah karena kau sudah disini, kau juga akan ku kirim ke neraka bersama anggota mu yang tidak berguna itu" ucap Luri.
"Kau benar-benar bajingan, coba saja kalau kau memiliki kemapuan" ucap Agus.
Pertarungan Sengit antar Hunter rank S pun terjadi, area tempat sekitar itu pun porak-poranda, beberapa pengungsi yang tidak sempat melarikan diri pun menjadi korban.
"Liat lah, Ternyata kita kita kedatangan Guild master Grim reaper" ucap Lori.
"Apa kita perlu membantu saudara Luri?, Tanya lira pada Lori.
"Tidak usah, kita perhatikan saja dari sini, jika saudara Luri terpojok baru kita bantu" ucap Lori.
"Baiklah kalau begitu" ucap lira.
Pertarungan Luri dan Agus pun berlangsung sengit, para pengungsi yang berada di tenda dan tidak sempat melarikan diri pun harus meregang nyawa akibat dari pertempuran kedua hunter rank S itu.
Di Jakarta, kantor Pusat Asosiasi Hunter.
"Tuan kantor cabang kita di medan mengirim sebuah Laporan" ucap seketaris brian sambil menyerahkan kertas yang berisi laporan dari kantor cabang kepada Brian.
__ADS_1
Brian Adalah Ketua Asosiasi Hunter Indonesia, untuk kekuatan nya, tidak perlu di ragukan lagi, bahkan Brian juga di cukup disegani di luar negeri.
*Brian lalu mengambil laporan itu dan membaca nya.
"Gawat, kelihatan nya Guild Shark Evils membuat masalah besar kali ini, cancel semua petemuan ku dengan para investor, persiapkan keberangkatan ku ke Medan sekarang, dan sampaikan pada 5 eksekutif untuk ikut pergi bersama ku" ucap Brian pada seketaris nya.
"Baik tuan" jawab seketaris nya lalu bergegas melaksanakan perintah Brian.
"Kelihatan nya, pertempuran ini tidak bisa dihindari lagi, ini akan menjadi akhir dari Guild Shark Evils atau malah sebalik nya" gumam Brian dalam hati nya*.
Disaat yang bersamaan, pertempuran yang terjadi di distrik 10 telah tersebar dengan cepat, bahkan Guild Lion's dan Guild Hercules pun sudah mengirim wakil guild master nya ke Lokasi pertempuran.
Sementara di kantor pusat Guild Shark Evils.
"Umum kan ini kesemua Guild, Siapa pun yang ikut campur dalam pertarungan Guild ku, melawan guild Grim Reaper akan Ku anggap dia menyatakan perang guild kepada ku"Ucap Sima, yang merupakan Guild Master Shark Evils.
Sima merasa percaya diri, bahwa para Guild akan berpikir du kali jika ingin terlibat dalam pertempuran Guild nya dan Grim Reaper.
Ini dikarenakan, Guild Shark Evils telah berhasil membangun cabang nya di seluruh penjuru Indonesia.
Sima hanya perlu mengeluarkan 1 perintah, maka seluruh anggota nya yang berada di kantor Cabang akan membuat kerusuhan.
Jika ini terjadi maka negara Indonesia akan mengalami kekacauan yang besar-besaran, selain kerusuhan yang akan diakibat Shark Evils, para hunter pun akan kerepotan mengurus dungeon dan menara dungeon.
Dan tentu saja kekacauan ini akan di manfaat kan China untuk mencaplok wilayah di pulau natuna*.
Kembali di pertempuran di Distrik 10.
Azka dan 1 teman nya, yang juga merupakan eksekutif Aosisasi hunter, tiba di lokasi pertempuran, dan melihat pertempuran yang sedang berlangsung.
"Mari kita hentikan dulu pertempuran Boris dan Luri" ucap Azka.
"Baiklah aku setuju" ucap teman nya.
Azka dan teman nya, melesat ke arah Boris dan Luri yang sedang bertarung, namun mereka berdua segera di halangi oleh Lura, dan Lori.
"Hei mau kemana kalian ha, apa kalian ingin ikut campur dengan urusan guild kami" ucap Lura dengan sini.
"Kami hanya ingin menghentikan mereka, agar para pengungsi yang terjebak di dalam tenda dapat di evakuasi" ucap Teman nya Azka.
"Hah, kau pikir kami akan percaya ha..!", ucap Lori lalu melesat menyerang Azka dan teman nya.
.
.
.
.
Bersambung
Mohon maaf saat ini author belum bisa crazy up, author masih sibuk mengurus persiapan untuk Sempro.
Makasih yang sudah mau mampir, dan terus mendukung author🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen🙏