
Seketika Antonius turun dari sepeda motor nya, hati nya gemetar, sedih, khawatir dengan keadaan kedua orang tua nya.dan saudara-saudara nya.
Antonius mencoba tetap tenang dan mencari tau informasi pada beberapa warga yang ditemui nya.
...---------------------------‐----------------------------------------------...
*S**etelah beberapa kali bertanya pada warga yang ditemui nya, Antonius akhir nya mendapat informasi, bahwa beberapa tahun yang lalu telah terjadi Dungeon Break di distrik 10.
Dan banyak monster yang keluar dari portal dan menyerang warga sekitar. beberapa hunter datang dan membasmi par monster, para hunter itu di pimpin oleh seorang hunter Rank S*+.
*Setelah para monster di basmi, Hunter rank S tersebut membangun tempat pengungsian di dekat rumah nya, Semua warga yang kehilangan tempat tinggal nya pun memili mengungsi ke tempat yang disediakan oleh Hunter rank S tersebut.
Awal nya semua baik-baik saja, namun lama-lama Hunter rank S itu pun menujukkan kebusukan nya, Hunter rank S itu memanfatkan para pengungsi, menjadi budak nya untuk menambang permata di tambang milik nya.
Selain itu bantuan Logistik dari pemerintah maupun Asosiasi, diambil alih oleh hunter rank S tersebut, untuk diri nya sendiri.
Para warga tidak ada yang berani protes, karena hunter rank S itu akan menyuruh para bawahan nya untuk langsung mengahabisi warga yang protes.
Pada akhir nya banyak warga yang mengungsi yang bekerja di tambang mati kelaparan, dan ada juga yang mati karena kelelahan.
Pihak Asosiasi dan pemerintah mencoba melakukan penyelidikan namun kasus ini selalu di tutupi oleh Shark Evils guild terbesar No. 2 di Indonesia. Dan nama Hunter rank S itu adalah Zakob.
"Ternyata rumor yang dikatakan oleh suparman itu benar, Awas saja jika mereka berani menyentuh kedua orang tua ku, dan saudara ku" ucap Antonius.
Antonius segera pergi ke tempat pengungsian yang di katakan oleh beberapa warga.
Setelah 15 menit Antonius tiba di tempat pengungsian.
Tempat pengungsian itu di kelilingin tembok yang tinggi, dan hanya memiliki 1 pintu akses masuk dan keluar, yaitu melalui gerbang depan.
Saat Antonius tiba di gerbang pintu masuk, dia di hadang oleh beberapa hunter rank B yang bertugas menjaga keamanan di tempat pengungsian itu.
"Siapa kau, dan mau apa datang kesini, apa kau taj ini tempat terlarang dan tidak bisa di kunjungi oleh sembarangan" ucap salah satu hunter penjaga itu.
"Siapa aku, kalian tidak perlu tau, dan aku tidak mau tau tempat ini terlarang atau tidak, yang aku tau, aku kesini untuk melihat apakah kedua orang tua ku ada didalam sana atau tidak" ucap Antonius dengan santai.
__ADS_1
"Apa kau tidak mengerti dengan yang di ucapkan teman ku barusan ha..! orang sepertimu itu dilarang masuk..! cepat pergi dari sini sebelum kami membuat mu menyesal" bentak salah salah satu hunter penjaga lainya.
"Seharus nya aku yang mengatakan itu, jika kalian tidak membiarkan aku masuk, aku akan meembunuh kalian semua" ucap Antonius dengan dingin.
"Hahahaaha kalian dengar itu, dia ingin membunuh kita semu-, belum selesai dia berbicara.
Antonius sudah mengambil Dagger of black dragon dari inventroy nya dan langsung membunuh 2 hunter penjaga dengan cepat.
"Arggghhhhh" teriak hunter penjaga yang terkena tusukkan dagger Antonius lalu jatuh tak bernyawa.
Sementara hunter penjaga lain nya yang melihat 2 teman nya terbunuh begitu saja tanpa perlawanan, sketika gemetar ketakutan, keringat dingin bercucuran dari wajah mereka, salah satu hunter penjaga menekan bel peringatan.
"Ngiiiiinnnnnnnguuuuuu" suara sirine peringatan berbunyi keras*.
"Bukan kah tadi sudah ku bilang kalau kalian menghalangi jalan ku, maka kalian semua akan kubunuh" ucap Antonius dengan sinis lalu melesat membunuh para hunter penjaga yang tersisa.
Sementara itu para hunter yang mendengar suara sirine peringatan segera bergegas ke lokasi Antonius. kebanyakan dari para hunter yang berada di camp pengungsian adalah hunter rank B.
Antonius yang melihat kedatangan para hunter pun sedikit tersenyum*.
"Ayo datang lah kesini kalian semua, akan kukirim manusia sampah seperti kalian ke dalam neraka" ucap Antonius.
Sementara itu jarak antara rumah Zakob ketempat pengusian lumayan dekat sehingga Suara sirine dapat terdengar kerumah Zakob.
Zakob mengirim 10 hunter rank A+ untuk mengatasi keributan yang terjadi.
10 Hunter rank A+ segera tiba di tempat Antonius berada.
"Kenapa kalian hanya berdiam diri saja, apa kalian ini benar-benar hunter yang tidak berguna, cepat habisi pembat onar itu, lagian dia hanya sendiri" ucap suara Hunter yang baru saja datang dari kediaman Zakob.
Para hunter penjaga yang melihat kedatangan 10 hunter Rank A+ pun menjadi percaya diri dan melesat maju menyerang Antonius.
Namun rasa percaya diri mereka segera sirna, satu persatu hunter penjaga jatuh tak bernyawa.
Antonius menghabisi mereka dengan Mudah.
__ADS_1
30 hunter penjaga rank A dan B dengan cepat mati tanpa perlawanan, bahkan Antonius menghabisi ke 30 hunter itu tanpa hanya menggunakan 5% kekuatan fisik dan skill Stealth nya.
10 hunter Rank A+ yang berpikir dapat dengan mudah mengatasi Antonius malah menjadi gemetar ketakutan, didepan mata mereka telah terjadi pembantaian yang hanya dilakukan oleh satu orang saja.
"Pemuda itu bukan tandingan kita, klau kita melawan nya, kita hanya akan mati sia-sia, ada baik nya kita kabur," ucap salah satu hunter Rank A+.
"Aku setuju, dengan mu, ayo kita kabur sebelum dia menyadari nya" ucap salah satu teman nya.
Antonius yang melihat ke 10 hunter itu ingin kabur segera melesat kearah mereka.
"Hoh sudah datang, sekarang ingin pergi, itu tidak baik, jika sudah datang maka harus menetap" ucap Antonius sambil menatap tajam dan tersenyum sinis, pada ke 10 hunter itu.
Ke sepuluh hunter segera kaget dan merinding ketakutan, melihat Antonius sudah berada di depan mereka.
"A..ampuni kam-, lagi-lagi belum selesai hunter itu berbicara, nyawa nya pun langsung hilang.
"Hah, pada saat kalian datang kemari, sudah seharus nya kalian tau resiko nya bukan"? ucap Antonius dan langsung membunuh ke 10 hunter rank A+ itu.
Setelah selesai menghabisi seluruh hunter itu, Antonius menghancurkan gerbang, dan tembok yang menghalangi tempat pengungsian itu dari luar.
Begitu tembok dan gerbang itu hancur. Antonius melihat kondisi para pengungsi yang jauh dari kata manusia, mereka semua terlihat kurus, kelaparan dan penyakitan.
Air mata Antonius tidak sengaja menetes menyaksikan situasi di hadapan nya*.
"Apakah yang melakukan ini semua masih pantas di sebut manusia, Guild Shark Evills!! tunggu saja aku akan menghancurkan kalian tanpa tersisa, Aku tidak akan membiarkan kalian lolos satu pun!! teriak Antonius Marah.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen🤸🤸🤸
Author masih membutuhkan saran dari para readers semua🙏