Ragnarock System

Ragnarock System
Pindah rumah dan tujuan Boris


__ADS_3

Di Rumah Boris


Di lantai 2 di dekat Balkon terlihat 2 orang sedang birbincang-bincang


"Aku sudah membeli rumah di distrik 2, dan kelihatan nya kami akan segera pindah kesana, terimakasih sudah membantuku dan keluarga ku selama ini" ucap Antonius.


"Tidak masalah tuan, saya juga berhutang nyawa pada tuan, apa yang saya lakukan mungkin belum seberapa dengan bantuan yang tuan berikan pada saya waktu itu" ucap Boris.


"Hmmp, yang berlalu biar lah berlalu, dan juga sudah seharus nya manusia saling menolong" balas Antonius lagi


"Baik lah tuan" jawab Boris.


"Boris aku akan mulai membersihkan Dungeon, dan kemungkinan waktu ku bersama keluarga ku akan sedikit berkurang, aku ingin kau mengirim beberapa orang untuk menjaga keluarga ku di kediaman baru ku nanti" ucap Antonius.


"Tenang saja tuan, saya akan memastikan keamanan dan keselamatan keluarga tuan" jawab Boris dengan yakin.


"Hmmp, bagus lah kalau begitu" ucap Antonius


Mereka berdua pun lanjut berbincang, dan tak berselang lama, Antonius pergi keruang Tamu untuk membicarakan rencana nya untuk pindah dengan ayah nya.


Sesampai nya di ruang tamu Antonius melihat Ayah nya yang sedang duduk di sofa sambil membaca Koran.


"Ayah aku sudah membeli rumah, dan aku berencana hari ini kita akan pindah kesana" ucap Antonius berjalan mrndekati ayah lalu ikut duduk di kursi.


Ayah nya yang mendengar ucapan Antonius pun melipat Koran lalu meletakan nya di atas meja.


"Benarkah, apakah rumah yang kau beli itu, jauh dari rumah sakit ibu mu dirawat?" tanya Ayah nya.


"Ayah tenang saja, rumah yang ku beli itu dekat kok, ke rumah sakit hanya butuh 20 menitan" ucap Antonius.


"Rumah seperti apa yang kakak beli?" tanya Sarah yang keluar dari kamar nya dan tak sengaja mendengar percakapan Antonius


"Hoh, si tiang listrik sudah bangun ternyata, sudah nanti kau akan tau setelah melihat nya sekarang, bersiap lah, kita akan pergi setelah sarapan, sampaikan juga pada bang Ser" ucap Antonius.


Sarah yang mendengar perintah Antonius pun segera berbalik dan masuk kembali kekamar nya untuk bersiap-siap. Sara terlalu malas ke kamar bang Ser, jadi dia mengirim pesan saja lewat ponsel nya.


20 Menit berlalu, mereka telah selesai sarapan, dan beberapa barang Ayah dan kedua saudara nya pun sudah dimasukkan ke dalam Mobil.


Setelah selesai mereka pun langsung berangkat menuju rumah yang telah di beli Antonius diantar langsung oleh Borris.


30 Menit di perjalanan mereka pun tiba di sebuah Gerbang yang setinggi 4 meter terbuat dari Besi. Gerbang besi itu terbuka otomatis setelah Antonius meng scan kartu pengenal yang di berikan Agen perumahan pada nya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan butuh 8 menit hingga mereka tiba di rumah yang besar dan sangat mewah.

__ADS_1


Ayah, dan kedua saudara Antonius yang melihat bangunan mewah di hadapan nya pun kaget tak percaya.


"Wah ternyata tuan mempunya selera yang sangat bagus dalam membeli rumah" ucap Boris yang kagum setelah melihat rumah mewah yang di beli Antonius. Mendengar itu Antonius pun hanya tersenyum kecil.


"Kakak beneran sudah beli rumah ini?" tanya sarah yang tidak yakin bahwa kakak nya membeli rumah yang mewah.


"Iya benaran, gimana bagus kan pilihan kakak" ucap Antonius sedikit sombong pada adik nya itu.


"Elleh tumben kakak pintar memilih, biasa nya juga kakak bodoh dalam memilih" ucap Sarah sambi mengejek Antonius.


Mendengar ejekan adik nya, Antonius hanya terkekeh kecil lalu melirik Ayah dan bang Ser yang masih melongo.


"Aisssshhh, ayah bang Ser mari kita masuk, Sarah ini kunci nya bukakan pintu dulu" ucap Antonius sambil menyerahkan kunci rumah pada adik nya.


Mereka pun masuk kedalam rumah, mereka ber 4 kecuali Antonius pun kembali terkejut melihat dalam rumah yang sangat mewah.


Antonius yang melihat ekspresi ke Boris,Ayah dan ke dua saudara nya pun menggelengkan kepala lalu membiarkan saja.


Tak berselang lama, Agen perumahan kemarin datang menemui Antonius, agen perumahan itu ingin menjadi pemandu dan menunjukan tiap rungan yang ada di dalam rumah itu.


Namun Antonius memilih tinggal di ruang tamu


Setalah 3 jam berlalu setelah Boris dan Ayah Antonius turun dari lantai 2 lalu menunu ke ruang tamu, sementara kedua saudara nya masih melanjutkan tur nya bersama Agen perumahan itu.


melihat ke datangan Ayah nya pun segera memperbaik posisi nya.


"Gimana Ayah, apa ayah suka dengan rumah ini?" tanya Antonius


"Ini luar biasa, berapa banyak uang yang kau habis kan untuk membeli rumah ini..? tanya ayah Antonius


"Iya tuan, berapa banyak yang tuan habiskan, saya juga penasaran, meskipun saya sudah pernah ke berbagai tempat, namun baru ini saya baru ini melihat bangunan semewah ini" ucap Boris dengan antusias.


"Aissh, untuk harga nya masih tergolong kecil, yang penting Ayah dan yang lainnya bisa tinggal dengan nyaman sekarang, aku juga sudah memesan beberapa asisten rumah tangga dan juga beberapa prabotan yang nanti nya akan tiba sebentar lagi" ucap Antonius.


Kemudian Antonius menceritakan rencana nya pada ayah nya. karena sebelum Antonius pergi, dia ingin memastikan ke amanan dan kenyamanan keluarga nya.


"Ayah aku ingin ibu dirawat di rumah saja apakah Ayah setuju?


"Ayah setuju, tapi bukan nya itu akan membuat biaya nya makin mahal?" ucap ayah nya.


"Masalah biaya ayah tenang saja, aku akan mengurus segala nya" ucap Antonius.


"Boris maaf jika aku akan merepotkan mu lagi, aku ingin kau membantu Ayah mengurus beberapa berkas dan juga aku ingin Menyekolahkan adik ku lagi, apa kau bisa membantu hal itu?" tanya Antonius.

__ADS_1


"Tenang saja tuan, saya bisa membantu hal itu dengan mudah" jawab Boris dengan bangga.


"Bagus lah kalau begitu" balas Antonius singkat.


"Maaf tuan, karena semalam tuan ingin membersih Dungeon saya sudah melaporkan nya pada Ketua Asosiasi, dan maaf sekali lagi tuan, bukan nya tidak mengijinkan tuan memasuki Dungeon".


"Namun tuan bisa masuk kalau sudah memiliki lisensi hunter resmi" ucap Boriss dengan sedikit ragu-ragu karena takut membuat Antonius marah.


Meskipun mereka sudah tau kekuatan Antonius, namun peraturan tetap lah peraturan, apalagi kabar mengenai kekuatan Antonius masih di tutupi dan belum di publish oleh pihak Asosiasi ke publik.


Meskipun ada rumor bahwa ada hunter iregular yang telah muncul di Indonesia, namun Asosiasi dan seluruh Guild master bekerjasama untuk meredam Gosip yang tersebar dalam 2 minggu terakhir.


Sehingga Gosip itu hanya dianggap sebagai omong kosong dan angin lalu.


Antonius yang mendengar ucapan Boriss pun mengerti, meskipun dia memiliki kekuatan yang kuat, namun peraturan tetap lah peraturan.


"Baiklah, tidak masalah aku akan pergi sekarang ke Asosiasi untuk mengurus lisensi Hunter ku" ucap Antonius.


"Apa kau yakin nak, ingin membersih kan Dungeon, bukan kah itu terlalu berbahaya" ucap Ayah yang khawatir.


"Tenang saja Ayah, aku membersihkan Dungeon seklian mencari bahan untuk obat ibu, dan lagi pula anak mu ini adalah hunter terkuat yang pernah ada" ucap Antonius dengan bangga sambil meyakinkan Ayah nya.


Mendengar ucapan Antonius, ayah nya tidak bisa berbuat banyak dan hanya mengela nafas. Meskipun di larang Antoniua juga akan tetap pergi karena Ayah nya tau bahwa Antonius memiliki sifat keras kepala seperti nya.


"Kalau tuan ingin ke Asosiasi, biar saya Antar tuan kebetulan saya ingin pergi ke sana juga dan untuk masalah mengurus berkas dan sekolah adik tuan, saya akan menyuruh sekretaris" ucap Boris.


"Heh, kau ini kan wakil Guild master Grim reaper, apa kau tak punya tugas dari Guild master mu" tanya Antonius.


"Tidak tuan, justru Guild master saya meminta saya untuk membantu tuan jika ada beberapa masalah" ucap Boris dengan sedikit gemetar.


Sebenar nya Boris selalu bersama Antonius itu karena dia ingin membawa Antonius untuk bergabung ke dalam Guild nya.


Antonius yang melihat sikap Boriss yang seperti menyembunyikan sesuatu pun mengekrut kan kening nya. Antonius menggunakan skill true eyes nya dan menyadari tujuan Boriss.


"Hufft jika kalian berniat untuk mengajak ku bergabung ke dalam Guild kalian, aku tidak akan mau, dan aku juga belum kepikiran untuk bergabung ke dalam Guild mana pun atau bergabung organisasi mana pun," ucap Antonius dengan datar.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like dan Komen ya


__ADS_2