
Di dalam Menara dungeon terus terdengar Suara ledakan ledakan besar.
Terlihat seorang pemuda, yang sedang bertarung menghadapi gelombang monster beast yang tak terhitung jumlah nya
Antonius mengangkat tangan kanan nya dan memfokuskan mana nya di telapak tangan nya
dengan menggunakan 5 persen mana nya.
"Rain of Sword Thunder" Antonius menggunakan Satu teknik berpedang nya.
Lalu muncul ribuan pedang di atas langit pedang itu dilapisi oleh kilatan petir, hawa tekanan yang di sebabkan oleh skill Antonius cukup Kuat.
Sehingga hawa nya saja dapat langsung membunuh ratusan Monster yang sedang menyerbu ke arah nya.
Antonius lalu menurun kan tangan nya kebawah, seketika ribuan pedang yang di lapisi kilatan petir pun langsung melesat ke bawah menuju ke arah Monster Beast yang menyerbu Antonius.
Monster Beast yang berlari menyerbu ke Antonius yang kin jarak nya hanya tinggal 50 Meter lagi, namun mereka tidak dapat menyadari diatas mereka sudah ada ribuan pedang yang sedang melesat tajam tidak sempat menghindar.
Jlebbb......
Jlebbbbb...
jleebbbb....
Tak sampai di situ saja, saat pedang itu telah menusuk Para monster beast, Amtonius kemudian langsung menggunakan skill lain nya
"Thunder Bom" energi listrik yang melapisi pedang itu langsung meledak dengan keras.
Auwwwwww...
grooaaaarrrrr...
Hiiikkkkkkkk...
Boommm....
Boommm....
Teriakan kesakitan Monster Beast yang tertusuk pedang pun langsung di sambut oleh ledakan-ledakan yang menyapu seluruh gelombang Beast. Pertarungan ini sudah bisa dikatakan pembantaian sepihak.
Yang tadi nya aera itu adalah hutan lebat dengan perpohonan yang besar kini semua nya berubah menjadi tanah tandus, sisa-sisa api, dan kilatan petir masih terlihat di permukaan tanah dan tunggul pohon yang hancur akibat Skil Antonius keluarkan.
Setelah beberapa Saat sebuah pintu muncul tak jauh dari lokasi Antonius lalu muncul pemberitahuan sistem
Ding : Selamat tuan telah membersihkan lantai 1 menara dungeon, tuan dapat naik ke lantai dua dengan pintu yang ada di hadapan tuan.
Antonius yang mendengar suara sistem pun terkejut pasal nya, setelah membunuh para monster beast, Antonius bahkan tidak merasakan tanda-tanda bahwa exp nya bertambah.
Kecuali Notif pemeberitahuan emas nya bertambah dan juga inti monster yang di dapat dari sistem.
"Hufft payah padahal Aku hanya mengeluarkan 5 persen kekuatan ku, bahkan setelah membunuh mereka, exp ku tidak bertambah sedikit pun" gerutu Antonius.
__ADS_1
Ding : Itu di karenakan level tuan sudah sangat tinggi, sehingga monster lemah yang tuan habisi tidak akan dapat lagi berpengaruh pada exp tuan.
Ding : Tuan harus membunuh setidak nya monster Rank SSR, dan itu pun hanya akan menambah 1exp tuan
Antonius yang mendengar Notif dari sistem pun cuma terdiam beberapa saat.
"Aishhh, sudah lah semoga saja di lantai ter atas ada monster yang kuat" Ucap antonius dengan senang.
"Sistem apa kau bisa menganalisa Dungeon ini? lalu jika bisa, ada berapa total lantai di dalam Dungeon ini?" tanya Antonius pada sistem nya.
Ding : Analisa Dungeon sedang di lakukan beberapa informasi di dapatkan Menara Dungeon ini memiliki 50 lantai, setiap lantai memiliki Boss nya sendiri.
Antonius yang penjelasan dari sistem pun mengangguk faham.
"Hufft kelihatan nya aku harus cepat membersih kan menara ini dan menemukan bahan obat untuk ibuku" ucap Antonius lalu berjalan menuju ke arah pintu yang tersambung ke lantai 2 dungeon.
Di Luar Dungeon
10 menit setelah Antonius masuk ke dalam Dungeon.
Brian dan Ke 5 Guild master dan juga wakil Guild mereka datang ke Menara dungeon.
Wartawan yang melihat ketua Asosiasi dan ke 5 Guild master pun langsung mengerumuni dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan pada Brian maupun ke 5 master Guild.
Namun 20 anggota Asosiasi yang dari awal sudah berjaga dengan cepat membatasi para wartawan agar tidak mengerumuni Brian dan Ke 5 master guild maupun wakil Guild mereka.
Kabar tentang Seorang Hunter Iregular rank SSR yamg melakukan Solo Raid menara Dungeon pun langsung menyebar ke seluruh negara negara luar.
"Benar-benar malang baru 1 hari menjadi Hunter rank SSR, sekarang malah pergi mendatangi ajal nya sediri" itu lah yang ada di benak para hunter yang ada di beberapa negara.
Sementara di kediaman Antonius, Ayah dan ke 2 saudara nya yang mendengar Antonius melakukan Solo raid pun menjadi cemas dan Khawatir, mereka ingin pergi ke menara dungeon tempat Antonius melakukan Raid.
Namun saat diperjalanan yang tergolong cukup Sepi dan tidak ada Kendaraan lain yang melintas kecuali Mobil yang sedang digunakan oleh Keluarga Antonius.
Mereka di cegat 20 pembunuh bayaran yang dikirim Oleh Yu Nuan.
"Siapa kalian, mengapa kalian mengahalang jalan kami" teriak Bang ser kepada 20 Orang yang sedang mengahalangi jalan mereka
Mendengar ucapan Bang Ser, ke 20 pembunuh bayaran itu hanya diam dan menatap tajam ke arah Ayah dan ke 2 saudara Antonius.
"Ayah, aku takut" ucap Sarah adik Antonius sambil memegang tangan Ayah nya.
"Tenang lah nak, semua akan baik-baik saja" ucap Ayah Antonius menenangkan Sarah.
Salah satu pembunuh Bayaran itu melesat dan mengeluarkan pedang nya menyerang Ayah dan ke 2 saudara Antonius.
Saat jarak pembunuh bayaran dengan Ayah Antonius tinggal 3 Meter, 2 buah bayangan melesat keluar dari bayangan Antonius.
dengan cepat 2 bayangan itu langsung menangkis pedang pembunuh bayaran itu, lalu melepaskan sebuah pukulan tepat di perut pembunuh bayaran itu.
Pembunuh bayaran yang kaget dengan kemunculan sosok mahkluk yang tiba-tiba di depan nya, tidak dapat menghindar pukulan itu dengan telak mengenai perut nya.
__ADS_1
Lalu terpental 10 meter hingga menabrak pembatas jalan dan meregang nyawa seketika.
19 Pembunuh bayaran yang tersisa pun terkejut bercampur marah melihat teman nya yang tewas begitu saja.
Seolah memberikan perintah kepada rekan nya yang lain agar maju bersama menyerang kedua mahluk yang membunuh teman nya tadi.
Ke 19 pembunuh bayaran itu pun langsung melesat bersama menyerang 2 mahluk bayangan yang muncul namun mereka kembali di kaget kan dengan kemunculan 4 bayangan mahluk lain nya.
"Jangan takut, mereka hanyalah mahkluk sumoning, cepat habisi mereka" teriak salah satu pembunuh bayaran itu.
Bentrokan 19 pembunuh bayaran dengan 6 prajurit bayangan Antonius yang di tinggalkan nya untuk menjaga ayah dan ke dua saudara nya pun terjadi.
Namun karena kekuatan 6 prajurit bayangan Antonius sangat kuat, dengan cepat ke 19 pembunuh bayaran itu langsung di habisi dengan cepat.
Setelah membunuh 19 pembunuh bayaran itu, ke enam prajurit bayangan itu lalu berjalan mendekati ayah dan ke 2 saudara Antonius.
Mereka kemudian berlutut lalu salah satu prajurit bayangan itu berbicara.
"Saya adalah Sol, perajurit bayangan milik yang Mulia Antonius, bertugas untuk menjaga Tuan dan juga ke saudara yang mulia dengan Aman" ucap Sol pada Ayah Antonius.
Ayah dan ke 2 saudara Antonius pun kaget mendengar ucapan salah satu prajurit bayangan yang sedang berlutut di hadapan mereka.
Mereka tidak menyadari kapan Antonius menyuruh 6 prajurir bayangan menjaga mereka.
"Ja...jadi kau prajurit bayangan Anak ku, jika begitu apa kau tau bagaimana kondisi anakku sekarang" tanya ayah Antonius dengan sedikit gemetaran.
"Benar tuan, saya prajurit bayangan Milik yang Mulia Antonius, saat ini yang Mulia Antonius baik-baik saja. Tuan tidak perlu khawatir karena kami ber 6 saling terhubung dengan Yang mulia Antonius. Jika yang Mulia dalam bahaya maka kami dapat merasakan nya secara langsung" ucap Sol menjelaskan.
"Yang Mulia Antonius juga menitip kan pesan agar tuan dan ke 2 saudara yang mulia untuk pulang kerumah dan tak perlu khawatir" tambah Sol lagi.
Mendengar perktaan Sol Ayah dan ke 2 saudara nya pun menjadi sedikit lega meskipun mereka belum sepenuh nya percaya, namun mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah dan di kawal ke 6 prajurit bayangan Antonius dari balik bayangan.
Di dalam Dungeon...
Antonius telah sampai di lantai 10, dan membunuh seluruh monster yang ada di lantai 10.
Setelah itu Antonius kemudian duduk di atas mayat Monster Mahmoth Api. Sambil menatap tajam ke depan.
Pikiran Antonius saling terhubung dengan setiap prajurit bayangan nya, jadi Antonius bisa tau jika Ayah dan ke 2 saudara nya hampir saja di bunuh oleh pembunuh bayaran.
"Kurang Ajar, Siapa yang berani mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh keluarga ku, tunggu saja begitu aku menyelesaikan .enara dungeon ini, akan ku hancurkan kalian yang berani menyentuh keluarga ku" ucap Antonius dengan marah sambil mengeluarkan aura membunuh yang pekat.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa like dan komen....
__ADS_1
Kalau rame author akan up 1 chapter lagi😅😅😅