Ragnarock System

Ragnarock System
Menghadiri pertemuan III


__ADS_3

"Maaf semua nya sudah membuat tuan dan rekan-rekan menunggu" ucap Danu dengan Santai


...------------‐----------------------------------------...


Ucapan Danu pun membuat Brian, dan Kenta tersadar lalu dengan cepat menyuruh Danu dan rombongan untuk masuk.


"A,,,,,iya cepat Masuk, biar pertemuan nya segera kita mulai" ucap Brian dengan sedikit gugup terlihat butiran keringat muncul di sekitaran wajah nya.


Danu yang melihat Ekspresi Brian dan juga yang lain nya pun menjadi heran, Danu juga merasakan getaran yang terjadi di gedung Asosiasi.


Danu juga sudah berpikir pasti telah terjadi pedebatan di dalam ruang pertemuan, namun yang membuat Danu heran adalah siapa dan apa yang membuat perdebatan itu hingga, suasana di dalam ruang pertempuan menjadi tegang.


"Baik lah" ucap Danu sambil berjalan menuju kursi nya diikuti oleh Winda dan Lingga, Danu juga melirik tembok yang retak dan terlihat akan roboh.


Danu dan Winda segera duduk di kursi yang di sediakan, sementara itu Lingga yang tidak mendapat kan tempat duduk lalu melirik ke arah Antonius.


Lingga berjalan dengan santai nya ke arah Antonius.


"Hei kau, orang Luar minggir dari situ, aku mau duduk di situ" ucap Lingga dengan sinis.


Mereka yang ada di dalam ruangan pun spontan melototkan mata nya ke arah Lingga.


"Sial nih anak, mau cari mati ya?" gumam Buddy dalam Hati nya.


Sementara Antonius yang sudah sedikit kesal dengan tingkah Laku lingga pun berniat memberikan pelajaran kepada Lingga.


"Hei nak, jaga mulut- belum selesai Brian ngomong, Antonius langsung meenggunakan Skill Gravity Control nya, dan langsung menekan tubuh lingga ke lantai.


"Aku tidak tau, apa yang membuat mu begitu sombong dan percaya diri, kau kira kau layak bicara dihadapan ku" ucap Antonius dengan dingin lalu sedikit menambah tekanan nya pada Lingga.


"Bughhhhh" Lingga langsung berlutut di lantai.


Semua orang yang ada di dalam ruangan pun menjadi khawatir dan takut Antonius marah, dan mereka akan terkena imbas nya.


"Sial, siapa sebenar nya Anak ini, mengapa aku tidak bisa mengerak badan ku" gumam Lingga dalam Hati nya.


Sementara Danu yang melihat Adik nya di buat berlutut, ingin berdiri dari kursi nya, namun bahu nya segera di tahan oleh tangan Agus.


Namun Danu segera menyingkirkan tangan Agus dan langsung berdiri.


Antonius yang melihat tindakan Danu pun segera memperluas area Gravity Control nya, hingga Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menjadi tertekan akibat Skill dari Antonius, dan tidak bisa bergerak sama sekali.


Lagi-lagi semua orang yang ada dalam ruangan menjadi jantungan, rasa gelisah mulai merasuki pikiran mereka.

__ADS_1


"Sial gara-gara anak bodoh itu, kami semua terkena imbas nya" itu lah yang ada di pikiran mereka semua.


Danu yang merasakan tekanan dari Antonius pun mulai menyadari bahwa adik nya telah salah menyinggung orang.


Danu juga melirik ke semua orang dan berniat meminta bantuan, namun saat Danu melihat Ketua asosiasi dan juga rekan-rekan nya ikut tertekan, serta menatap tajam ke arah nya membuat Danu semakin gemetar,


"Berarti yang membuat keributan tadi pasti adalah pemuda itu, namun siapa dia, dan kenapa aku tak pernah melihat dia" Gumam Danu dalam hati nya sambil mencoba menahan tekanan dari Antonius walaupun hanya sedikit akhir nya danu bisa berbicara.


"Tu,,,,,,Tuan, Maaf jika Adik saya telah menyinggung tuan, mohon tuan melepaskan adik saya, dan meredakan Amarah Tuan" ucap Danu sambil ter engah-engah. Akibat nafas nya yang mulai tidak beraturan akibat tekanan dari Antonius.


"Mau sampai kapan, kau akan melindungi adik mu yang tidak tau diri ini, Adik sudah dewasa harus nya tau bagaimana bertanggung jawab dengan masalah yang di buat nya" ucap Antonius dengan santai.


Danu yang mendengar itu pun menjadi terdiam, memang selama ini, jika Lingga membuat masalah, diri nya lah yang selalu melindungi dan menyelesaikan masalah adik nya.


Antonius pun memperkecil dampak dari skill nya dan hanya menyisakan area skill nya pada Lingga.


Semua orang pun kembali dapat bernfas dengan lega.


"Mulai lah pertemuan nya, dan untuk pecundang ini, biarkan tetap disini, ini akan menjadi pelajaran yang bagus untuk nya" ucap Antonius yang tetap mengarahkan skil nya pada Lingga.


Lingga yang mendengar itu pun, sangat marah, muka nya merah dan mata nya menatap tajam ke arah Antonius. Melihat hal itu pun Antonius kembali menambah tekanan pada Lingga.


Saat ini Lingga merasakan Tubuh nya seperti di timpa beban seberat 980kg, keringat mulai mengalir badan nya mulai gemetar kesakitan, dan nafas nya mulai terasa berat akibat menahan tekanan itu.


Danu yang melihat adik nya, mulai kesakitan pun hanya bisa pasrah dan diam, Danu yakin jika dia melakukan sesuatu pun tidak akan ada yang berubah, malah yang ada mereka semua yang ada di ruangan ini akan terkena dampak nya lagi.


"Baik lah rapat ini kita mulai dengan membahas Konflik yang sudah memanas di Pulau Natuna"


"Pihak China telah mengirim kan, 50 Hunter rank A+ dan 3 hunter rank S+ nya, selain itu China juga mengirim 1 kapal induk mereka dan 5 kapal Fregat nya".


"Saat ini pemerintah sedang bernegosiasi dengan pemerintah China, namun jika Negosiasi gagal, kemungkinan perang Akan pecah, oleh karena itu kita harus mengantisipasi kemungkinan terburuk" ucap Brian menjelaskan.


"Dan pemerintah meminta bantuan kepada Asosiasi dan juga Guild yang ada, oleh karena itu, aku meminta kepada para setiap Guild master semua, kira nya mau mengirim 5 Hunter rank A+ nya untuk membantu meredam konflik di pulau Natuna".


"Sementara untuk menghadapi 3 hunter rank S+, Azka dan 2 eksekutif asosiasi akan dikirim kesana" tambah Brian.


Setelah mendengar perkataan Brian, Para Guild master, telihat memikirkan kembali permintaan Brian.


Meskipun mereka hanya diminta mengirim hunter Rank A+, Namun jika mereka kehilangan hunter yang mereka kirim, tentu akan sangat merugikan bagi Guild mereka.


Selain itu meskipun lawan mereka adalah sesama rank A+, namun kekuatan hunter China lebih unggul ini dikarenakan hunter di China di bekali dengan ilmu bela diri, dan juga melatih teknik pernafasan dalam mengontrol qi/mana.


Brian yang melihat para Guild master seperti keberatan untuk mengirim anggota Guild nya, hanya bisa berharap dan menunggu keputusan para Guild master.

__ADS_1


Brian tidak bisa juga memaksa mereka, karena tidak ada aturan yang mengikat bagi para hunter untuk melakukan bela negara, hal ini di karenakan para hunter memiliki kekuatan yang melebihi batas manusia normal.


Bisa saja mereka bekerja sama melakukan kudeta dan menggulingkan pemerintahan, namun hal itu masih dapat di cegah dengan di bentuk nya Guild dan juga Asosiasi.


Brian kemudian melirik Antonius, dan berniat meminta Bantuan kepada Antonius.


"Maaf sebelum nya tuan, tapi sejauh ini saya belum sempat berkenalan dengan tuan, kalau boleh tau siapa nama tuan?" tanya Brian dengan Sopan.


Semua orang yang ada di ruangan Hunter pun diam sejenak, kecuali Boris dan Agus, mereka semua ingin tau juga siapa nama pemuda yang sedang ikut rapat berama mereka.


"Hmmp, Nama ku Antonius" jawab Antonius dengan singkat.


"Salam kenal tuan Antonius, perkenalkan nama saya- belum selesai Brian bicara langsung di potong Antonius.


"Lewatkan saja perkenalan nya, sekarang katakan apa tujuan mu mengundang ku datang ke pertemuan ini?" tanya Antonius.


Mendengar pertanyaan Antonius, Brian tampak terdiam sejenak, lalu mengatur nafas nya lebih dulu, Brian tampak berhati-hati berbicara karena takut bisa menyinggun perasaan Antonius.


"Sebenar nya saya mengundang tuan disini karena 2 hal, yang pertama saya ingin berterimakasih atas bantuan tuan sewaktu di distrik 10".


"Sehingga saya dan para hunter bisa selamat dari pertempuran itu, dan yang kedua saya ingin meminta bantuan Tuan untuk mengatasi Konflik di laut Natuna" ucap Brian dengan Sopan.


Para Guild master yang mendengar ucapan Brian pun kini mulai tau siapa yang menghancurkan guild Shark Evil, yang mana tak lain adalah Antonius.


Mereka juga berharap jika Antonius bisa membantu menyelesaikan konflik di laut Natuna, karena dengan kekuatan Antonius tentu saja mereka bisa membalikkan keadaan.


"Lau katakan, apa keuntungan bagiku jika aku membantu kalian menyelesaikan konflik di laut Natuna?, jika hanya harta,uang dan wanita, yang kalian tawarkan, sebaik nya kalian jangan berharap aku membantu kalian" ucap Antonius dengan sedikit Sombong.


Mereka semua yang mendengar ucapan Antonius pun menjadi terdia, wajah mereka yang tadi keliatan bahagia kini menjadi masam kembali.


Memang benar yang dikatakan Antonius, dalam Hal uang, Antonius tidak akan kekurangan karena di dalam inventory Antonius terdapat 1 triliun emas, dan jika wanita tentu saja akan mudah di dapat Antonius dengan wajah tampan nya itu.


Mereka yang di ruangan pun terdiam dan memikirkan sesuatu yang bisa ditawarkan pada Antonius.


Antonius yang melihat wajah masam ketua Asosiasi, dan Guild master yang ada, akhir nya pun angkat Suara.


"Baik lah, aku akan membantu kalian, tapi aku tidak akan turun tangan secara langsung, aku hanya akan mengirim kan Utusan ku kesana, dan untuk syarat yang aku ingin kan nanti setelah konflik selesai aku akan mengatakan nya" Ucap Antonius.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,


Jangan lupa like dan komen ya🙏🙏☺


__ADS_2