Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
Rencana Menculik Jovanka Dan Ke Dua Tante Jovanka


__ADS_3

Malam menjelang pagi perlahan Jovanka membuka matanya kemudian menatap ke arah wajah tampan suaminya dengan tatapan sendu. Jovanka memberanikan diri mengarahkan tangannya ke arah wajah suaminya yang masih tertidur dengan lelap kemudian membelai alis mata, mata, hidung, bibir dan terakhir rahang milik suaminya.


'Suamiku sangat tampan dan tentunya banyak gadis dan wanita yang tergila-gila pada suamiku. Jika suatu saat Suamiku mulai bosan padaku dan menemukan seseorang pengganti diriku maka di saat itu pula aku akan mundur dengan membawa cintaku yang tulus.' Ucap Jovanka dengan suara lirih nyaris tidak terdengar.


'Aku tidak akan meminta harta gono gini ataupun mengambil hartamu karena aku mencintaimu apa adanya dan sangat tulus mencintaimu.' Ucap Jovanka yang masih dengan suara lirih nyaris tidak terdengar.


Tes


Tes


Tes


Jovanka yang tidak bisa menahan air matanya akhirnya keluar bersamaan Leo memegang tangan Jovanka yang menyentuh rahangnya sambil membuka matanya.


Cup


"Aku sangat mencintaimu dan tidak ada gadis manapun yang aku cintai kecuali kamu, istri yang aku cintai dan aku sayangi." Ucap Leo dengan nada tulus sambil menghapus air mata Jovanka.


Grep


"Hiks ... Hiks ... Hiks.." Isak Jovanka sambil memeluk tubuh polos suaminya.


"Sstttttt... Sudah, walau aku belum pernah merasakannya tapi aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini. Tapi aku minta sama kamu yaitu kamu harus kuat dan menatap ke arah depan tanpa memikirkan masa lalu yang tidak penting untuk di ingat. Apalagi ada aku dan keluargaku yang akan selalu melindungi mu dan menyayangi dirimu dengan tulus." Ucap Leo panjang lebar sambil membalas pelukan hangat istrinya.


"Hiks ...Hiks ... Hiks .... Terima kasih." Ucap Jovanka terharu sambil masih terisak.


"Tidak perlu berterima kasih karena kita kan sepasang suami istri jadi sudah sepantasnya saling membantu dan saling mendukung." Ucap Leo.


Jovanka hanya menganggukkan kepalanya dan dalam hatinya sangat bersyukur bisa menikah dengan orang sebaik Leo.


"Sayang." Panggil Leo dengan suara berat.


"Ya." Jawab Jovanka yang tersadar ada yang mengganjal di bagian privasinya.


"Aku ingin lagi." Ucap Leo sambil menatap Jovanka dengan tatapan gabut gairah.


Jovanka hanya menganggukkan kepalanya membuat Leo tersenyum bahagia kemudian Leo menaiki tubuh polos istrinya. Leo kini berada di atas sedangkan istrinya berada di bawah, Leo memberikan pemanasan terlebih dahulu sedangkan Jovanka memegang wortel import milik suaminya lalu membelainya.


"Ahhhhhhh.... Sayang .... Enak banget..." Racau Leo.


Jovanka tersenyum kemudian membalikkan tubuhnya dan kini Jovanka berada di atas sedangkan Leo berada di bawah.


"Apa yang sayang lakukan?" Tanya Leo ketika melihat Jovanka duduk di ke dua paha dekat wortel import nya.


"Ijinkan aku memimpin." Ucap Jovanka sambil mengangkat bokongnya.


Jleb


Selesai mengatakan hal itu Jovanka menyatukan tubuhnya membuat Leo merem melek dengan apa yang dilakukan oleh istrinya. Jovanka menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang sambil memainkan dada bidang suaminya.


"Sayang ... Ahhhhhhh.... enak banget ..." Ucap Leo dengan tubuh menggelinjang merasakan enak sampai ke ubun-ubun.


Jovanka tersenyum bahagia karena bisa membahagiakan suaminya hingga lima belas menit kemudian ke duanya mengeluarkan suara merdunya tanda mereka mendapatkan pelepasan bersamaan keluarnya lahar milik Leo karena Leo merasakan enak luar biasa.


Bruk


"Lelahnya." Ucap Jovanka sambil tubuhnya ambruk di atas tubuh suaminya.


Cup


"Terima kasih Sayang, aku sangat puas dengan apa yang kamu lakukan." Ucap Leo sambil mencium kening istrinya dengan lembut.


"Sama-sama Sayang, aku sangat senang suami tampanku puas dengan apa yang aku lakukan." Ucap Jovanka sambil tersenyum bahagia.


Leo membalas senyuman Jovanka kemudian Jovanka mengangkat tubuhnya namun di tahan oleh suaminya.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Jovanka.


"Biar saja adik kecilku di dalam." Jawab Leo sambil bangun dari ranjang dan duduk tanpa melepaskan wortel import nya.


"Tapi bagian privasiku seperti ada yang mengganjal." Ucap Jovanka.


"Aku tahu tapi adik kecilku sepertinya betah di dalam." Ucap Leo sambil turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.


Jovanka mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya seperti bayi koala dan membiarkan apa yang ingin dilakukan oleh suaminya.


Leo berjalan ke arah shower kemudian memutar kran shower lalu keluarlah air shower namun dikit yang keluar karena Leo sengaja memutarnya hanya sedikit. Leo mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali membuat Jovanka mengeluarkan suara merdunya.


Hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari wortel import milik Leo setelah itu barulah Leo menurunkan Jovanka dan melepaskan wortel import nya.


Leo membalikkan badan Jovanka agar Jovanka membelakangi dirinya kemudian mulai memutar kran agar mereka bisa mandi bersama. Leo memutar shower agar air shower berhenti keluar kemudian mulai menyabuni tubuh Jovanka.


Leo dengan sengaja memainkan dua gunung kembar milik istrinya membuat Jovanka mengeluarkan suara merdunya.


"Sayang, ahhhhhh.. Aku sangat ahhhhhhh ... lelah." Ucap Jovanka sambil sesekali mengeluarkan suara merdunya dan menyandarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya.


Jleb


"Ahhhhhh...." suara merdu Jovanka.


"Sekali lagi sayang." Ucap Leo sambil menyatukan tubuh mereka.


Leo pun mulai menggoyangkan pinggulnya berulang kali hingga dua puluh lima menit kemudian barulah keluar lahar milik Leo dari tombak saktinya.


Leo kembali menyabuni tubuhnya dan berlanjut ke tubuh Jovanka kemudian memutar kran shower hingga tubuh mereka menjadi bersih.


"Sayang gendong ya, badanku sangat lemas."Ucap Jovanka.


"Ok." Jawab Leo singkat sambil menggendong Jovanka seperti bayi koala.


Leo berjalan ke arah tempat lemari pakaian yang ada di dalam kamar mandi kemudian mendudukkan Jovanka di atas lemari yang tidak begitu tinggi.


Leo kembali menggendong Jovanka kemudian membawanya keluar dari kamar mandi. Leo berjalan ke arah ranjang bersamaan terdengar dua suara nyaring membuat mereka tersenyum malu.


Krucuk Krucuk Krucuk


Krucuk Krucuk Krucuk


Perut Leo dan Jovanka berteriak nyaring membuat ke duanya tersenyum kemudian Leo membaringkan tubuh Jovanka ke ranjang dengan perlahan.


"Aku akan mengambil makanan dulu." Ucap Leo sambil berjalan ke arah pintu.


"Tubuh Kak Leo tidak lelah?" Tanya Jovanka sambil berbaring di ranjang.


"Tidak, lelah kenapa?" Tanya Leo sambil menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya.


"Pagi ini kita melakukan hubungan suami istri sebanyak tiga kali. Aku saja sangat lelah seperti tidak bertulang." Jawab Jovanka.


"Justru jika aku melakukan hubungan suami istri dengan istriku membuatku semakin bertambah semangat seperti mendapatkan vitamin." Ucap Leo sambil tersenyum dan menaik turunkan alis matanya.


Jovanka hanya tersenyum kemudian Leo membalikkan badannya dan mengarahkan tangannya ke arah gagang pintu bersamaan terdengar suara...


Tok Tok Tok


Ceklek


Terdengar suara ketukan pintu sebanyak tiga kali membuat Leo membuka pintu kamarnya dan melihat adik kembarnya sedang membawa nampan yang berisi dua piring yang sudah berisi lauk pauk dan dua gelas air mineral.


"Terima kasih Leona, tahu saja kalau Kakak lapar." Ucap Leo sambil memegangi nampan yang dipegang oleh adik kembarnya.


"Ya tahulah." Jawab Leona.

__ADS_1


"Kakak kata Mommy, Kakak jangan seharian olahraga di kasur kasihan Kak Jovanka." Sambung Leona.


"Hehehehe... Bilang sama Mommy habis enak sih." Ucap Leo sambil tertawa terkekeh geli dengan perkataan Mommy nya yang disampaikan ke adik kembarnya.


"Memang olah raga di kasur itu olah raga apa sih Kak?" Tanya Leona penasaran.


Ctak


"Anak kecil tidak boleh tahu." Ucap Leo sambil menyentil kening adik kembarnya.


"Aduh." Ucap Leona sambil mengusap keningnya.


Tanpa punya rasa bersalah setelah menyentil adik kembarnya, Leo membalikkan badannya dan berjalan ke arah meja dekat ranjang untuk meletakkan nampan tersebut.


"Kakak Ipar, Kak Leo nakal masa aku di sentil." Adu Leona.


"Kak Leo." Panggil Jovanka sambil bangun dan duduk di sisi ranjang dengan bersandar di kepala ranjang.


"Hehehehe, maaf." Ucap Leo sambil tersenyum dan mengangkat ke dua jarinya seperti ini ✌️.


"Pffftttttttttt..." Tawa Jovanka dan Leona bersamaan.


Leo ikut tersenyum melihat istri yang dicintainya dan adik yang disayangi tersenyum dan berharap senyuman itu tidak akan pernah hilang.


"Kalau begitu aku tinggal Kak, karena di tunggu sama Mommy dan Daddy." Pamit Leona.


"Ok, terima kasih sudah mengantar makanan untuk kami dan maafkan kami karena telah merepotkan mu." Ucap Jovanka tidak enak hati.


"Sama-sama Kak, selamat makan Kak." Ucap Leona sambil membalikkan badannya dan meninggalkan mereka berdua namun sebelumnya menutup pintu kamar pengantin Kakak kembarnya.


"Sekarang kita makan dulu." Ucap Leo sambil mengambil piring kemudian memberikannya ke istrinya.


"Ok." Jawab istrinya singkat sambil menerima piringnya.


Leo mengambil piring satunya kemudian mereka makan bersama tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikitpun.


Di tempat yang berbeda di mana sekelompok pria berpakaian serba hitam sedang berbicara dengan anak buahnya.


"Kalian berdua menyamar menjadi pelayan dan kamu berdua menyamar menjadi bodyguard milik Tuan Leo. Perhatikan apa yang mereka lakukan sehari-hari hingga bisa tahu waktu di mana kita bisa menyerang mereka." Ucap pria tersebut sambil menunjuk ke empat anak buahnya.


"Baik Tuan." Jawab ke empat pria tersebut serempak.


"Kamu berdua yang bekerja di perusahaan milik orang tuanya Jovanka. Aku sangat yakin kalau Jovanka pasti yang akan menggantikan pekerjaan Ayahnya jadi kamu cari tahu kapan saat Jovanka sendirian dan bisa kita culik." Ucap pria tersebut.


"Baik tuan." Jawab ke dua pria tersebut bersamaan.


"Untuk kalian berempat yang masing-masing bekerja di perusahaan milik Ibu Tirinya Jovanka perhatikan apa ke dua adik iparnya masing-masing bekerja kembali di perusahaan milik mereka yang di rebut diam-diam oleh Ibu Tirinya Jovanka sekaligus adik kandungku." Ucap pria tersebut yang bernama Jono.


Jono adalah Kakak kandung dari Ibu tirinya Jovanka yang bernama Mommy Bela. Dirinya mendapatkan kabar dari anak buahnya kalau Mommy Bela bersama suami dan keponakannya yang bernama Belia di culik ketika pulang dari pernikahan Jovanka dengan Leo.


Anak buahnya tidak berani bertindak karena anak buah Daddy Raka sangat banyak karena itulah Jono ingin membebaskan adik kandungnya bersama putrinya sekaligus ponakannya yang bernama Belia dengan cara menculik Jovanka sebagai sandera.


"Baik Tuan." Jawab mereka berempat.


"Aku ingin Jovanka dan ke dua tantenya di culik bagaimanapun caranya karena Aku ingin rencana ini berjalan dengan lancar dan aku tidak suka yang namanya kegagalan." Ucap pria tersebut dengan nada dingin.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan.


"Sekarang kalian pergilah." Ucap pria tersebut.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan lagi.


Mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan pria tersebut hanya tersenyum menyeringai.


"Adikku sayang, tenanglah aku akan membebaskan mu dan juga membebaskan keponakan yang aku sayang." Ucap pria tersebut.

__ADS_1


"Suamimu aku tidak perduli karena suamimu sudah miskin jadi lebih baik aku membebaskan mu dan juga ponakanku." sambung pria tersebut.


Selesai mengatakan hal itu pria tersebut pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke mansion nya. Pria tersebut sangat berharap agar rencana menculik Jovanka dan ke dua Tante Jovanka berhasil agar dua orang yang disayangi berhasil dibebaskan.


__ADS_2