
"Hanya apa Dok?" Tanya Leo dengan wajah kuatir.
"Anak yang berada di dalam kandungan Nyonya Leo tidak bisa diselamatkan karena pelurunya menembus di dalam rahim di tambah racun yang sangat ganas kemungkinan besar tidak bisa hamil lagi. Selain itu akibat dari racun yang berada di dalam tubuhnya membuat Nyonya Leo menjadi koma dan kecil kemungkinan untuk hidup." Jawab dokter tersebut.
Duarr
Duarr
Seperti di sambar petir itu yang dirasakan oleh Leo, rasa bersalah karena telah menembak Jovanka yang jelas-jelas tidak bersalah di tambah dirinya kehilangan bayi yang belum sempat dilihatnya. Leo sangat terpukul karena Jovanka merelakan dirinya terluka demi menyelamatkan orang tuanya dan juga menyelamatkan dirinya.
Bruk
Membuat tubuh Leo seperti tidak bertulang dan ambruk, Ray dan Rey langsung menahan tubuh Leo agar berdiri. Leo langsung memeluk Ray dan Rey sambil terisak separuh jiwanya seakan hilang tertelan bumi.
Leo tidak memperdulikan dirinya di anggap cengeng karena saat ini dirinya tidak berhenti untuk menyalahkan dirinya sendiri. Hingga tiba-tiba keluar tiga perawat dari ruang operasi ...
"Maaf dokter, Nyonya Leo, Nona Angel dan Nona Angela semakin bertambah kritis sepertinya racun itu menyerang semua sistem syarafnya." Ucap salah satu perawat sambil berjalan.
"Mau kemana?" Tanya dokter tersebut.
"Maaf Dok, saya diperintahkan oleh dokter Anton untuk mengambil Defibrilator." Jawab perawat tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Defibrilator adalah stimulator detak jantung yang menggunakan listrik dengan tegangan tinggi untuk memulihkan korban serangan jantung. Defibrilator eksternal otomatis dapat digunakan dengan cara diimplan atau ditanam dalam tubuh ataupun dapat juga digunakan sebagai alat eksternal biasa.
__ADS_1
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Cepatlah." Ucap dokter tersebut sambil masuk ke dalam ruang operasi.
"Baik dok." Jawab ke tiga perawat tersebut sambil berlari untuk mengambil alat Defibrilator.
Leo, Arsene dan Hero langsung diam membatu ketika mendengar ucapan perawat tersebut membuat ke tiga pria tampan tersebut mengeluarkan air mata penyesalan yang teramat sangat.
"Sebelum Angela kehilangan kesadaran, Angela memberikan ponselnya dan meminta Tuan Leo, Aku dan Hero untuk menonton rekaman suara." Ucap Hero mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.
Hero mencari rekaman video setelah ketemu Hero menekan tombol play sedangkan ke tiga perawat yang membawa tiga Defibrilator masuk ke ruang operasi.
"Kak Leo, beberapa hari ini Aku selalu bermimpi bertemu dengan Ibuku dan Ibuku mengajakku pergi jauh sekali."
"Aku bilang ke Ibuku kalau Aku tidak bisa meninggalkan Kak Leo kecuali Kak Leo memintaku pergi maka Aku akan pergi sejauh mungkin dan Aku hanya bisa mendoakan dari jauh semoga Kak Leo menemukan pengganti ku yang lebih baik."
"Aku sangat bersyukur sebelum Aku pergi jauh, Aku, Tante Angel dan Tante Angela sudah mengubah semua aset milik keluarga Kami atas nama Kak Leo."
"Tolong jaga semua aset peninggalan keluarga Kami dan Kami mohon berikan setengah keuntungan untuk orang yang tidak mampu."
"I Love You Kak Leo, semoga Kak Leo selalu bahagia."
.....
"Kak Hero, terima kasih atas waktu yang Kak Hero berikan padaku. Terima kasih juga karena kehadiran Kak Hero sangat berarti buatku. Baru kali ini Aku merasakan apa itu diperhatikan dan diperdulikan oleh seorang pria."
__ADS_1
"Aku tidak mengucapkan kata-kata yang indah tapi yang pasti kehadiran Kak Hero sangat berarti buatku."
"Jika ada orang yang memintaku untuk memilih siapa yang meninggal duluan, apakah Aku atau Kak Hero maka Aku akan memilih Kak Hero."
"Karena Aku tidak sanggup kehilangan Kak Hero karena itulah lebih baik Aku yang pergi asalkan Kak Hero bahagia.
"I Love You Kak. Semoga calon suamiku dapat menemukan pengganti diriku yang tentunya lebih baik dari Aku."
.....
"Kak Arsene, jujur dulu Aku sempat trauma untuk menjalin hubungan mengingat Kakak pertamaku meninggal karena ulah Kakak ipar begitu pula dengan Kakak ke dua di mana Kakak ipar sangat dingin terhadap Kakakku."
"Aku selalu melihat ke dua kakakku menangis dan menangis di tengah malam hingga ke dua Kakakku meminta untuk berpisah tapi ke dua Kakak ipar ku tidak mengijinkannya malah mengancam akan menyakiti Aku dan Jovanka."
"Hingga Kak Arsene hadir dan Aku berusaha menghilangkan traumaku hingga akhirnya berhasil."
"Aku sangat bersyukur bisa mengenal Kak Arsene terlebih sebentar lagi kita akan menikah dan hidup bahagia."
"Jika suatu saat nanti siapa yang meninggal duluan maka Aku akan memintanya untuk duluan karena Aku tidak bisa hidup tanpamu."
"I Love You Kak Arsene."
Ceklek
Ke tiga pria tampan tersebut mendengar rekaman suara dari orang yang dicintainya membuat mereka tidak berhenti mengeluarkan air matanya hingga pintu ruang operasi terbuka.
__ADS_1
Ke tiga pria tampan tersebut berjalan ke arah pintu operasi di mana dokter tersebut menatap mereka dengan tatapan sedih.
"Maaf, Kami sudah berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan Nyonya Leo, Nona Angel dan Nona Angela tapi Tuhan lebih sayang dengan Mereka." Ucap dokter tersebut dengan suara tercekat.