
"Benar, kami yang berencana melakukan penculikan ini karena itulah kalian harus mati." Ucap Jovanka, Angel dan Angela bersamaan sambil mengarahkan pistol ke arah Leo, Hero dan Arsene.
Mereka sangat terkejut dengan perkataan Jovanka, Angel dan Angela membuat mereka diam-diam mengeluarkan pistolnya hingga beberapa saat terdengar suara.
Dor Dor Dor
Dor Dor Dor
"Akhhhhhhhh..." teriak Jovanka, Angel dan Angela serta ke tiga pria tersebut secara bersamaan.
Jovanka menembak kepala pelayan sedangkan Angel dan Angela menembak dua pria yang merupakan anak buah Alex bersamaan Leo menembak dada Jovanka, Arsene menembak dada Angela sedangkan Hero menembak dada Angel.
Ke tiga pria tampan tersebut dengan tangan gemetar menembak orang yang sangat dicintainya membuat Jovanka, Angel dan Angela tersenyum sambil menahan rasa sakit.
Mereka terpaksa menembak karena Leo mengira Jovanka akan menembak dirinya padahal Jovanka yang awalnya mengarahkan pistol ke arah Leo tiba-tiba Jovanka mengarahkan pistolnya ke arah kepala pelayan yang berada di sampingnya dan langsung menembak keningnya.
Untuk Hero dan Arsene, ke dua pria tampan ini mengira kalau Angel dan Angela ingin menembak orang tua Leo karena itulah mereka terpaksa menembak dada Angel dan Angela. Wanita yang sangat dicintainya dengan setulus hati terlebih sebentar lagi mereka akan menikah.
__ADS_1
Tusk Tusk Tusk
Bersamaan ke tiga pria yang memegang suntikan langsung menyuntik racun ke dalam tubuh Jovanka, Angel dan Angela secara bersamaan.
Daddy Rico memberikan kode untuk menyerang para penjahat hingga terdengar suara tembakan saling bersahutan.
Ke tiga wanita itu biarkan saja mati kehabisan darah sedangkan yang lainnya harus mati!" Perintah Leo dengan nada dingin.
Leo melihat Jovanka, Angel dan Angela memegangi meja agar tubuh mereka tidak ambruk sambil menahan rasa sakit karena terkena luka tembak dan racun sudah mulai bekerja.
'Dadaku sakit sekali, apakah racunnya sudah mulai bekerja?' Tanya Angel dan Angela bersamaan sambil memegangi dadanya yang terasa sesak di tambah peluru yang bersarang di dadanya.
'Aku harus bertahan sampai mereka menyelamatkan Mommy dan Daddy kemudian pergi meninggalkan tempat ini.' Ucap Jovanka yang mulai kepalanya terasa mulai pusing.
'Semoga pengorbanan Kami tidak sia-sia yaitu mereka semuanya selamat.' Ucap Angel sambil melihat ke dua orang tua Leo dibebaskan dan di bawa pergi oleh beberapa anggota keluarga Daddy Raka.
'Maaf, hanya ini yang bisa Kami lakukan.' Ucap Angela sambil menatap ke arah Arsene yang sama sekali tidak melihat dirinya.
__ADS_1
"I Love You." Ucap Jovanka, Angel dan Angela bersamaan dengan nada lirih nyaris tidak terdengar.
Begitu halnya Leo yang tidak menatap sama sekali ke arah Jovanka sedangkan Hero menatap ke arah Angela dengan tatapan penuh kebencian karena Angela lebih jahat daripada istri pertamanya.
Setelah para penjahatnya mati mereka pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa memperdulikan Jovanka, Angel dan Angela.
Ketika Leonard yang sedang di gotong oleh Leo, Ray dan Rey menarik tangan Leo seakan mengatakan untuk berhenti membuat Leo ikut berhenti.
"Ada apa Dad?" Tanya Leo.
Tanpa menjawab Leonard berusaha menggerakkan tangannya untuk mengambil ponsel milik Leo. Leo yang mengerti langsung mengambil ponsel miliknya kemudian diberikan ke Leonard.
Leonard langsung mengetik dengan tangan gemetar setelah selesai Leonard diam tidak mengetik membuat Leo membaca isi pesan tersebut.
"Kepala pelayan bekerja sama dengan suami Angel, Jovanka, Angel dan Angela tidak bersalah."
"Daddy, apakah ini benar?" Tanya Leo dengan suara tercekat dan tubuhnya yang gemetar.
__ADS_1