
Kini mereka berkumpul di ruang kerja milik Leo di mana mereka masing-masing memegang pistol dan masing-masing memakai headset.
"Albert, Adrianus, Leona, Katarina, Abigail, Adara, Adira, Abner, Alvaro dan Agnes." Panggil Daddy Raka.
"Ya Opa." Jawab mereka bersamaan.
"Siap." Jawab Abner, Alvaro dan Agnes bersamaan.
"Kalian sepuluh orang pergi ke lantai empat dengan menggunakan lift. Jika musuh datang tembak mereka dan jangan lupa gunakan teleskop agar kita tahu sampai di mana mereka berada!" Perintah Daddy Raka.
"Baik Opa / Buyut." Jawab mereka bersamaan sambil keluar dari ruangan tersebut.
"Mommy, Sandra, Kasandra, Rani, Adriana, Jovanka, Abigail, Karen Angel dan Angela. Kalian ke lantai dua dan bersembunyi di balik jendela untuk melihat kedatangan musuh lalu tembak mereka." Ucap Daddy Raka.
"Ok, siap." Jawab mereka bersamaan.
"Karen dan Adriana jangan lupa bawa laptopnya dan kabarin kami jika ada musuh masuk ke dalam mansion." Ucap Daddy Raka.
"Ok." Jawab Karen dan Adriana bersamaan kemudian pergi meninggalkan ruangan begitu pula dengan yang lainnya.
"Hero, Arsene dan Arsenal." Panggil Daddy Raka.
__ADS_1
"Ya Tuan." Jawab ke tiga pria tampan tersebut bersamaan.
"Panggil Daddy sama seperti putraku memanggilku dengan sebutan Daddy." Ucap Daddy Raka.
"Baik Dad." Jawab ke tiga pria tampan tersebut.
"Kita berempat ke lantai satu di mana kita bisa menembak mereka ketika mereka datang." ucap Daddy Raka.
"Ok." Jawab ke tiga pria tampan tersebut bersamaan sambil keluar dari ruangan tersebut begitu pula dengan Daddy Raka.
"Semoga berjalan lancar dan musuh bisa dilumpuhkan dengan mudah." Ucap Daddy Raka.
"Amin." Jawab mereka bersamaan.
Hingga lima menit kemudian delapan mobil berhenti tepat di depan luar pintu gerbang di mana para bodyguard bersembunyi menunggu mereka masuk ke dalam mansion.
Salah satu mobil tersebut keluar dari dalam mobil dan delapan pria tersebut melihat sekeliling mansion yang sangat sepi seperti tidak ada penghuninya.
"Kok mansion nya sepi? Apakah mereka melarikan diri?" Tanya salah satu dari mereka.
"Tidak mungkin kalau mereka melarikan diri, lebih baik kita masuk ke dalam mansion dengan cara menabrak gerbang." Jawab temannya.
__ADS_1
"Ok." Jawab mereka bersamaan dan bersiap masuk ke dalam mobil namun tiba-tiba terdengar suara ...
Duar Duar Duar
Duar Duar Duar
Duar Duar Duar
"Akhhhhhhhh..." Teriak beberapa penjahat.
Albert, Adrianus, Abigail, Adara, Adira, Abner, Alvaro dan Agnes yang berada di lantai empat melempar granat yang diperintahkan oleh Albert. Hal itu membuat tiga mobil yang di dekat pagar langsung meledak dan orang-orang yang berada di dalam mobil mati mengenaskan dengan tubuh gosong.
Kini tinggal lima mobil yang berhasil memundurkan mobilnya dan selamat dari ledakan tersebut.
"Si*l, aku akan pakai teleskop agar bisa tahu posisi mereka." Ucap salah satu pria tersebut sambil mengambil teleskop.
Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik Leo di mana Albert, Adrianus, Leona, Katarina, Abigail, Adara, Adira, Abner, Alvaro dan Agnes yang berada di lantai paling atas melihat mereka dengan menggunakan teleskop. Mereka melihat salah satu dari mereka menggunakan teleskop.
"Bersembunyi." Ucap Albert.
Serempak semua penghuni mansion bersembunyi agar tidak ketahuan keberadaan mereka.
__ADS_1
"Si*l, kenapa tidak terlihat?" Tanya pria tersebut dengan wajah kesal sambil berpikir.