
"Lebih baik yang ikut Rico, Leonard, Adrian, Ronald, Marcel, Rey, Ray, Leo dan Kenzo." Ucap Daddy Raka.
"Opa kami tidak ikut?" Tanya Albert dan Adrianus bersamaan.
"Tidak kalian berdua di mansion ini bersama kami karena kita tidak tahu siapa musuh kita sebenarnya." Jawab Daddy Raka.
"Apa yang dikatakan Opa benar, lebih baik kalian di sini temani Opa, Oma, Mommy kalian dan yang lainnya." Ucap dokter Adrian.
"Baik Dad." Jawab Albert dan Adrianus bersamaan.
Rico, Leonard, Adrian, Ronald, Marcel, Rey, Ray, Leo dan Kenzo kemudian mencium punggung tangan orang yang lebih tua namun yang paling pertama Daddy Raka, ke dua Mommy Nicole barulah yang lainnya.
Namun ketika mereka semua keluar dari ruang kerja milik Leo bersamaan mereka mencium aroma masakan yang membuat mereka lapar.
"Kok aku jadi lapar, sebelum perang kita isi bahan bakar dulu." Ucap Leo sambil berjalan ke arah ruang makan.
Mereka semua menggelengkan kepalanya melihat Leo berjalan ke arah ruang makan membuat mereka mengikuti langkah Leo.
"Aku penasaran siapa yang masak." Ucap Adriana Ibunya Leo.
"Daddy juga Mom, apa jangan-jangan menantu kita?" Tanya Leonard.
"Bisa jadi Dad." Jawab Adriana.
Mereka kini sudah sampai di ruang makan dan mata mereka membulat sempurna melihat meja penuh dengan makanan.
"Apakah ada pesta?" Tanya Adriana dengan nada lembut.
"Eh Mommy dan Daddy, kapan datang? Tidak ada pesta Mom, kami masak sebanyak ini berencana mau mengirim ke mansion Oma, Mommy dan Tante." Jawab Jovanka sambil mematikan kompor kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah mereka untuk mengecup punggung tangannya secara bergantian.
__ADS_1
"Sudah satu jam yang lalu." Ucap Adriana.
"Karena semua sudah berkumpul bagaimana kalau kita makan bersama." Ucap Tante Angel.
"Kebetulan banget kami lapar." Ucap mereka bersamaan.
Merekapun duduk bersama dan masing-masing para wanita mengambil makanan untuk pasangannya masing-masing.
Tanpa sadar Angel mengambil makanan untuk Hero begitu pula dengan Angela mengambil makanan untuk Arsene. Hal itu membuat Hero dan Arsene terkejut sekaligus bahagia karena baru kali ini mereka diperhatikan.
"Maaf." Ucap Angel dan Angela bersamaan setelah mereka sadar akan mereka lakukan.
"Tidak apa-apa, santai saja." Jawab Hero dan Arsene bersamaan sambil tersenyum untuk pertama kalinya karena selama ini mereka jarang tersenyum.
Merekapun mulai makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
"Biar kami bertiga yang mencuci piring dan membereskan meja makan." Ucap Tante Angel yang melihat para wanita membereskan meja makan.
"Kami sudah makan jadi kami yang mencuci piring dan membereskan meja makan." Ucap Rani.
"Baik." Jawab mereka bersamaan.
Mereka pun berjalan meninggalkan ruang makan menuju ruang aula. Sambil berjalan mereka memuji masakan Tante Angel, Tante Angela dan Jovanka membuat ke tiga wanita tersebut tersenyum bahagia.
Kini mereka berkumpul di ruang aula karena mereka termasuk keluarga besar.
"Kami ada rencana ingin membebaskan salah satu putri kepala pelayan yang bekerja di mansion Leo jadi untuk yang tidak ikut diharapkan tinggal di sini mengingat kita tidak tahu siapa musuh kita." Ucap Daddy Raka.
"Rico, Leonard, Adrian, Ronald, Marcel, Rey, Ray, Leo dan Kenzo akan berangkat untuk menyelamatkan putri dari kepala pelayan dan yang bisa meretas cctv ataupun yang bisa IT kita berkumpul di ruangan ini sambil masing-masing memegang laptop." Ucap Mommy Nicole.
"Baik." Jawab mereka bersamaan.
__ADS_1
Rico, Leonard, Adrian, Ronald, Marcel, Rey, Ray, Leo dan Kenzo kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan mansion sedangkan Mommy Karen, Leonard, Adriana, Leona, Tante Angel, Tante Angela, Arsene dan Hero masih duduk di ruangan aula sisanya mereka istirahat di kamar masing-masing.
Mommy Karen, Leonard, Adriana, Leona, Tante Angel, Tante Angela, Arsene dan Hero kini masing-masing memegang laptop dan menunggu instruksi Mommy Karen.
"Leonard, Adriana dan Leona coba kamu mengecek cctv di mansion ini. Apakah ada yang mencurigakan atau tidak termasuk di luar sekitar mansion." Ucap Mommy Karen.
"Baik Kak." Jawab Leonard dan Adriana bersamaan.
"Angel dan Hero, tolong retas perusahaan milik Angel apakah ada yang mencurigakan." Ucap Mommy Karen.
"Baik." Jawab Angel dan Hero bersamaan.
"Angela dan Arsene, kalian juga retas cctv di perusahaan milik Angela." Ucap Mommy Karen.
"Baik." Jawab Angela dan Arsene bersamaan.
"Aku akan meretas cctv milik Tuan Jono." Ucap Karen.
Mereka pun mulai mengutak atik laptopnya hingga satu jam kemudian mereka sudah menemukan siapa saja mata-mata yang berada di perusahaan milik Tante Angel, Tante Angela dan Jovanka.
Begitu pula dengan Mommy Karen juga sudah berhasil meretas kediaman Tuan Jono, namun tiba-tiba terdengar suara dari mulut Adriana, Leonard dan Leona.
"Ada delapan mobil menuju ke sini." Ucap Leona yang diperintahkan untuk mengecek cctv yang berada di luar mansion.
"Apa? Biar Mommy meretas cctv yang ada di jalan." Ucap Adriana.
"Kita harus bersiap - siap untuk melawan mereka." Sambung Leonard sambil berdiri.
"Arsene dan Angela katakan pada Oma Nicole dan yang lainnya untuk bersiap melawan para musuh.
"Ok." Jawab Arsene dan Angela bersamaan sambil berdiri dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
"Untuk yang lainnya ikuti aku." Ucap Leonard sambil berjalan ke arah rak buku.
Penyerangan yang tiba-tiba membuat mereka bersiap-siap untuk melawan para musuh yang ingin menyerang mansion milik Leo. Mereka bersyukur keluarga besarnya semuanya bisa bela diri dan saling tolong menolong.