Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
Ada apa Tante?


__ADS_3

Pria itupun membuka kantong ke tiga dan matanya membulat sempurna karena ternyata putri kandungnya sudah menjadi jasad. Pria itupun langsung menutup mata putrinya dengan menggunakan tangan kanannya agar matanya terpejam karena saat ini matanya melotot seperti tidak rela jika dirinya meninggal secara tragis.


"Sayang, maafkan Daddy karena tidak bisa menjaga dirimu dan Mommymu. Daddy janji akan membalaskan kematianmu yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya." Ucap pria tersebut sambil menahan amarahnya.


Pria itupun membawa jasad putrinya untuk dikuburkan secara layak. Pria tersebut berjalan ke arah mobil sambil sesekali mencium kening putri semata wayangnya.


xxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda di mana Hero, Arsene, Angel dan Angela pulang menuju ke mansion milik Leo. Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di mansion di mana Leo dan Jovanka duduk di ruang keluarga menunggu kedatangan mereka.


"Tante, apakah berhasil?" Tanya Jovanka sambil berdiri dan berjalan ke arah Angel.


"Berhasil dong." Jawab Angel dan Angela bersamaan.


"Syukurlah." Jawab Jovanka sambil tersenyum.


"Tante mau mandi dulu." Ucap Angel.


"Sama Aku juga, badanku lengket banget." Sambung Angela.


"Silahkan Tante." Ucap Jovanka.


Angel dan Angela hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah tangga untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


"Jovanka, Kakak ingin bicara dengan Hero dan Arsene di ruang kerja." Ucap Leo.


"Ok." Jawab Jovanka singkat.


Leo mengusap rambut Jovanka kemudian Leo berjalan ke arah ruang kerja dengan diikuti oleh Hero dan Arsene meninggalkan Jovanka sendirian.


Jovanka yang di tinggal sendirian berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan minuman dan cemilan.


'Tumben perasaanku kenapa tidak enak ya? Apa terjadi sesuatu dengan suamiku atau keluarga suamiku?' Tanya Jovanka dalam hati sambil masih berjalan.

__ADS_1


'Jangan sampai hal itu terjadi lebih baik Aku yang terluka dari pada suamiku atau keluarga suamiku yang terluka karena Aku tidak bisa melihat suamiku dan keluarga suamiku terluka karena Aku tidak sanggup melihat orang-orang yang aku sayangi terluka.' Ucap Jovanka dalam hati.


Jovanka menyiapkan minuman dan cemilan untuk diberikan ke Leo, Hero dan Arsene setelah selesai Jovanka membawa nampan kemudian berjalan ke arah ruang kerja.


Tok


Tok


Tok


"Masuk." Jawab Leo singkat.


Ceklek


Jovanka mengetuk pintu sebanyak tiga kali hingg terdengar suara suaminya Jovanka membuka pintu ruang kerja suaminya.


Leo yang melihat istrinya membawa nampan membuat Leo berdiri dari kursi kebesarannya kemudian berjalan ke arah Jovanka.


"Biar Aku yang bawa." Ucap Leo.


"Jadi ngerepotin." Ucap Arsene dan Hero bersamaan ketika melihat Leo membawa nampan.


"Tidak repot kok, silahkan di makan cemilannya dan minumannya." Ucap Jovanka.


"Terima kasih Nyonya Leo." Ucap Hero dan Arsene bersamaan.


"Sama-sama." Jawab Jovanka.


"Oh ya Aku mengucapkan terima kasih banyak sama Kak Hero dan Kak Arsene khususnya suamiku karena telah membantu kami bertiga." Ucap Jovanka dengan tulus.


"Sudah menjadi tugas kami melakukan itu." Ucap Hero dan Arsene bersamaan.


Leo hanya tersenyum sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.

__ADS_1


'Suatu saat nanti Aku akan membalas kebaikan kalian walau nyawaku menjadi taruhan.' Ucap Jovanka dalam hati sambil tersenyum ke arah suaminya.


Jovanka kemudian berpamitan meninggalkan mereka berdua menuju ke kamarnya untuk istirahat.


Dua Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya hubungan Hero dengan Angel berjalan dengan baik bahkan mereka berencana untuk menikah sama seperti Arsene yang juga akan menikah dengan Angela.


Hubungan Leo dengan istrinya semakin harmonis dan tidak pernah ada masalah yang berat terlebih sifat Jovanka yang suka mengalah dan menuruti apapun permintaan suaminya tanpa menolaknya sama sekali.


Hal itu membuat hubungan Leo dengan istrinya berjalan dengan sangat harmonis. Mereka hanya berharap bisa diberikan momongan karena jika ada anak pasti rasanya lebih lengkap.


Kini Jovanka, Angel dan Angela duduk di balkon tempat kamar Angel menikmati udara siang hari. Mereka bertiga mengobrol sambil sesekali mereka tertawa bersama.


"Beberapa hari ini perasaanku kenapa tidak enak ya?" Tanya Jovanka setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Aku pikir Tante saja yang tidak enak tapi ternyata Kamu juga." Ucap Angel.


"Aku juga sama, kenapa ya?" Tanya Angela.


"Entahlah, mungkin hanya perasaan kita saja." Ucap Jovanka.


"Mungkin." Jawab ke dua wanita tersebut.


"Akhirnya Tante Angel dan Tante Angela sebentar lagi akan menikah. Jovanka sangat senang sekali karena ke dua Tanteku yang sangat cantik akan menikah minggu depan." Ucap Jovanka.


"Tante juga tidak menyangka Kak Hero melamar Tante." Ucap Angel.


"Begitu pula dengan diriku." Sambung Angela.


Ting


Tiba-tiba ponsel milik Angel berdering sekali tanda ada pesan masuk. Angel mengambil ponselnya yang berada di meja untuk melihat siapa yang mengirim pesan. Mata Angel membulat sempurna ketika membaca isi pesan tersebut.

__ADS_1


"Ada apa Tante?" Tanya Jovanka dan Angela bersamaan.


__ADS_2