
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan kini usia pernikahan Jovanka dengan Leo sudah satu minggu dan berjalan dengan harmonis. Leo mengambil alih semua perusahaan milik Mommy Bela yang di rebut dengan cara yang sangat licik.
Kini Leo bersama istrinya yang bernama Jovanka ke dua tante Jovanka yang bernama Tante Angel dan Tante Angela bersama orang kepercayaannya yang bernama Arsene serta pengacara duduk di ruang keluarga.
"Aku mengumpulkan istriku, Tante Angel, Tante Angela dan Arsene ingin memberitahukan kalau perusahaan milik Ibu mertuaku, Tante Angel dan Tante Angela yang di rebut secara licik oleh Nyonya Bela sudah berhasil aku ambil alih." Ucap Leo memulai pembicaraan.
"Tante Angel." Panggil Leo sambil mengambil satu dokumen yang ada di meja.
"Ya." Jawab Tante Angel singkat.
"Ini dokumen perusahaan dan aset berharga sudah atas nama Tante Angel dan kini tinggal tanda tangani dan pengacaraku akan mengurus semuanya." Ucap Leo sambil memberikan dokumen tersebut.
"Tapi Tante tidak bisa membayar ini semua." Ucap Tante Angel dengan wajah sedih karena semuanya adalah milik peninggalan dan kenangan terakhir milik orang tuanya dan juga ada yang milik suaminya yang semuanya sudah meninggal.
"Tante tidak perlu membayarnya karena itu semua hak Tante, sedangkan aku hanya membantu." Ucap Leo.
"Terima kasih banyak, Tante hanya bisa mendoakan semoga Nak Leo dan ponakan Tante selalu bahagia dan secepatnya bisa dikaruniai keturunan." Ucap Tante Angel.
"Amin." Jawab mereka bersamaan.
"Untuk Tante Angela ini dokumen perusahaan dan aset berharga sudah atas nama Tante Angela dan kini tinggal tanda tangani dan pengacaraku akan mengurus semuanya." Ucap Leo sambil memberikan dokumen tersebut.
"Sama seperti Tante Angel kalau itu semua hak Tante, sedangkan aku hanya membantu." Sambung Leo.
"Terima kasih banyak, kami tidak akan pernah melupakan kebaikanmu. Semoga kalian berdua selalu bahagia dan cepat dikaruniai keturunan." Ucap Tante Angela dengan tulus.
"Amin." Ucap mereka bersamaan.
"Terakhir untuk istriku, dokumen ini milik Ibumu yang juga Ibu mertuaku. Aku berikan dokumen ini karena mulai besok kamu bisa bekerja di perusahaan milik Ibumu begitu pula dengan Tante Angel dan Tante Angela." Ucap Leo sambil memberikan dokumen tersebut.
"Terima kasih." Jawab Jovanka sambil tersenyum.
'Karena dirimu baik pada kami maka aku akan melakukan apapun untukmu dan juga untuk keluarga besar mu walau nyawaku menjadi taruhannya.' Ucap Tante Angel, Tante Angela dan Jovanka dalam hati.
Leo hanya tersenyum kemudian mereka menandatangani dokumen tersebut hingga beberapa saat Leo mulai berbicara lagi.
"Sekarang perusahaannya sudah milik kalian bertiga dan tidak bisa di rebut lagi oleh orang lain termasuk wanita jahat itu." Ucap Leo.
"Tapi tidak menutup kemungkinan pasti ada beberapa karyawan yang sangat setia dengan Nyonya Bela. Jadi aku minta sementara untuk Arsene membantu di perusahaan milik Tante Angela." Ucap Leo.
"Baik Tuan." Jawab Arsene sambil tersenyum bahagia.
'Aku tahu kalau kamu ada perasaan dengan Tante Angela.' ucap Leo dalam hati.
__ADS_1
'Yes, akhirnya bisa sering ketemu dengan Angela.' Ucap Arsene dalam hati.
"Arsene, apakah ada orang yang bisa di percaya untuk membantu Tante Angel?" Tanya Leo.
"Aku mempunyai sahabat karib namanya Hero, apakah saya boleh merekomendasikannya?" Tanya Arsene.
Hero sebenarnya sudah menikah namun istrinya meninggalkan dirinya karena Hero pria miskin terlebih sudah tiga tahun menikah istrinya belum juga hamil, istrinya menuduh kalau Hero mandul.
Suatu ketika istrinya didapati selingkuh dengan teman kantornya di kamar mereka membuat Hero mengurus perceraian dan pergi meninggalkan rumah.
Hero pergi ke luar negri dan melakukan pekerjaan apapun asalkan halal. Hingga suatu ketika Hero menyelamatkan seorang Kakek tua yang sangat kaya raya namun hidup sebatang kara.
Kakek tua tersebut meminta Hero untuk kuliah dengan dibiayai oleh kakeknya hingga akhirnya Hero lulus kuliah dan diberikan pekerjaan.
Kerja keras Hero membuahkan hasil hingga Hero diberikan kepercayaan untuk mengurus perusahaan. Tiga tahun kemudian Kakek tua tersebut menghembuskan nafas terakhirnya dan menyerahkan semua harta miliknya untuk Hero.
Sejak saat itu Hero menjadi pria kaya raya dan banyak gadis dan wanita yang mengejar dirinya namun Hero menutup hatinya dengan rapat karena dirinya tidak ingin terluka untuk ke dua kalinya.
"Boleh saja." Jawab Leo.
'Semoga saja Tante Angel dan Hero bisa berjodoh.' Ucap Leo dan Arsene bersamaan dalam hati.
Orang tua Angel mempunyai tiga anak yang pertama ibunya Jovanka, ke dua Tante Angel dan yang ke tiga Tante Angela. Orang tua mereka bertiga memberikan warisan yang sama rata termasuk perusahaan yang masing-masing di kelola oleh Ibunya Jovanka, Tante Angel dan Tante Angela.
Ibunya Jovanka meninggal di usia tiga puluh tiga tahun karena serangan jantung ketika mendapati suaminya tidur bersama sekretarisnya di kamar yang selama ini mereka gunakan untuk tidur bersama sekaligus melakukan hubungan suami istri.
Ibunya Jovanka sebenarnya bisa diselamatkan jika saja saat itu suaminya membawanya ke rumah sakit namun suami dan sahabatnya dengan sengaja membiarkan Ibunya Jovanka kejang-kejang.
Mereka malah sengaja melakukan hubungan suami istri di depan Ibunya Jovanka hingga beberapa saat mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri bersamaan Ibunya Jovanka menghembuskan nafas terakhirnya.
Sedangkan untuk Tante Angel, Tante Angel menikah dengan seorang duda beranak satu walau begitu Tante Angel sangat menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri.
Selama menikah suaminya tidak pernah menyentuh dirinya dengan alasan suaminya lelah habis pulang bekerja.
Tante Angel tentu saja sangat kecewa dengan suaminya membuat Tante Angel menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Di mana dirinya mengurus perusahaan peninggalan orang tuanya.
Hingga suatu ketika Ibunya Jovanka meninggal dunia bersamaan semua harta milik Ibunya Jovanka dan ke dua adiknya Tante Angel dan Tante Angela di rebut dengan cara yang sangat licik oleh Ayahnya Jovanka di bantu oleh istrinya sekaligus Ibu tirinya Jovanka.
Bukan itu saja harta dan perusahaan milik suaminya Tante Angel juga di rebut hingga akhirnya suaminya terkena serangan jantung dan meninggal di perusahaan miliknya yang sudah berhasil di rebut oleh Mommy Bela.
Semenjak suaminya meninggal hubungannya dengan anak tirinya sempat tidak baik namun dengan penuh kesabaran Tante Angel berusaha membujuk anak tirinya hingga akhirnya anak tirinya bersikap baik pada dirinya.
Sepeninggal suaminya, Tante Angel menutup hatinya untuk pria lain. Hal itu dikarenakan dirinya takut untuk terluka untuk ke dua kalinya.
__ADS_1
"Kalau begitu hubungi Hero." Ucap Leo.
"Baik Tuan." Jawab Arsene patuh sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.
"Maaf, aku tidak ingin merepotkan Nak Leo karena bagiku sudah cukup perusahaan peninggalan orang tuaku berhasil di rebut kembali dari tangan wanita ular itu." Ucap Tante Angel.
"Tante, aku sudah menganggap Tante Angel dan Tante Angela adalah keluargaku. Jadi aku ingin sebagai ponakan melindungi Tante Angel dan Tante Angela dari tangan orang jahat." Ucap Leo.
"Jadi aku tidak pernah merasa repot melakukan ini semua. Jadi Leo harap agar Tante jangan pernah merasa tidak enak hati ataupun semacamnya karena kita semua adalah keluarga." Sambung Leo.
"Terima kasih sudah menganggap kami sebagai bagian dari keluargamu begitupula dengan kami." Ucap Tante Angel.
"Sama-sama." Jawab Leo.
"Sekarang hubungi Hero!" Perintah Leo.
"Baik Tuan." Jawab Arsene.
Arsene menghubungi Hero dan kebetulan Hero mau membantunya selama satu minggu karena Hero sangat sibuk dengan pekerjaannya. Setelah selesai Arsene menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.
"Bagaimana Arsene?" Tanya Leo.
"Sahabat karib saya bersedia Tuan tapi hanya seminggu." Jawab Arsene.
"Baiklah dan semoga saja apa yang aku kuatir kan tidak terjadi." Ucap Leo yang merasakan kalau ada musuh yang akan menyerang istri dan ke dua tantenya Jovanka.
"Amin." Jawab mereka.
"Maaf Tuan - Tuan saya pamit." Ucap notaris tersebut yang sejak tadi terdiam.
"Baik." Jawab Leo singkat.
"Terima kasih banyak atas bantuannya." Ucap Jovanka dan ke dua tante Jovanka yang bernama Tante Angel dan Tante Angela bersamaan.
"Sama - sama Nyonya Jovanka, Nyonya Angel dan Nona Angela. Sudah menjadi tugas saya untuk mengurus ini semua dan semoga semuanya berjalan dengan lancar." Ucap pengacara tersebut.
"Amin." Jawab Jovanka, Tante Angel dan Tante Angela bersamaan.
Notaris itupun pergi meninggalkan mansion milik Leo namun baru dua belas langkah menuju pintu utama mata elangnya melihat seseorang sedang mendengarkan pembicaraan mereka.
Notaris berjalan ke arah pria tersebut yang memakai pakaian pelayan sambil mengeluarkan pistol.
"SIAPA YANG MENYURUHMU!" Teriak notaris tersebut sambil mengarahkan pistol ke arah pistol tersebut.
__ADS_1