
"Lebih baik tidak angkat saja, tapi kalau tidak di angkat pasti Kak Leo telepon terus. Terus telepon mansion dan ujung-ujungnya Kak Leo curiga." Ucap Jovanka yang merasa bimbang angkat atau tidak.
"Lebih baik tidak usah di angkat takutnya musuhnya tahu dan bisa mencelakai ke dua mertuamu." Ucap Angela.
"Lebih baik angkat saja dan berikan pesan terakhir untuk orang yang Kita cintai. Aku mengatakan ini karena ..." Ucap Angel menggantungkan kalimatnya.
Jovanka dan Angela mengerti kalimat selanjutnya membuat mereka menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menekan tombol warna hijau.
Komunikasi Jovanka dengan Leo
("Hallo Sayang." Panggil Jovanka berusaha bersikap biasa-biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu).
("Ada di mana?" Tanya Leo dengan nada kuatir).
("Lagi di jalan sama Tante Angel dan Tante Angela, memang ada apa Sayang?" Tanya Jovanka balik bertanya).
("Mommy dan Daddy diculik, Kami lagi berusaha untuk menemukannya jadi lebih baik kalian pulang." Jawab Leo).
Ting
Tiba-tiba ponsel Angel berdering kemudian membaca isi pesan tersebut kemudian diberikan ke Jovanka. Jovanka membaca pesan tersebut dan matanya membulat sempurna.
"Jangan coba-coba memberitahukan ke suamimu jika sampai berani maka ke dua orang tuanya sekaligus mertuamu akan mati."
("Apa? Siapa yang menculik Mommy dan Daddy?" Tanya Jovanka tanpa menjawab permintaan suaminya untuk segera pulang sambil menahan amarahnya terhadap para penculik).
'Maafkan Aku, Aku tidak mungkin mengatakannya karena Aku tidak ingin orang tuamu terluka.' Sambung Jovanka dalam hati.
("Kakak juga tidak tahu, secepatnya Kamu dan ke dua Tantemu pulang." Ucap Leo).
("Kalau urusan kami sudah selesai Kami akan pulang." Jawab Jovanka).
__ADS_1
("Urusan apa?" Tanya Leo penasaran).
("Urusan perusahaan, sebentar lagi Kami sampai kantor." Jawab Jovanka berbohong untuk pertama kalinya).
("Baiklah, hati-hati di jalan." Ucap Leo).
("Terima kasih Sayang, pesanku jaga dirimu baik-baik, jaga kesehatan dan jangan terlambat makan." Ucap Jovanka dengan mata berkaca-kaca).
("Kamu bicara seperti orang yang akan pergi jauh, apa ada masalah?" Tanya Leo dengan nada curiga).
("Tidak ada apa-apa, I Love You So Much." Jawab Jovanka).
("Aku juga sangat mencintaimu." Ucap Leo).
Tut Tut Tut
Jovanka memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian menangis membuat ke dua tangan tantenya memegang tangan kanan dan kiri Jovanka untuk memberikan kekuatan.
"Apa yang dikatakan Kak Angela memang benar, mereka sangat baik sama keluarga kita apalagi keluarga mereka sudah membalaskan kejahatan orang-orang yang menyakiti Kakak pertama Kita dan juga ponakan kita yaitu Jovanka." Sambung Angel.
Jovanka hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama ponsel milik Angela berdering dan Angela melihat di layar ponselnya kalau Arsene menghubungi dirinya.
Komunikasi Angela dengan Arsene
("Hallo Sayang." Panggil Angela berusaha bersikap biasa-biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu).
("Kata Tuan Leo, kalian bertiga pergi ke perusahaan?" Tanya Arsene).
("Iya Kak, ada apa?" Tanya Angela).
("Kalian bertiga pulanglah." Ucap Arsene).
__ADS_1
("Kalau urusan sudah selesai Kami akan pulang." Jawab Angela).
Angela mendengar suara hembusan nafas berat membuat Angela ikut menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
("Kak Arsene, jika seandainya Aku lebih dulu pergi dan tidak mungkin bisa kembali maka Aku minta Kak Arsene mencari wanita yang lebih baik dariku." Ucap Angela).
("Kenapa Kamu bicara seperti itu?" Tanya Arsene yang tidak suka dengan perkataan Angela).
("Hidup dan mati seseorang tidak ada yang tahu, jadi Aku mohon turutilah permintaan terakhirku." Jawab Angela).
Tut Tut Tut
Tanpa menunggu jawaban Angela memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak karena mobil mereka berhenti di gudang tua di pinggir hutan. Tidak berapa lama ponsel milik Angel berdering sekali tanda ada pesan masuk dan Angel membuka isi pesan tersebut.
"Sebentar lagi Tuan Hero akan menghubungi dirimu dan katakan kalau kalian sebenarnya pergi ke gudang tua di pinggir hutan untuk menyelamatkan orang tua Tuan Leo. Kalian juga harus meminta ke mereka untuk menjemput orang tua Tuan Leo."
Angel memperlihatkan ponselnya ke arah Angela kemudian ke Jovanka dan ketika mereka sudah membaca isi pesan tersebut Jovanka dan Angela hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengikuti perintah orang tersebut.
Tidak berapa lama ponselnya berdering membuat Angel melihat di layar ponselnya kalau Hero menghubungi dirinya. Angel pun menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya di telinganya.
("Kak Hero, sebenarnya kami pergi ke gudang tua di pinggir hutan untuk menyelamatkan orang tua Leo dan Kami pinta untuk menjemput orang tua Leo." Ucap Angel tanpa basa basi).
("Apa maksudmu?" Tanya Hero dengan nada terkejut).
("Aku mohon lakukan apa yang Aku katakan, jaga diri Kak Hero dan semuanya. I Love You." Jawab Angel).
Tut Tut Tut Tut
Tanpa menunggu jawaban Angel memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian mereka keluar dari mobil dan berjalan ke arah gudang tua di pinggir hutan.
"Semoga kita semua selamat, walau harapannya sangat tipis." Ucap Angel.
__ADS_1
"Semoga saja." Ucap Angela dan Jovanka penuh harap.