Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
Baik-baik Sajakan?


__ADS_3

"Kenapa mereka batuk mengeluarkan darah berwarna hitam pekat?" Tanya Leo, Arsene dan Hero bersamaan dengan wajah sangat terkejut.


"Karena racun di dalam tubuhnya sebagian sudah keluar." Jawab Dewi Arumi.


"Bisakah kalian memegang tubuhnya agar mereka duduk dan saling berhadapan?" Tanya Dewi Arumi.


"Tentu saja bisa." Jawab Ke tiga pria tampan tersebut bersamaan.


Leo menarik perlahan tubuh Jovanka begitu pula dengan Hero menarik perlahan tubuh Angel dan Arsene yang juga menarik perlahan tubuh Angela agar duduk.


"Apapun yang terjadi tahan tubuhnya jangan sampai jatuh." Ucap Dewi Arumi.


"Baik." Jawab ke tiga pria tampan tersebut.


Dewi Arumi duduk bersila kemudian mengarahkan ke dua tangannya ke arah punggung Brigita. Begitu pula dengan Axel dan Axela yang juga duduk bersila. Axel mengarahkan ke dua tangannya ke arah Angel sedangkan Axela mengarahkan ke dua tangannya ke arah Angela.


Dewi Arumi, Axel dan Axela masing-masing memejamkan matanya kemudian mengeluarkan tenaga dalamnya hingga beberapa saat kemudian....


"Uhuk ... Uhuk .... Uhuk ..."


"Uhuk ... Uhuk .... Uhuk ..."


"Uhuk ... Uhuk .... Uhuk ..."


Jovanka, Angel dan Angela kembali batuk dan mengeluarkan darah segar namun berwarna hitam pekat.


"Jangan di sentuh darahnya karena itu sangat berbahaya." Ucap Dewi Arumi sambil membuka matanya begitu pula dengan Axel dan Axela.


"Baik." Jawab ke tiga pria tampan tersebut secara bersamaan.


Dewi Arumi, Axel dan Axela turun dari ranjang kemudian masing - masing mengeluarkan botol kemudian membuka botol tersebut lalu meminumnya.


"Sekarang letakkan perlahan tubuh mereka lalu minumlah obat ini." Ucap Dewi Arumi, Axel dan Axela bersamaan sambil masing-masing kembali mengeluarkan botol dari dalam tas.


Ketiga pria tampan tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian meletakkan perlahan tubuh orang yang dicintainya kemudian menerima botol tersebut dan meminumnya tanpa banyak bertanya karena mereka percaya kalau Dewi Arumi, Axel dan Axela tidak mungkin mencelakai mereka.


"Wajah dan tubuhnya banyak mengeluarkan darah segar berwarna hitam pekat. Bagaimana cara membersihkannya? Sedangkan Kami tidak boleh menyentuh darahnya." Ucap Leo.

__ADS_1


"Gunakan kain lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam lalu di bakar tapi ingat jangan sampai terkena tangan ataupun tubuh kalian." Jawab Dewi Arumi.


"Kami membawa kain bersih dan kantong plastik hitam." Sambung Axel.


"Baik." Jawab ke tiga pria tampan tersebut.


Ke tiga pria tampan tersebut melakukan apa yang diperintahkan oleh Dewi Arumi setelah bersih kain yang sudah terkena noda darah hitam dimasukkan ke dalam kantong plastik berwarna hitam.


"Sebentar lagi mereka sadar dan bisa dipindahkan ke ruang perawatan." Ucap Dewi Arumi sambil meninggalkan ruangan tersebut begitu pula dengan ke dua anak kembar nya yang bernama Axel dan Axela.


"Terima kasih atas bantuannya." Ucap ke tiga pria tampan tersebut.


"Sesama manusia harus saling membantu." Ucap Dewi Arumi sambil menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya begitu pula dengan ke dua anak kembarnya.


"Maaf, berapa harga yang harus kami bayar?" Tanya Leo.


"Kami tidak meminta bayaran." Jawab Dewi Arumi.


"Bagaimana Kami membalas kebaikan kalian bertiga?" Tanya Leo, Hero dan Arsene bersamaan.


"Jika ingin membalas kebaikan Kami maka cukup berbuat baiklah terhadap orang yang membutuhkan." Jawab Dewi Arumi.


Kini Jovanka, Angel dan Angela sudah berada di ruang perawatan di mana para dokter dan beberapa perawat di mana yang mengurus operasi sangat terkejut karena Jovanka, Angel dan Angela masih hidup.


Perlahan Jovanka membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya sedang duduk sambil memegang tangannya.


"Aku di mana?" Tanya Jovanka dengan nada lirih.


"Kamu ada di rumah sakit, apa ada yang sakit?" Tanya Leo dengan wajah kuatir.


"Tidak ada, Aku sangat haus." Jawab Jovanka.


Tanpa menjawab Leo mengambil gelas yang berisi air mineral kemudian diberikan ke Jovanka dengan menggunakan sedotan.


Jovanka meminum air mineral hingga menyisakan setengah gelas kemudian Leo meletakkan kembali gelas tersebut di meja dekat ranjang.


Grep

__ADS_1


Leo menggenggam tangan Jovanka yang tidak ada infusnya sambil menatap wajah pucat Jovanka dengan tatapan sendu dan tampak jelas wajah penyesalan Leo.


"Maafkan Aku karena tadi Aku mengira kalau ..." Ucapan Leo terpotong oleh Jovanka.


"Lupakan apa yang telah terjadi, bagaimana keadaan Mommy dan Daddy? Mereka baik-baik sajakan?" Tanya Jovanka.


"Baik-baik saja dan sekarang berada di ruang perawatan yang berada di ruang sebelah ruangan kita." Jawab Leo.


"Kenapa Kamu mau memaafkan Aku? Aku sangat jahat menembak dirimu." Ucap Leo.


"Manusia pasti pernah melakukan kesalahan jadi Aku minta jangan merasa bersalah." Jawab Jovanka.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Leo penasaran.


Jovanka menceritakan apa yang telah terjadi sedangkan Leo mendengarkan cerita Jovanka tanpa banyak bertanya.


"Jadi itulah yang terjadi." Ucap Jovanka mengakhiri ceritanya.


"Jadi Rina menyukai diriku dan Tante Angel melarangnya hingga akhirnya Rina meninggal dan Alex suami dari Tante Angel menuduh Tante Angel yang membunuh Rina?" Tanya Leo.


" Tepat sekali." Jawab Jovanka membenarkan perkataan Leo.


"Sedangkan Bela yang merupakan anak dari kepala pelayan menyukai Hero sedangkan Hero menyukai Angel hingga Kepala pelayan mengira kalau Tante Angel yang membunuh Bela." Ucap Leo.


"Ya." Jawab Jovanka singkat.


Leo hanya menganggukkan kepalanya hingga dirinya menyentuh perut rata milik Jovanka membuat Jovanka bingung.


"Untunglah anak kita selamat, maafkan Daddy ya anak-anak Daddy." Ucap Leo sambil masih membelai perut istrinya.


"Aku hamil anak kembar?" Tanya Jovanka dengan wajah terkejut.


"Kalau hamil memang benar tapi kalau kembar, Aku hanya menebak kalau anak kita kembar." Jawab Leo.


Jovanka tersenyum mendengar ucapan Leo kemudian ikut membelai perutnya yang masih rata.


Ceklek

__ADS_1


Tiba-tiba pintu ruang perawatan terbuka dengan lebar membuat Leo dan Jovanka menatap ke arah pintu di mana keluarga besar Leo datang termasuk orang tua Leo yang di dorong oleh kursi roda.


"Mommy dan Daddy, baik-baik saja kan?" Tanya Jovanka dengan wajah kuatir.


__ADS_2