Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
Racun


__ADS_3

"Tentu saja karena dulu Alvonso adalah teman kampus sekaligus teman bisnis. Kami sampai sekarang masih berkomunikasi karena itulah ketika Leonard mengatakan kalau Jovanka, Angel, Angela dan juga ke dua orang tuamu terkena racun, Opa langsung ingat kalau anggota keluarganya bisa memberikan obat penawar racun." Ucap Daddy Raka menjelaskan.


"Daddy dan Mommy juga terkena racun?" Tanya Leo dengan wajah terkejut sekaligus menahan amarahnya.


"Iya karena itulah ke dua orang tuamu tidak bisa berbicara agar rencana mereka berjalan dengan mulus." Jawab Daddy Raka menjelaskan.


"Memang rencana mereka apa, Kakek Buyut? tanya Leo.


"Mereka menculik orang tuamu lalu menghubungi Angel agar datang bersama Jovanka dan Angela. Mereka mengancam akan membunuh orang tuamu jika Jovanka, Angel dan Angela tidak meminum racun." Jawab Daddy Raka.


"Lalu Jovanka, Angel dan Angela meminum racun, betulkan Kakek Buyut?" Tanya Leo.


"Betul sekali." Jawab Daddy Raka.


"Tapi kenapa mereka tidak bilang ke kami?" Tanya Leo dengan wajah kecewa begitu pula dengan Hero dan Arsene terhadap Jovanka, Angel dan Angela.


"Seandainya saja bilang, Aku tidak akan menembak Jovanka begitu pula dengan Hero dan Arsene yang menembak Angel dan Angela." Ucap Leo dan dianggukkan oleh Hero dan Arsene.


"Jovanka, Angel dan Angela terpaksa tidak mengatakannya karena mereka di ancam." Jawab Daddy Raka.


"Di ancam?" Tanya Leo, Arsene dan Hero bersamaan dengan wajah terkejut.

__ADS_1


"Betul di ancam di mana Jovanka, Angel dan Angela di suruh menembak kalian bertiga jika tidak maka orangtuamu akan di bunuh sekaligus Jovanka, Angel dan Angela akan di suntik yang berisi racun." Jawab Daddy Raka.


"Jovanka, Angel dan Angela menembak kepala pelayan dan ke dua penjahat namun Kalian mengira mereka bertiga akan menembak kalian dan juga menembak orang tuamu." Sambung Daddy Raka.


Leo, Arsene dan Hero mengusap wajahnya dengan kasar karena mereka merasa bersalah terhadap Jovanka, Angel dan Angela yang merelakan dirinya di tuduh jahat dan tersenyum ketika ke tiga pria tampan tersebut menembak Jovanka, Angel dan Angela.


"Janinnya bisa diselamatkan begitu pula dengan Jovanka." Ucap Dewi Arumi sambil membuka tasnya kemudian mengeluarkan botol berisi obat.


"Angel / Angela juga bisa diselamatkan." Sambung Axel dan Axela bersamaan yang juga membuka tasnya kemudian mengeluarkan botol berisi obat.


"Syukurlah." Ucap mereka bersamaan.


"Maksudnya dari mulutku ke mulut Jovanka agar obatnya masuk ke dalam tubuh?" Tanya Leo memperjelas ucapan mereka.


"Betul sekali." Jawab Dewi Arumi.


"Kalau begitu Kakek Buyut keluar dulu." Ucap Daddy Raka.


"Aku juga." Sambung Alex.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya kemudian Daddy Raka dan Alex keluar dari ruangan tersebut sedangkan ke tiga pria tampan melakukan apa yang diperintahkan oleh Dewi Arumi, Axel dan Axela.

__ADS_1


Setelah selesai ke tiga pria tampan tersebut meletakkan perlahan tubuh wanita yang sangat dicintainya.


"Sekarang minggirlah biarkan Kami mentotok tubuhnya agar racun di dalam tubuhnya hilang." Ucap Dewi Arumi.


"Baik." Jawab Leo, Arsene dan Hero bersamaan.


Ke tiga pria tampan itu pun menyingkir kemudian Dewi Arumi, Axel dan Axela berjalan ke arah Jovanka, Angel dan Angela.


Dewi Arumi, Axel dan Axela masing-masing menyatukan ke dua tangannya setelah beberapa saat mereka mulai mentotok tubuh Jovanka, Angel dan Angela. Hingga satu menit kemudian ....


"Uhuk ... Uhuk .... Uhuk ..."


"Uhuk ... Uhuk .... Uhuk ..."


"Uhuk ... Uhuk .... Uhuk ..."


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2