
"Tunggu dulu, darimana Kak Alex kenal Tuan Leo, Tuan Hero dan Tuan Arsene? Dari mana Kak Alex bisa menyimpulkan kalau Tuan Leo, Tuan Hero dan Tuan Arsene yang membunuh Rina, Bela dan Lisa?" Tanya Angel penasaran begitu pula dengan Angela, Jovanka dan ke dua orang tua Leo.
"Karena sebentar lagi Kalian akan mati maka Aku akan memberitahukan sama kalian satu rahasia kalau kepala pelayan yang bekerja di mansion milik Tuan Leo bekerja sama denganku. Jadi Aku tahu apa yang kalian lakukan dan apa yang dilakukan oleh Tuan Leo beserta keluarganya." Jawab Alex.
"Bagaimana mungkin, kepala pelayan menjadi pengkhianat?" Tanya Jovanka tidak percaya begitu pula dengan ke dua orang tua Leo, Angel dan Angela.
"Karena putrinya Bela di bunuh oleh kalian dan juga Tuan Hero serta Tuan Arsene membuatnya bekerja sama denganku." Jawab Alex sambil tersenyum menyeringai.
"Berikan mereka pistol!" Perintah Alex.
"Baik Tuan." Jawab anak buahnya.
Ketika mereka diberikan pistol, Jovanka membalikkan badannya dan menatap ke arah Angel dan Angela sambil memegangi tangan ke dua Tantenya.
"Tante, kepalaku pusing sekali dan perutku mual." Ucap Jovanka sambil memberikan kode.
Angel dan Angela yang mengerti langsung berpura-pura mengikuti sandiwara Jovanka.
"Apa jangan-jangan Kamu hamil?" Tanya Angel dan Angela bersamaan sambil memeluk Jovanka.
"Sepertinya begitu Tante karena bulan ini Aku terlambat datang bulan." Jawab Jovanka sambil membalas pelukan ke dua Tantenya.
__ADS_1
'Jika mereka datang Aku akan tembak kepala pelayan sedangkan Tante Angel dan Tante Angela tembak dua bodyguard yang berada di sebelah orang tua Kak Alex.' Sambung Jovanka dengan suara berbisik agar mereka tidak mendengarnya.
"Apa? Kak Alex tolong bebaskan keponakanku." Mohon Angel.
"Ponakan Kami sedang hamil, tolong bebaskan ponakan Kami. Biarkan Kami yang menjadi sandera Kak Alex." Mohon Angela.
Angel dan Angela sengaja ingin mengulur waktu agar bantuan segera datang.
"Aku tidak perduli jika ponakan Kalian hamil malah bagus jika ponakan Kalian membunuh Ayahnya." Ucap Alex.
"Apa? Aku harus membunuh suamiku? Tidak akan karena Aku sangat mencintai suamiku." Ucap Jovanka.
"Jika Kamu tidak membunuhnya maka Kamu, bayimu dan ke dua orang tuanya mati. Jadi kamu harus memilihnya Tuan Leo mati atau kalian semua yang ada di sini mati." Ucap Alex dengan nada mengancam.
"Bukankah Kami sudah di beri racun kenapa diberikan suntikan racun?" Tanya Jovanka.
"Kak Alex, Adikku Angela dan ponakanku Jovanka tidak bersalah apalagi sekarang ponakanku lagi hamil. Jadi Aku mohon tolong bebaskan mereka dan biarkan mereka tetap hidup. Kak Alex bisa melakukan apapun terhadapku termasuk mengambil nyawaku asalkan keponakanku, Angela dan ke dua orang tua Leo dibebaskan." Pinta Angel yang tidak ingin orang-orang yang disayanginya meninggal di depan matanya.
"Tidak, lebih baik bebaskanlah mereka dan hukumlah Aku." ucap Angel dan Jovanka bersamaan.
"Ckckck... Sayangnya Aku menginginkan nyawa kalian semuanya agar suatu saat nanti tidak menjadi batu sandunganku." Ucap Alex.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak menyangka bisa menikah dengan seorang pria psikopat." Ucap Angel.
"Pffftttttttttt... baru tahu ya?" Tanya Alex tanpa dosa.
"Oh ya racun pertama bisa membunuhmu dua puluh empat jam dan jika ditambahkan suntikan ke dua menjadi dua belas jam." Sambung Alex.
Ketika Jovanka ingin berbicara bersamaan seseorang datang dengan langkah terburu-buru menuju ke arah Alex.
"Maaf Tuan, mereka sudah datang." Ucap salah satu anak buahnya.
"Baik, kalian bertiga berdiri di belakang ke tiga wanita ini. Suntik mereka bertiga jika tidak menembak Tuan Leo, Tuan Hero dan Tuan Arsene!" Perintah Alex.
"Baik Tuan." Jawab ke tiga anak buahnya.
"Untuk kalian, katakan kalau Kalian yang menculik orang tua Tuan Leo." Ucap Alex sambil berjalan meninggalkan mereka.
Brak
Ketika Alex pergi bersamaan pintu tersebut di dobrak paksa oleh dua orang siapa lagi kalau bukan anak buah Daddy Rico dan Leo. Mereka sangat terkejut melihat orang tua Leo duduk di kursi dengan kondisi ke dua kaki dan ke dua tangannya di ikat di tambah wajah Leonard yang lebam-lebam.
Leonard dan Adriana ingin berbicara tapi tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun. Karena itulah sejak tadi mereka berdua ingin berbicara tapi tidak bisa dikeluarkan.
__ADS_1
Mereka lebih terkejut lagi melihat Jovanka, Angel dan Angela ada di tempat itu di tambah mereka mengarahkan pistol ke arah Leo, Arsene dan Hero.
"Apa yang kalian lakukan di sini? Apa Kalian bertiga berencana melakukan penculikan ini? Kenapa menculik orang tuaku?" Tanya Leo beruntun yang tidak percaya istri dan ke dua Tantenya Jovanka tega melakukan hal ini.