Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
I Love You 2


__ADS_3

Leonard hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah.


"Kenzo tolong gantikan Aku angkat Daddy." Pinta Leo.


"Ok." Jawab Kenzo.


Kenzo langsung menggantikan Leo untuk menggotong Leonard sedangkan Leo berjalan ke arah Hero dan Arsene yang jaraknya tidak begitu jauh.


"Arsene, Hero kita selamatkan Jovanka, Tante Angel dan Tante Angela." Ucap Leo dengan suara tercekat.


Selesai mengatakan hal itu Leo membalikkan badannya dan berjalan ke arah gudang tua diikuti oleh Hero dan Arsene.


"Ada apa?" Tanya Hero dan Arsene bersamaan.


"Mereka tidak bersalah, dalang dari semua ini adalah suaminya Angel dan Kepala pelayan." Jawab Leo.


"Apa? Bukankah suaminya Angel sudah meninggal?" Tanya Hero dan Arsene bersamaan.


"Tapi itulah yang terjadi, barusan Daddy mengatakannya dengan cara mengetik ponselku." Jawab Leo.


Ke tiga pria tampan tersebut masuk ke dalam gudang tua dan melihat Jovanka, Angel dan Angela batuk-batuk. Ketiga pria tampan tersebut membulat sempurna karena darah yang dikeluarkan berwarna hitam.


"Jovanka / Angel / Angela!" teriak Leo, Hero dan Arsene bersamaan sambil berjalan dengan langkah lebar ke arah orang yang dicintainya.

__ADS_1


Jovanka, Angel dan Angela yang sedang menunduk berusaha menghapus darah yang berwarna hitam dengan kasar kemudian menatap ke orang yang sangat dicintainya sambil tersenyum.


"Ada apa? Apakah hukuman untuk Kami masih kurang?" Tanya Jovanka sambil tersenyum tapi terlihat jelas matanya berkaca-kaca.


Dirinya sama sekali tidak marah dengan Leo karena Leo tidak tahu apa yang telah terjadi begitu pula dengan Angel dan Angela tidak akan marah dengan Hero dan Arsene.


Ketika Leo, Hero dan Arsene bersiap ingin menggendong orang yang dicintainya bersamaan Jovanka, Angel dan Angela tanpa sengaja melihat Alex dan ke dua anak buahnya mengarahkan pistolnya ke arah orang yang dicintainya.


Bruk Bruk Bruk


Dengan kekuatan yang masih tersisa, Jovanka, Angel dan Angela mendorong tubuh ke tiga pria tersebut. Hingga ke tiga pria tampan tersebut yang belum ada persiapan terjatuh bersamaan.


Dor Dor Dor


"Akhhhhhhhh..." Teriak Jovanka, Angel dan Angela bersamaan.


Bruk Bruk Bruk


"Jovanka / Angel / Angela!" teriak Leo, Hero dan Arsene bersamaan sambil mengeluarkan pistolnya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah sumber suara letusan pistol.


Dor Dor Dor


"Akhhhhhhhh..." Teriak Alex dan ke dua anak buahnya secara bersamaan.

__ADS_1


Bruk Bruk Bruk


Leo, Hero dan Arsene menembak ke arah kening Alex dan ke dua anak buahnya membuat mereka bertiga berteriak kesakitan dan tidak berapa lama mereka meninggal di tempat.


Leo, Hero dan Arsene berdiri dan berjalan ke arah wanita yang sangat dicintainya. Leo menggendong Jovanka, Hero menggendong Angel dan Arsene menggendong Angela kemudian meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah mobil.


"Kenapa Kamu tidak mengatakan yang sejujurnya?" Tanya Leo dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf, Kami terpaksa berbohong karena Kami tidak bisa melihat Mommy dan Daddy di tembak oleh mereka." Jawab Jovanka dengan nada lirih nyaris tidak terdengar.


Sambil berbicara Jovanka mengarahkan tangannya ke arah wajah Leo sambil tersenyum namun terlihat wajahnya menahan rasa sakit yang teramat sangat.


Dua peluru yang bersarang di tubuhnya dan di tambah racun yang mulai bekerja membuat Jovanka tidak bisa menahannya lagi.


"Perutku sakit sekali Kak, Aku sudah tidak kuat lagi jaga diri Kak Leo. I Love You." Ucap Jovanka sambil memejamkan matanya bersamaan tangan kanannya melemah dan akhirnya jatuh karena Jovanka tidak sadarkan diri.


"Tidak Jovanka, Kamu harus kuat Sayang... Maafkan Aku." Ucap Leo dengan sejuta penyesalan.


Leo merasakan tangan kanannya yang memeluk ke dua paha Jovanka basah membuat Leo sangat terkejut.


"Jovanka!" Teriak Leo sambil berlari dengan langkah cepat menuju ke arah mobil.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2