Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
Hanya Saja


__ADS_3

"Angel, kenapa Kamu tidak jujur padaku?" Tanya Hero dengan sejuta penyesalan.


"Maafkan Aku Kak, Kami terpaksa agar orang tua Leo selamat. Mereka sangat baik pada Kami karena itu Kami merelakan nyawa Kami agar mereka selamat. Semua aset berharga milik Kami sudah Kami serahkan ke Leo dan juga sudah atas nama Leo. Tolong jaga aset peninggalan orang tua Kami." Jawab Angel dengan nada lirih.


"Jaga diri Kak Hero baik-baik dan semoga Kak Hero menemukan wanita yang lebih baik dariku dan selalu bahagia. I Love You So Much." Sambung Angel.


"Uhuk... Uhuk ... Uhuk ..."


Angel tiba-tiba terbatuk dan mengeluarian darah segar namun berwarna hitam pekat.


"Kenapa darahmu berwarna hitam?" Tanya Hero sambil berjalan dengan langkah cepat ke arah mobil.


"Kami bertiga terpaksa minum racun agar orang tua Leo tidak disakiti oleh mereka." Jawab Angel sambil berusaha untuk tersenyum karena racun tersebut membuat dirinya sangat tersiksa.


Selesai mengatakan itu Angel tidak sadarkan diri dan tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya.


"Angel! Maafkan Aku ..." Ucap Hero dengan suara tercekat sambil menatap wajah Angel yang sudah mulai membiru.

__ADS_1


"Angel!!!" Teriak Hero dengan wajah terkejut.


"Sial, Angel keracunan!" Teriak Hero.


Arsene dan Leo langsung menatap ke arah Angel dan berlanjut ke arah wanita yang sangat dicintainya Angela dan Leo. Mata mereka membulat sempurna melihat wajah Angela dan Jovanka juga membiru.


"Aku sangat mencintaimu, semoga Kak Arsene menemukan pengganti diriku." Ucap Angela lirih sambil memejamkan matanya.


"Angela!" Teriak Arsene.


Ke tiga pria tampan tersebut masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan kacau balau.


Kini mereka berada di depan pintu ruang operasi dengan perasaan cemas mengingat Angel, Angela dan Jovanka keracunan.


"Kenapa Aku tidak menyelidiki dulu?" Tanya Leo penuh penyesalan.


"Aku juga." Sambung Hero dan Arsene bersamaan dengan wajah bersalah.

__ADS_1


"Jangan menyalahkan diri sendiri karena musuh kali ini lebih pintar sehingga kalian mengira kalau Jovanka, Angel dan Angela adalah wanita jahat.'' Ucap Mommy Nicole.


"Ini pelajaran buat Daddy, Rico, Leo dan semua para suami untuk lebih percaya dengan pasangan masing-masing. Kalian sudah memilih pasangan masing-masing dan tentunya sudah tahu sifat pasangan masing-masing jadi Mommy harap kejadian ini tidak terulang lagi." Sambung Mommy Nicole.


"Kepala pelayan yang bekerja di mansion Leo berhasil menghasut Leo dengan menjelekkan Jovanka dan ke dua tantenya karena kepala pelayan sudah bekerja bertahun-tahun denganmu. Jadi Mommy tekankan jangan percaya siapapun kecuali keluarga kita sendiri." Ucap Mommy Karen.


"Walau istri kalian mengaku menjadi orang jahat dan menculik salah satu anggota keluarga Kita, selidiki dulu jangan asal percaya saja. Mommy berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi." Sambung Mommy Nicole.


Para pria hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju untuk lebih mempercayai istri mereka masing-masing dan kejadian hal ini tidak terulang lagi.


Ceklek


Tiba-tiba pintu ruangan operasi terbuka membuat mereka berjalan ke arah pintu dan melihat dokter tersebut dengan wajah lelah sekaligus sedih secara bersamaan.


"Bagaimana keadaan istriku dan ke dua Tanteku Dok?" Tanya Leo dengan perasaan campur aduk.


"Pelurunya sudah berhasil kami ambil hanya saja..." Ucap dokter tersebut menggantungkan kalimatnya.

__ADS_1


__ADS_2