Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
CCTV


__ADS_3

"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Leo terkejut.


"Aku hanya ingin tahu saja." Jawab Jovanka.


"Jika mereka sudah mengaku siapa dalang dari penyerangan mansion maka kami akan membebaskannya." ucap Leo.


'Bebas dari dunia ini menuju ke dunia lain yaitu alam kematian.' Sambung Leo dalam hati yang tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.


"Kenapa dibebaskan? Kenapa tidak di bawa ke kantor polisi? Kalau dibebaskan bisa saja mereka akan menyerang lagi." Ucap Jovanka.


"Ide bagus, aku akan bawa mereka ke kantor polisi." Ucap Leo.


'Aku akan bawa mayat mereka ke kantor polisi hantu di mana ada kantor polisi yang sudah lama kosong dan katanya di sana banyak hantunya tapi sayang keluarga besarku tidak takut dengan hantu.' Ucap Leo dalam hati sambil tersenyum.


'Aku merasa Kak Leo menyimpan rahasia dan aku tidak yakin kalau mereka dibebaskan tapi aku tidak berani bertanya kecuali aku melihat sendiri apa yang dilakukan oleh suamiku.' Ucap Jovanka dalam hati.


'Maaf Sayang, Aku tidak bisa mengatakan dengan jujur siapa aku dan keluargaku yang sebenarnya. Suatu saat nanti barulah aku akan katakan sebenarnya. Ucap Leo dalam hati.


Kini mereka sudah berada di ruang keluarga di mana mereka semua berkumpul sambil tertawa bersama.


"Kebetulan semuanya sudah berkumpul di ruang keluarga." Ucap Daddy Raka yang melihat Leo dan Jovanka sudah duduk di sofa.


Keluarga besar Daddy Raka yang awalnya mengobrol dan ramai seperti pasar mendadak sunyi. Tidak ada satupun yang mengeluarkan suara ketika Daddy Raka berbicara, mereka mendengarkan perkataan selanjutnya dari mulut Daddy Raka.


"Seperti yang Aku perkirakan sebelumnya ketika sebagian keluarga kita pergi untuk menyelamatkan salah satu putri dari kepala pelayan bersamaan mansion ini di serang oleh musuh." Ucap Daddy Raka melanjutkan perkataannya.


"Aku bersyukur kalian semua bisa bela diri karena dengan demikian kita bisa menang melawan mereka dan terima kasih atas kerja samanya karena tanpa kalian musuh akan mudah melawan kita." Sambung Daddy Raka sambil tersenyum menatap satu persatu yang hadir di ruangan tersebut.


"Sama-sama Dad / Opa / Buyut." Jawab mereka bersamaan.


"Oh ya, apakah sudah tahu siapa dalang dari penyerangan ini?" Tanya Daddy Raka.


Usia Daddy Raka yang sudah tidak muda lagi membuat Daddy Raka menyerahkan semuanya ke enam cucunya yang bernama Rey, Ray, Albert, Adrianus, Leo dan Kenzo.


"Sudah Opa, mereka orang suruhan untuk menangkap Jovanka dan ke dua Tante Jovanka." Jawab Rey.


Daddy Raka menganggukkan kepalanya tanda mengerti sedangkan yang lainnya hanya diam kecuali Jovanka dan ke dua Tante Jovanka. Mereka saling menatap hingga beberapa saat mereka bertiga menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Maaf, kalau aku menyela." Ucap Tante Angela.


"Silahkan." Jawab Daddy Raka.


"Maaf, jujur kami tidak tahu apa kesalahan kami hingga mereka ingin menyerang keluarga besar Nak Leo. Sampai salah satu putri dari kepala pelayan di culik." Ucap Tante Angela

__ADS_1


"Saya sebagai orang yang lebih tua sekaligus pengganti Ibunya Jovanka meminta maaf atas semua kejadian ini." Sambung Tante Angel dengan menggunakan bahasa formal.


"Saya sangat mencintai suamiku tapi demi kebahagiaan suamiku dan keamanan suamiku dan keluarga besar suamiku maka kami memutuskan untuk pergi dari mansion ini." Sambung Jovanka sambil tersenyum namun terlihat jelas kesedihan di wajahnya.


"Kami bertiga berencana akan pergi ke luar negri agar tidak ada lagi orang yang mengusik ketenangan Suamiku dan keluarga suamiku." Sambung Jovanka.


Tes


Tes


Tes


Jovanka yang tidak bisa menahan kesedihannya akhirnya mengeluarkan air mata kesedihan. Hatinya seakan menolak untuk mengatakan itu namun dirinya tidak ingin egois.


"Jika kalian bertiga pergi, sama saja mengantar nyawa kalian ke mereka." Ucap Daddy Raka.


Daddy Raka yang melihat cucunya yang bernama Leo ingin bicara langsung didahului oleh Daddy Raka.


"Kami tidak perduli jika nyawa kami hilang asalkan keluarga ini tenang dan tidak ada musuh yang menyerang." Jawab Tante Angel.


Grep


"Tapi Aku perduli, Aku sangat mencintai istriku dan aku tidak akan mengijinkan kalian pergi." Ucap Leo sambil memeluk tubuh istrinya yang bergetar karena menahan agar air matanya tidak keluar.


"Apa yang dikatakan oleh Cucuku benar adanya, kalian tetap tinggal di sini. Saling melindungi satu sama lain seperti yang dilakukan keluarga besar kami." Ucap Daddy Raka dengan tegas.


"Kami akan menangkap dalang di balik penyerangan ini, jadi kami minta tinggallah di mansion milik cucuku." Sambung Mommy Nicole.


"Apa yang dikatakan sama Opa dan Oma benar, tinggallah di sini." Ucap Leo.


"Baiklah." Jawab Jovanka, Tante Angel dan Tante Angela bersamaan.


"Sekarang istirahatlah." Ucap Daddy Raka.


"Baik." Jawab mereka bersamaan.


Satu persatu mereka berjalan ke arah tangga menuju ke lantai dua, tiga dan empat ke kamar mereka masing-masing kecuali Daddy Raka bersama istrinya Mommy Nicole serta Daddy Riko bersama istrinya Mommy Karen karena mereka tidur di lantai satu. Sebenarnya ada lift namun mereka lebih suka naik tangga sekalian olah raga.


Tanpa sepengetahuan mereka dua pasang mata mendengarkan dan menatap keluarga besar Daddy Raka hingga mereka tidak terlihat lagi. Siapa lagi kalau bukan Kepala pelayan dan putrinya yang bernama Bela.


"Ayah, dengar sendirikan akibat ulah istrinya Tuan Leo membuatku di culik dan nyaris mati jadi aku minta tolong sama Ayah agar aku bisa bekerja di sini." Ucap Bela dengan wajah di buat sesedih mungkin


'Kalau tidak demi hidup enak, tidak bakalan aku mau merendahkan diriku di depan Ayahku.' Sambung Bela dalam hati.

__ADS_1


"Tapi..." Ucapan Ayahnya terpotong oleh Bela.


"Berarti Ayah lebih sayang dengan istri majikan Ayah dari pada aku putri kandung Ayah." Ucap Bela sambil berjalan ke arah pintu utama.


"Kamu mau kemana?" Tanya Ayahnya.


"Mau pergi dari sini dan aku tidak tahu apakah kita bertemu kembali atau tidak." Jawab Bela.


"Apa maksudmu Bel?" Tanya Ayahnya dengan wajah terkejut.


"Banyak penjahat yang mengincar istri Tuan Leo dan bisa saja aku di sandera lagi. Aku tidak tahu apakah nantinya aku selamat atau tidak." Jawab Bela.


Ayahnya menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Awalnya Ayahnya berniat ingin pergi dari mansion untuk mengantar putrinya untuk kembali ke desa namun karena ada barang yang tertinggal membuat mereka kembali lagi ke mansion dan tidak sengaja mendengar semuanya.


"Baiklah, nanti malam Ayah akan bicara lagi dengan Tuan Leo." Ucap Ayahnya.


Grep


"Terima kasih Ayah." Ucap Bela sambil memeluk tubuh Ayahnya.


'Yes, berhasil.' Ucap Bela dalam hati sambil tersenyum bahagia.


"Sama-sama, kamu adalah putri satu - satunya dan Ayah harap kamu jangan menggoda ataupun melakukan sesuatu yang membuat keluarga besar Tuan Raka marah." Pinta Ayahnya sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Bela.


"Baik Ayah." Jawab Bela dengan patuh.


'Tapi dalam mimpi.' Sambung Bela dalam hati.


"Sekarang istirahatlah nanti bantu Ayah untuk memasak makanan malam." Ucap Ayahnya.


"Baik Ayah." Jawab Bela patuh.


Mereka berdua pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke kamar khusus pelayan dan kebetulan ada kamar kosong dan Bela tidur di kamar kosong.


"Jika aku kerja di sini maka akan aku buat agar Tuan Leo jatuh cinta padaku. Setelah jatuh cinta padaku maka aku akan meminta agar menceraikan istrinya dan menikah denganku." Ucap Bela sambil berbaring di ranjang yang sempit.


"Sabar Bela, saat ini kami tidur di ranjang yang sempit karena sebentar lagi kamu akan tidur di ranjang yang sangat bagus dan empuk sedangkan istrinya tidur di kolong jembatan." sambung Bela.


Bela memejamkan matanya dan tidak berapa lama dirinya tidur dengan pulas.Tanpa mereka sadari kalau yang mereka bicarakan di ruangan dapur dan ucapan Bela di kamarnya terekam jelas di cctv.


Hal itu dikarenakan Daddy Raka belajar dari pengalaman di mana dulunya orang-orang kepercayaannya melakukan tindakan keji di mana istrinya sulit hamil dikarenakan mereka memberikan obat pil penunda hamil.


Daddy Raka yang tidak ingin itu terjadi meletakkan cctv di seluruh kamar dan kamar pelayan. Hanya saja khusus cctv hanya dapat di akses oleh pemilik mansion. Hal ini juga berlaku untuk keluarga besar Daddy Raka yang memasang banyak cctv secara sembunyi tanpa diketahui oleh para pelayan dan para bodyguard.

__ADS_1


__ADS_2