Ranjang Panas Sang CEO 3

Ranjang Panas Sang CEO 3
Teman Putriku


__ADS_3

"Bolehkah Kami tidak melihatnya? Karena Kami tidak tega melihatnya." Jawab Angel.


"Aku juga." Sambung Angela.


"Tidak apa-apa, kalian masuklah ke ruang rahasia nanti kalau sudah selesai Kami akan mengatakannya." Ucap Hero.


"Baik, terima kasih." Jawab Angel dan Angela bersamaan sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah rak buku.


Hero dan Arsene hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua memasukkan Bela, Rina dan Lisa ke dalam kantong plastik hitam. Namun sebelumnya mereka menggunakan sarung tangan plastik kemudian mengikatnya dengan menggunakan dasi milik Ayahnya Jovanka.


"Sudah selesai." Ucap Hero.


"Ok." Jawab Angel singkat.


Angel menarik salah satu buku yang ada di rak buka dan rak itupun bergerak. Angel dan Angela melihat Hero dan Arsene masing - masing menarik kantong hitam tersebut.


Angel dan Angela yang merasa tidak enak hati terpaksa ikut menarik kantong hitam satunya.

__ADS_1


"Kalau takut tidak usah, biar kami saja." Ucap Hero.


"Tidak apa-apa." Jawab Angel dan Angela bersamaan sambil menarik kantong hitam tersebut.


Hero hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berempat menarik kantong jenasah tersebut. Hero dan Arsene masing-masing satu jenasah sedangkan Angel dan Angela satu jenasah. Angel memegang badan Lisa sedangkan Angela memegang ke dua kakinya.


'Aku tidak tahu apakah kamu Lisa atau Bela atau Rina tapi yang pasti maafkan kami yang tidak bisa menolong kalian karena kalian tahu sendiri kenapa kami tidak membantu kalian. Seandainya kalian tidak rebutan harta hal ini tidak akan mungkin terjadi.' Ucap Angel dalam hati.


'Seandainya saja Kalian tidak jahat dan tidak menginginkan harta yang bukan milik kalian, pasti saat ini kalian hidup damai.' Ucap Angela dalam hati.


"Ke tiga jenasah ini mau di bawa kemana?" Tanya Angel penasaran begitu pula dengan Angela.


"Menurut Kalian berdua lebih baik di buang di tempat pembuangan sampah karena mereka sangat jahat atau di buang di pinggir jalan?" Tanya Hero balik bertanya.


"Walau mereka bertiga sangat jahat tapi jangan di buang tempat sampah jadi lebih baik di buang di pinggir jalan.


"Kalau begitu, Arsene buang di pinggir jalan tepat di jalan yang sepi itu." Ucap Hero sambil menunjuk ke arah yang ada di depannya.

__ADS_1


"Ok." Jawab Arsene singkat sambil mengurangi kecepatan mobil.


Dua menit kemudian Arsene menghentikan mobilnya kemudian Hero keluar dari mobil begitu pula dengan Arsene.


"Lebih baik kalian berdua di sini saja biar Kami yang melakukannya." Ucap Hero.


"Ok." Jawab Angel dan Angela bersamaan.


Hero dan Arsene mengeluarkan satu persatu dari ke tiga kantong tersebut untuk di buang di pinggir jalan setelah selesai mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau sepasang mata memperhatikan apa yang dilakukan oleh Hero dan Arsene. Setelah mobil tersebut pergi pria tersebut berjalan ke arah tiga kantong tersebut.


Karena penasaran pria tersebut membuka kantong tersebut dan matanya membulat sempurna.


"Bukankah ini teman putriku?" Tanya pria tersebut sambil membuka kantong ke dua dengan tangan gemetar.


"Ini juga teman putriku, apa jangan - jangan ...'' Ucap pria tersebut menggantungkan kalimatnya sambil membuka kantong ke tiga.

__ADS_1


__ADS_2