
Angel tidak menjawab pertanyaan Angela dan Jovanka hanya memberikan ponselnya. Mereka menerima ponsel milik Angel kemudian melihat foto seorang gadis yang tidak lain adalah Rina dan dibawahnya tertulis.
"Putriku sudah meninggal dan Aku akan membalas perbuatanmu dengan menculik Ibu mertua Jovanka yaitu Nyonya Adriana. Datanglah kalian bertiga ke gudang tua di pinggir hutan kalau tidak Nyonya Adriana mati menemani putriku."
"Putriku? Jangan-jangan Kak Alex masih hidup?" Tanya Angela.
"Bisa jadi, tapi bagaimana Dia bisa tahu Nyonya Adriana?" Tanya Angela.
'Bukankah ke tiga mayat itu di buang di pinggir jalan yang sangat sepi? Tapi kenapa bisa ditemukan? Apa ada yang melihat Kak Hero dan Kak Arsene membuang mayat?' Tanya Angel dan Angela bersamaan dalam hati.
'Tapikan bukan kami yang membunuhnya.' Sambung Angel dan Angela lagi dalam hati.
Ting
Ting
Ting
Tiba-tiba terdengar tiga suara tanda ada pesan masuk, Angela menekan isi pesan tersebut dan membacanya.
"Aku tahu saat ini kalian sedang berkumpul di balkon sedangkan Nyonya Adriana pergi ke mall bersama suaminya Tuan Leonard. Dalam dua puluh lima menit tidak datang maka Aku tidak segan-segan menembak Nyonya Adriana."
Mereka membuka pesan ke dua yang berupa gambar di mana Angel, Angela dan Jovanka sedang menatap ke arah ponsel milik Angel di balkon.
__ADS_1
"Ini balkonku." Ucap Angel dengan wajah terkejut begitu pula dengan Angela dan Jovanka.
Mereka bertiga serempak mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat ada layar cctv kemudian mereka menatap ke arah ponsel milik Angel untuk melihat pesan ke tiga atau pesan terakhir.
Mata mereka membulat sempurna melihat Leonard dan Adriana sedang makan bersama. Angel, Angela dan Jovanka serentak berdiri sambil berbisik untuk menghubungi Leo.
Ting
Angel, Angela dan Jovanka terkejut ponsel milik Angel berdering sekali tanda ada pesan masuk.
"Jangan coba-coba menghubungi siapapun untuk meminta bantuan jika nekat maka Aku tidak segan-segan mencelakai Nyonya Adriana."
"Si*l, pria itu tahu apa yang akan Aku lakukan." Ucap Jovanka dengan nada kesal.
"Lebih baik Aku pergi menyelamatkan Ibu mertuamu dan kalian berdua di sini saja." Ucap Angel yang tidak ingin ponakan dan adiknya terluka.
"Aku juga ikut." Sambung Angela.
Angel hanya menganggukkan kepalanya dan tidak ada waktu untuk melarangnya karena yang dipikirkan adalah keselamatan Adriana.
Mereka bertiga pergi meninggalkan mansion milik Leo menuju ke gudang tua di pinggir hutan sambil berharap baik-baik saja. Angel duduk di kursi pengemudi dan Angela duduk di samping pengemudi sedangkan Jovanka duduk di kursi belakang pengemudi.
Ting
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel milik Angel berdering dua kali tanda ada dua pesan masuk. Angel membuka isi pesan tersebut kemudian membacanya sedangkan Angela mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
"Aku berubah pikiran Tuan Leonard dan Nyonya Adriana kami culik dan sekarang duduk di kursi dengan ke dua tangan dan ke dua kaki terikat. Segera datang kalau tidak mereka akan mati dengan cara mengenaskan."
Angel membaca isi pesan tersebut sedangkan Angela dan Jovanka menahan amarahnya terhadap pria tersebut yang telah berani menculik Adriana dan Leonard.
Angel membuka pesan ke dua yang berupa gambar di mana Adriana dan Leonard duduk di kursi.
"Sebenarnya siapa pria itu? Kalau memang suamiku kenapa suamiku pura-pura meninggal?" Tanya Angel sambil berpikir.
"Pria itu mengira kita membunuh putrinya padahal bukan kita yang melakukannya." Sambung Angela.
"Untuk saat ini Jovanka hanya memikirkan supaya ke dua mertuaku baik-baik saja. Jika pria itu meminta nyawaku maka Aku akan memberikannya asalkan mereka selamat." Ucap Jovanka.
"Begitu pula dengan Tante karena keluarga suamimu sangat baik sama kita. Tante rela menyerahkan nyawa Tante." Sambung Angel.
"Betul kata Kak Angel dan ponakanku Jovanka kita merelakan nyawa kita asalkan mereka selamat." Sambung Angela.
"Untung kita bertiga sudah menandatangani surat pengalihan semua aset milik kita ke Kak Leo dan sudah Aku simpan di dalam lemari kamarku." Ucap Jovanka.
"Betul, setidaknya kita sudah melakukan yang terbaik untuk mereka." Ucap Angel dan Angela bersamaan.
Tiba-tiba ponsel milik Angel, Angela dan Jovanka berdering tanda ada pesan masuk. Mereka melihat pasangannya masing-masing menghubungi orang yang dicintainya.
__ADS_1
"Kak Leo telepon, angkat tidak?" Tanya Jovanka.
"Aku juga Kak Hero/ Kak Arsene telepon Aku." Ucap Angel dan Angela bersamaan.