
Kini Jovanka, Angel dan Angela berdiri tepat di pintu gudang tua di pinggir hutan kemudian membukanya dengan lebar. Ke tiga perempuan tersebut berjalan masuk ke dalam gudang tersebut dan matanya membulat sempurna melihat seorang pria yang dikiranya sudah meninggal dunia.
"Kak Alex." Panggil Angel dan Angela bersamaan dengan wajah terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Paman Alex masih hidup?" Tanya Jovanka dengan wajah masih terkejut.
"Iya Aku masih hidup dan Aku datang ingin memberikan perhitungan dengan kalian bertiga." Jawab Alex.
"Memangnya apa salah Kami?" Tanya ke tiga perempuan tersebut bersamaan.
"Kalian sudah membuat putri kesayanganku meninggal karena itulah kalian harus mati." Ucap Alex.
"Putrimu meninggal karena di bunuh oleh temannya. Jadi Kami sama sekali tidak bersalah." Ucap Angel.
"Oh ya lalu kenapa putriku kalian buang di pinggir jalan bersama ke dua sahabatnya?" Tanya Alex.
"Karena putrimu dan ke dua sahabatnya mati di mansion milik Kakakku karena itulah Kami membuangnya." Jawab Angela.
"Aku tidak percaya, putriku adalah gadis baik dan terhormat jadi tidak mungkin di bunuh oleh sahabatnya. Pasti kalian yang menyuruh orang untuk membunuhnya dan membuangnya di pinggir jalan." Ucap Alex.
"Pffttttttt.. Hahahaha..." Tawa Angel.
__ADS_1
"Kenapa Kamu tertawa?" Tanya Alex dengan nada kesal.
" Kak Alex bilang Rina gadis baik dan terhormat? Asal Kak Alex tahu, Rina memintaku agar menikah dengan Leo sedangkan Leo sudah menikah dengan ponakanku Jovanka. Sungguh gadis yang tidak punya malu dan tidak bermoral menyukai pria yang sudah beristri bahkan ingin menikah dengan Leo." Ucap Angel dengan nada menghina.
Plak
Alex yang mendengar ucapan Angel tentang kejelekan putrinya membuat Alex menampar Angel membuat sudut bibirnya berdarah.
"Kak Alex tahu, penyesalanku yang terbesar adalah menyukai pria sepertimu. Egois dan tidak punya perasaan, seandainya saja waktu bisa di putar kembali Aku akan menolak menikah dengan pria seegois dirimu." Ucap Angel.
"Bukannya waktu itu Aku sudah pernah bilang kalau Aku masih mencintai mendiang istriku dan Aku ingin Kamu mengurus semua keperluan Rina dan Kamupun setuju." Ucap Alex tanpa punya rasa bersalah sedikitpun.
Hal itu dikarenakan Angel menunggu kedatangan Leo dan keluarga besarnya termasuk Hero dan Arsene untuk menyelamatkan mereka. Namun sayang Alex tahu akan hal itu hingga ...
"CUKUP!! AKU TIDAK ADA WAKTU LAGI KARENA SEBENTAR LAGI MEREKA AKAN DATANG JADI AKU AKAN MEMBUAT PERHITUNGAN DENGAN KALIAN!" Teriak Alex dengan suara menggelegar.
"Lakukan yang Kak Alex inginkan tapi Kami mohon lepaskan mereka karena mereka tidak bersalah." Pinta Angel.
"Apa yang dikatakan Tante Angel benar, jika memang menginginkan nyawa Kami maka Kami akan berikan asalkan Mommy dan Daddy dibebaskan." Sambung Jovanka sambil menatap Leonard dan Adriana secara bergantian dengan wajah sendu begitu pula dengan Angel dan Angela.
"Aku akan lepaskan mereka asalkan kalian minum yang ada di meja." Ucap Alex.
__ADS_1
"Apa isi minuman itu?" Tanya Angel, Angela dan Jovanka bersamaan.
"Racun dan dalam dua puluh empat jam Kalian tidak menuruti perintah ku maka kalian akan mati . Jika Kalian bertiga tidak meminum maka ke dua orang ini Aku tembak." Jawab Alex dengan nada mengancam.
Angel, Angela dan Jovanka saling menatap kemudian menatap ke arah Leonard dan Adriana di mana sepasang suami istri tersebut menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju jika ke tiga perempuan tersebut meminum nya.
"Aku hitung sampai tiga .. Satu ..." Ucapan Alex terpotong oleh ke tiga perempuan tersebut.
"Baik Aku minum tapi bebaskan mereka." pinta ke tiga perempuan tersebut.
"Dua ..." Ucapan Alex terpotong kembali oleh ke tiga perempuan tersebut.
"Baik, Kami akan meminumnya." Jawab ke tiga perempuan tersebut.
Tanpa ragu ke tiga perempuan tersebut meminumnya hingga habis kemudian memperlihatkan cangkir yang sudah kosong tersebut.
"Sekarang, bebaskan mereka." Pinta Jovanka, Angel dan Angela bersamaan.
"Tidak semudah itu, Kalian tembak Tuan Leo, Tuan Hero dan Tuan Arsene karena mereka yang membunuh Rina, Bela dan Lisa setelah itu Aku akan membebaskannya." Ucap Alex.
"Tunggu dulu, darimana Kak Alex kenal Tuan Leo, Tuan Hero dan Tuan Arsene? Dari mana Kak Alex bisa menyimpulkan kalau Tuan Leo, Tuan Hero dan Tuan Arsene yang membunuh Rina, Bela dan Lisa?" Tanya Angel penasaran begitu pula dengan Angela, Jovanka dan ke dua orang tua Leo.
__ADS_1